Pemuda Tani NTB Gandeng Bulog, Dorong Serapan Hasil Pertanian dan Kesejahteraan Petani

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 8 Januari 2026 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Tani Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan Jajaran melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Kantor Wilayah Perum Bulog NTB

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Tani Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan Jajaran melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Kantor Wilayah Perum Bulog NTB

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Tani Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Kantor Wilayah Perum Bulog NTB, Kamis (8/1/2026).

Pertemuan ini menjadi ruang dialog strategis untuk membahas mekanisme penyerapan hasil pertanian serta memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas pasar dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Ketua DPD Pemuda Tani NTB Abdul Roby Sahrir mengungkapkan sejumlah persoalan yang tengah dihadapi para petani, mulai dari fluktuasi harga di tingkat petani, keterbatasan akses pasar, hingga belum maksimalnya penyerapan hasil panen saat musim raya. Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada pendapatan dan posisi tawar petani dalam rantai distribusi pangan.

“Petani sering kali berada pada posisi paling lemah dalam mekanisme pasar. Ketika produksi melimpah, harga justru jatuh, sementara biaya produksi terus meningkat. Kami berharap melalui kolaborasi dengan Kanwil Bulog NTB dapat dirumuskan solusi konkret agar hasil pertanian petani NTB dapat terserap secara optimal dan berkelanjutan,” ujar Roby yang juga Anggota DPRD Kota Bima.

DPD Pemuda Tani NTB menilai Perum Bulog memiliki peran strategis sebagai instrumen negara dalam menjaga stabilitas harga, menjamin ketersediaan pangan, serta melindungi petani dari gejolak pasar. Karena itu, sinergi antara Bulog dan organisasi kepemudaan tani dinilai krusial untuk memperkuat sistem penyerapan hasil pertanian berbasis kebutuhan daerah.

Baca Juga :  Siap Layani Pemudik, Tapi Kurang Glamor, Senator Mirah Kritik Infrastruktur Pelabuhan Gili Mas untuk Kapal Pesiar

Sementara itu, Rizal P. Sukmaadijaya, Wakil Pemimpin Wilayah (Wapinwil) Bulog NTB yang menerima kunjungan tersebut, menyambut baik silaturahmi dan masukan dari DPD Pemuda Tani NTB. Pihaknya menegaskan komitmen Bulog untuk terus menjalankan fungsi penyerapan hasil pertanian sesuai kebijakan pemerintah serta membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk organisasi petani dan pemuda tani.

Melalui pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat bahwa penguatan koordinasi, transparansi mekanisme pasar, dan pemetaan potensi produksi pertanian NTB merupakan kunci menciptakan ekosistem pertanian yang sehat.

DPD Pemuda Tani NTB berharap dialog ini menjadi langkah awal lahirnya kebijakan dan program kolaboratif yang berpihak pada petani serta mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian NTB.

“Kami akan terus menjadi mitra kritis dan konstruktif bagi pemerintah dan BUMN pangan, demi terwujudnya kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani di NTB,” tegas Roby.

Terpisah, Kepala Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemuda Tani NTB.

Baca Juga :  Pilkada Lancar, Kamtibmas Kondusif, Kapolresta Mataram Apresiasi Petugas Pengamanan dan Masyarakat

“Insya Allah kami siap berkolaborasi dan bersinergi dengan Pemuda Tani NTB. Kami berterima kasih karena kehadiran mereka sangat membantu dalam sosialisasi dan kerja sama untuk memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, kendala utama yang masih dihadapi dalam pengembangan sektor pangan adalah keterbatasan fasilitas pascapanen, seperti penggilingan padi dan mesin pemipil jagung, yang berimbas pada lambatnya penyaluran hasil panen ke pasar maupun gudang Bulog.

Menanggapi hal tersebut, Pemuda Tani Indonesia mendorong adanya forum rembuk lintas sektor guna mencari solusi bersama.

“Kami siap hadir dan terlibat aktif. Dengan banyaknya dukungan dan ada kepastian kemitraan, maka hasil pertanian kita akan meningkat tajam,” tambahnya.

Sinergi antara Pemuda Tani Indonesia dan Bulog NTB menjadi sinyal positif dalam upaya mewujudkan swasembada pangan di Provinsi NTB. Dengan kombinasi semangat generasi muda, dukungan kelembagaan, dan potensi lahan yang melimpah, langkah menuju kedaulatan pangan kian terbuka lebar.

“Kami optimis, NTB bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, tetapi juga berpeluang menjadi lumbung pangan unggulan untuk kawasan Indonesia Timur,” tutup Mara Kamin Siregar.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Ketua IKA Unram Isvie Rupaeda Tegaskan Kampus Harus Aman dari Kekerasan Seksual
Ketua IKA Unram Isvie Ungkap Resep Sukses ke Maba, dari Dosen hingga Jadi Ketua DPRD NTB
Bukan Sekadar Cari Gelar, Ini Pesan Dekan FHISIP Unram untuk Mahasiswa Baru di PKKMB
Dugaan Mafia IPR di Lantung Mencuat, PDIP Sumbawa Desak Aparat Usut Tuntas
Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?
300 Warga Bima NTB Mengungsi Usai Gempa M7,7, Warga dari Desa Mana Saja? Ini Rinciannya
Ratusan Maba FHISIP Unram 2026 Mulai Langkah Baru, PKKMB Jadi Gerbang Kehidupan Kampus
Menenun “GAPUK Sejahtera”: Dosen UIN Mataram Pengabdian Integratif di Desa Lingkar Kampus
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Ketua IKA Unram Isvie Rupaeda Tegaskan Kampus Harus Aman dari Kekerasan Seksual

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:12 WIB

Ketua IKA Unram Isvie Ungkap Resep Sukses ke Maba, dari Dosen hingga Jadi Ketua DPRD NTB

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:40 WIB

Bukan Sekadar Cari Gelar, Ini Pesan Dekan FHISIP Unram untuk Mahasiswa Baru di PKKMB

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:08 WIB

Dugaan Mafia IPR di Lantung Mencuat, PDIP Sumbawa Desak Aparat Usut Tuntas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:05 WIB

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Berita Terbaru

Dr. Ufran, Ketua Bagian Hukum Pidana FHISIP Universitas Mataram (Unram), Penulis artikel Puluhan Tahun Perang Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Hukum & Kriminal

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Sabtu, 15 Agu 2026 - 22:05 WIB