Jelang Ramadan, Gubernur NTB Turun Ke Pasar Pastikan Stok Cabai dan Bahan Pokok Aman, Harga Terkendali

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 11 Februari 2026 - 02:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meninjau Pasar Mandalika, memastikan stok cabai dan bahan pokok aman jelang Ramadan

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meninjau Pasar Mandalika, memastikan stok cabai dan bahan pokok aman jelang Ramadan

SUMBAWAPOST.com| Mataram-Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Mandalika Bertais, Selasa (10/2/2026), untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan. Dalam sidak tersebut, Gubernur menegaskan Pemerintah Provinsi NTB akan segera melakukan intervensi pasar menyusul melonjaknya harga cabai rawit.

Sidak melibatkan Direktorat Reserse Kriminal Khusus sekaligus Satgas Pangan Polda NTB, perwakilan Bank Indonesia NTB, Perum Bulog Kantor Wilayah NTB, serta jajaran Pemprov NTB dan Pemkot Mataram.

Hasil pantauan lapangan menunjukkan harga cabai rawit berada di kisaran Rp90.000-Rp95.000 per kilogram, jauh di atas harga acuan sekitar Rp57.000 per kilogram. “Lonjakan paling tinggi ada di cabai rawit, dan ini sangat memengaruhi indeks harga. Karena itu, kami tegaskan intervensi pasar akan dimulai Jumat ini melalui Gerakan Pangan Murah di seluruh pasar di NTB,” tegas Gubernur Miq Iqbal.

Gubernur menjelaskan, kenaikan harga dipicu oleh curah hujan yang menghambat panen, tingginya pasokan cabai yang dikirim ke Pulau Jawa, serta meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadan. Meski demikian, tidak ditemukan indikasi penimbunan.

“Cabai adalah komoditas yang cepat rusak, sehingga kecil kemungkinan ditimbun. Ini murni mekanisme pasar. Namun kami tetap berkoordinasi dengan Polda NTB dan Bank Indonesia untuk memastikan tidak ada praktik yang merugikan masyarakat,” jelasnya.

Sebagai langkah pengendalian jangka pendek, Pemprov NTB juga akan berkoordinasi dengan para pengepul di Lombok Tengah dan Lombok Timur agar memprioritaskan kebutuhan lokal sebelum pengiriman ke luar daerah.

“Kita di NTB tidak boleh kekurangan cabai. Saya minta para pengepul fokus memenuhi kebutuhan NTB terlebih dahulu supaya stok terjaga dan harga segera terkendali,” tambah Gubernur.

Lonjakan harga ini dirasakan pedagang kecil. Made Kuniarti, pedagang asal Gunung Sari, mengaku harus datang ke Pasar Mandalika untuk memperoleh harga lebih rendah.

Baca Juga :  Ayah Bunuh Anak Kandung di Dompu, Polisi Evakuasi Pelaku dari Amukan Warga di Desa Mbawi

“Di tempat saya sudah Rp115.000 per kilo. Di sini masih Rp95.000. Saya butuh sekitar 1,5 kilo setiap hari untuk jualan. Kami berharap pemerintah segera menggelar pasar murah,” ujarnya.

Selain harga pangan, Gubernur meninjau kondisi kebersihan pasar dan saluran drainase yang mengalami pendangkalan, meminta perangkat daerah segera menindaklanjuti agar aktivitas perdagangan tidak terganggu.

Gubernur Miq Iqbal menegaskan, intervensi pasar adalah bentuk kehadiran pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan terjangkau menjelang Ramadan.

“Negara harus hadir. Tugas kami memastikan warga bisa menjalani Ramadan dengan tenang, kebutuhan pokok tersedia, dan harga tetap terkendali,” tutupnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit
Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri
Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif
Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen
Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern
Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB
100 Mahasiswa Pertanian Unram Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Ekspor NTB Tembus Rp6,94 Triliun, Daya Tukar Petani Menguat, Produksi Padi dan Jagung Naik
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:45 WIB

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern

Berita Terbaru