Pemprov NTB Benahi Total Tata Kelola Aset Daerah, Perkuat Fiskal dan Dukung Masuknya Investasi

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 1 Januari 2026 - 20:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mempercepat pembenahan tata kelola aset daerah sebagai bagian dari strategi memperkuat fiskal dan mendorong investasi.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mempercepat pembenahan tata kelola aset daerah sebagai bagian dari strategi memperkuat fiskal dan mendorong investasi.

SUMBAWAPOST.com | Mataram-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mempercepat pembenahan tata kelola aset daerah sebagai bagian dari strategi memperkuat fiskal dan mendorong investasi. Hal tersebut ditegaskan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, usai pertemuan bersama instansi vertikal dan mitra terkait pemanfaatan aset daerah di Kantor Gubernur NTB, Selasa (30/12).

Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya konsolidasi dan sensus aset daerah yang tengah dilakukan Pemprov NTB, menyusul masih ditemukannya berbagai persoalan dalam pengelolaan aset yang berpotensi menghambat optimalisasi pembangunan daerah.

Sejumlah permasalahan menjadi perhatian, mulai dari aset daerah yang belum bersertifikat, belum dilakukan balik nama, hingga aset yang belum tercatat secara tertib dalam administrasi. Menurut Gubernur, pembenahan tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan aset daerah benar-benar memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat.

“Penataan aset daerah ini adalah fondasi penting untuk memperkuat fiskal NTB. Aset tidak boleh lagi menjadi beban, tetapi harus dikelola secara profesional agar memberikan nilai tambah bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.

Baca Juga :  GAK PERLU TERIAK di Kota Mataram! Tekan 110, Polisi Datang Lebih Cepat dari Mantan Balikan

Ia menegaskan perlunya perubahan paradigma dalam pengelolaan aset daerah. Aset, kata dia, harus dipandang sebagai instrumen strategis yang mendukung program prioritas daerah maupun nasional, khususnya yang membutuhkan kepastian hukum dan ketersediaan lahan.

“Kepastian status hukum aset adalah kunci. Tanpa itu, investasi akan terhambat dan program pembangunan tidak bisa berjalan optimal,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan kebijakan moratorium hibah aset daerah sebagai langkah pengamanan jangka panjang agar aset daerah tidak terus berkurang.

“Moratorium hibah ini kita lakukan untuk menjaga aset daerah. Ke depan, pemanfaatan aset akan diarahkan melalui skema pinjam pakai yang tertib, transparan, dan memiliki kepastian hukum,” jelasnya.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut bertujuan mencegah penyalahgunaan aset, termasuk aset yang tidak dimanfaatkan, dikuasai tanpa izin, hingga disewakan kepada pihak lain, sekaligus menghindari hambatan investasi akibat status aset yang tidak jelas.

Sebagai tindak lanjut, Pemprov NTB akan membentuk tim kecil atau satuan tugas khusus di lingkungan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) guna memastikan penataan aset berjalan menyeluruh dan terintegrasi.
Mulai tahun 2026, Pemprov NTB juga merencanakan pembentukan unit khusus pengelolaan aset daerah yang menangani pengamanan fisik, sertifikasi, kerja sama pemanfaatan, penyelesaian sengketa, hingga skema tukar guling aset dengan pemerintah kabupaten/kota maupun instansi vertikal.

Baca Juga :  Persahabatan di Ujung Savana: Raffi, Ariel NOAH, Gading dan Desta Temukan ‘Cinta Sejati’ di Pelukan Tambora

“Kami ingin pengelolaan aset daerah di NTB menjadi tertib, aman, dan berdaya guna. Dengan begitu, aset daerah bisa menjadi kekuatan fiskal sekaligus daya tarik investasi yang berkelanjutan,” pungkas Gubernur Lalu Muhamad Iqbal.

Sebagai tindak lanjut, Pemprov NTB berkomitmen membentuk tim kecil atau satuan tugas khusus di lingkungan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) guna memastikan pengelolaan aset dilakukan secara menyeluruh, tertib administrasi, dan aman.

Mulai tahun 2026, Pemprov NTB juga merencanakan pembentukan unit khusus pengelolaan aset secara komprehensif. Unit ini akan menangani pengamanan fisik aset, sertifikasi, kerja sama pemanfaatan, penyelesaian sengketa, hingga skema tukar guling aset dengan pemerintah kabupaten/kota maupun instansi vertikal.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Musdalub Demokrat NTB Antarkan Eks Kapolda Hadi Gunawan Jadi Ketua DPD, Ini Targetnya
Evi Apita Maya Bahas Bantuan Bibit Kopi untuk Petani NTB, Hilirisasi Jadi Sorotan
Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas
Kampung Bebas Narkoba di Kota Bima Dipertanyakan, 4 Titik Digerebek, 7 Orang Diamankan
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026
NTB Berduka, Tuan Guru Bagu Berpulang: Ilmu dan Keteladanannya Jadi Warisan Umat
PWI Gandeng Lemhannas, Wartawan Diminta Waspadai Perang Kognitif di Era AI
Eks Kapolda NTB Hadi Gunawan Daftar Ketua Demokrat, 11 Surat Dukungan Diverifikasi
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Musdalub Demokrat NTB Antarkan Eks Kapolda Hadi Gunawan Jadi Ketua DPD, Ini Targetnya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Evi Apita Maya Bahas Bantuan Bibit Kopi untuk Petani NTB, Hilirisasi Jadi Sorotan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Kampung Bebas Narkoba di Kota Bima Dipertanyakan, 4 Titik Digerebek, 7 Orang Diamankan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

Berita Terbaru