Gubernur NTB Jawab Kritik FITRA: Belanja Modal 3,4 Persen Akibat Pemotongan DAU, Target 20 Persen Dikejar di APBD-P

Avatar

- Jurnalis

Senin, 9 Maret 2026 - 01:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, memberikan penjelasan terkait kritik Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) NTB mengenai rendahnya belanja modal dalam APBD NTB 2026.

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, memberikan penjelasan terkait kritik Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) NTB mengenai rendahnya belanja modal dalam APBD NTB 2026.

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Gubernur Lalu Muhamad Iqbal angkat bicara menanggapi kritik dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) NTB terkait rendahnya belanja modal dalam APBD NTB 2026 yang disebut hanya 3,4 persen dan dinilai sebagai yang terendah secara nasional.

Sebelumnya, FITRA NTB menyebut angka tersebut jauh dari target yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD) yang menetapkan belanja modal ideal sebesar 20 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Menanggapi hal tersebut, Senin (9/3/2026), Gubernur NTB yang akrab disapa Miq Iqbal menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi karena pada awal perencanaan anggaran pemerintah daerah belum mengantisipasi adanya pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat.

Baca Juga :  Bisnis Tambak Udang di NTB: Gurita Raksasa Tanpa Aturan

“Iya, karena di awal perencanaan kita tidak antisipasi akan ada pemotongan DAU. Sehingga ketika ada pemotongan DAU maka kita selamatkan dulu program-program sosial di APBD murni. Insya Allah di APBDP kita akan penuhi ketentuan belanja modal karena ketentuan yang ada kan diukur dari APBD setahun penuh,” jelas Miq Iqbal, saat dihubungi media ini.

Ia menambahkan bahwa prioritas pemerintah daerah saat ini adalah memastikan berbagai program sosial tetap berjalan untuk menjaga stabilitas kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Mori Hanafi dan Gubernur Iqbal Sama-sama TMS, Gagal Maju Calon Ketua KONI NTB 2026-2030

Selain itu, menurutnya beberapa program sosial yang dijalankan Pemerintah Daerah (Pemda) juga memiliki komponen belanja yang secara fungsi menyerupai belanja modal dan berpotensi mendorong aktivitas Ekonomi Masyarakat. “Diluar itu, sebenarnya di dalam program sosial yang ada juga ada belanja-belanja yang sifatnya seperti belanja modal sehingga akan mendorong Perekonomian lokal,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi NTB pun berencana melakukan penyesuaian alokasi anggaran pada APBD Perubahan (APBD-P) agar komposisi belanja modal dapat memenuhi ketentuan yang diatur dalam perundang-undangan.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan
Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat
NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya
Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak
Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan
Kongres Internasional Bahasa Sasak Dorong Reformasi, dari Bahasa Sehari-hari Menuju Bahasa Ilmu
Wagub NTB Buka Kongres Internasional I Bahasa Sasak di Momentum Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda ke-98, 15 Pemuda Pelopor NTB Raih Penghargaan, Ini 5 Nama ke Seleksi Nasional
Berita ini 263 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:36 WIB

NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan

Berita Terbaru