Gelar Muswil, PKB NTB Siapkan Program Desa Berdaya, Benahi Pesantren, dan Target Rebut Palu Pimpinan DPRD

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 23 November 2025 - 09:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gelaran Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PKB NTB berubah menjadi panggung Deklarasi ambisi besar. Tak hanya menyiapkan Program Desa Berdaya Versi PKB dan Roadmap pembenahan pendidikan serta Pesantren, partai berlambang bola dunia itu juga terang-terangan menargetkan merebut palu pimpinan DPRD di sebanyak mungkin kabupaten/kota pada Pemilu mendatang.

SUMBAWAPOST.com| Mataram- Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) NTB menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) pada Minggu (23/11/2029) di Hotel Lombok Raya. Setelah pembukaan acara, Ketua DPW PKB NTB Lalu Hadrian Irfani memaparkan arah besar program dan target politik partai untuk lima tahun ke depan.

Saat ditemui sejumlah wartawan, Hadrian menegaskan bahwa PKB akan menghadirkan Program Desa Berdaya versi PKB, sebagai bentuk komitmen membangun kemandirian desa dan pendampingan masyarakat secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Wagub NTB Umi Dinda Buka Simposium Kepemudaan dan Penerimaan Kader Peradah NTB 2025

“PKB juga nanti akan memiliki Desa Berdaya, tapi itu versi PKB dan pendampingannya tentu ada,” ujarnya.

Hadrian menegaskan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama.

“Di bidang pendidikan tentu kami akan menuntaskan persoalan-persoalan pendidikan,” tegasnya.

Selain itu, PKB NTB juga menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat pondok pesantren.

“Di bidang pondok pesantren, kami dalam Muswil tadi bersepakat memperbaiki sarana dan prasarana, serta menyiapkan program untuk lima tahun ke depan bagi pondok pesantren,” jelasnya.

Tak hanya program pembangunan, PKB NTB juga mematok target politik ambisius di Pemilu mendatang.

“Di politik, kami akan rebut Palu Udayana, salah satu pimpinan Udayana. Kemudian pimpinan di tingkat kabupaten dan kota kita akan raih,” katanya.

Baca Juga :  Juri Sampai Angkat Topi, Karya Wartawan NTB di Porwada 2026 Dinilai Makin Berkelas

Hadrian menegaskan bahwa PKB menyasar kemenangan lebih luas, tidak hanya di basis-basis tradisional mereka.

“Bukan hanya di tiga kabupaten. Lombok Timur kita rebut, Sumbawa kita rebut. Begitu juga di kabupaten/kota yang lain. Hari ini sudah ada Lombok Utara, kita pertahankan. Lombok Barat kita pertahankan, Lombok Tengah kita pertahankan. Jadi minimal lima pimpinan DPRD di kabupaten/kota Pemilu mendatang kita rebut,” tegasnya.

Muswil PKB NTB tahun ini mencerminkan gairah baru, strategi terukur, dan ambisi besar partai dalam percaturan politik NTB jelang Pemilu berikutnya.

 

Berita Terkait

Jalan Soromandi Bima Masuk Prioritas IJD 2026, Rp48 Miliar Bersumber dari APBN
Disorot HMI dan DPRD, Pemprov NTB Buka Suara: Jalan Soromandi Masuk IJD 2026, Rp48 Miliar Disiapkan
HMI Sorot Jalan Bima-Dompu, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Angkat Bicara
Tiga Desa Pasang ‘Benteng Adat’ di Hutan Sesaot, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Zona Merah
Warga Jadi ‘Pasukan Infanteri’ Jaga Hutan Sesaot, Gubernur NTB Iqbal: Zona Merah Tak Boleh Disentuh
Hanura NTB Dipacu Menatap 2029, Rio Capella: Musuh Paling Besar Partai Itu Kemalasan
Hanura NTB Bidik Kursi DPRD di 3 Daerah Ini pada Pemilu 2029, Ternyata Ini Alasannya
Hanura NTB Siap ‘Pasang Papan Nama’ di Tiap Desa
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:13 WIB

Jalan Soromandi Bima Masuk Prioritas IJD 2026, Rp48 Miliar Bersumber dari APBN

Rabu, 2 September 2026 - 10:46 WIB

Disorot HMI dan DPRD, Pemprov NTB Buka Suara: Jalan Soromandi Masuk IJD 2026, Rp48 Miliar Disiapkan

Rabu, 2 September 2026 - 09:45 WIB

HMI Sorot Jalan Bima-Dompu, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Angkat Bicara

Rabu, 2 September 2026 - 07:16 WIB

Tiga Desa Pasang ‘Benteng Adat’ di Hutan Sesaot, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Zona Merah

Rabu, 2 September 2026 - 05:33 WIB

Warga Jadi ‘Pasukan Infanteri’ Jaga Hutan Sesaot, Gubernur NTB Iqbal: Zona Merah Tak Boleh Disentuh

Berita Terbaru