Ketua PDIP NTB Rachmat Hidayat Berdiri di Garis Depan, Dukung TGH Najamuddin Bongkar Dugaan Penyalahgunaan Dana APBD

Avatar

- Jurnalis

Senin, 27 Oktober 2025 - 15:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram-Perjuangan Anggota DPRD NTB periode 2019-2024, TGH Najamuddin Mustafa, untuk melawan Kebijakan diduga dilakukan pemerintahan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal, tampaknya tak akan berhenti.

Politisi asal Lombok Timur itu memastikan dua laporan yang dilayangkannya kini tengah diproses aparat penegak hukum, baik di Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB, Polda NTB, maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Laporan tersebut terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pergeseran dana Pokok Pikiran (Pokir) DPRD NTB dan penyalahgunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) oleh Gubernur NTB dan Kepala BPKAD.

Najamuddin mengaku semakin optimistis karena perjuangannya kini didukung penuh oleh Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, Rachmat Hidayat, yang turut memberikan data-data penting untuk memperkuat laporan tersebut.

“Dengan kini semua lembaga negara telah bergerak menindaklanjuti laporan saya, saya mengacungi jempol atas bantuan Ketua DPD PDI Perjuangan NTB yang mendukung penuh gerakan ini,” ujar Najamuddin dalam keterangan yang diterima media ini. Kamis (27/10/2025).

Najamuddin memuji Rachmat sebagai sosok pemimpin partai yang tegas, istiqomah, dan berani mengawal kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah tanpa kompromi terhadap praktik-praktik korup, kolutif, dan nepotistik.

“Kalau mau jujur, dalam perjalanan saya hanya Rachmat dan PDI Perjuangan yang konsisten, satu-satunya partai di NTB yang selaras antara ucapan dan perbuatan,” tegasnya.

Baca Juga :  Gubernur NTB 'Cukur' Struktur OPD, Demi Rakyat dan Digitalisasi Total

Najamuddin mengaku awalnya berjuang sendiri dan sempat dicibir banyak pihak atas langkah beraninya melawan kebijakan yang dianggap menyimpang. Namun kini, dengan keseriusan aparat menindaklanjuti laporannya, cibiran itu berubah menjadi pembenaran.

“Maka, untuk membayar janji, saya dan keluarga akan memilih PDI Perjuangan di Pemilu 2029. Saya akan keliling NTB untuk menjelaskan kepada rakyat bahwa tudingan keji terhadap PDI Perjuangan tidak benar. Hanya PDI Perjuangan yang konsisten memperjuangkan kebenaran dan peduli rakyat,” tegas Najamudin.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, Rachmat Hidayat, menegaskan bahwa sikap kritis dan konsisten merupakan bagian dari ajaran Ketua Umum Megawati Soekarnoputri kepada seluruh kader partai.

“Konsisten itu harus dibarengi dengan sikap konstruktif, korektif, dan obyektif. Jika kebijakan pemerintah baik, maka katakan baik. Namun jika melenceng, kader wajib kritis dengan data yang kuat,” tegas Rachmat dalam keterangan yang diterima media ini.

Anggota DPR RI Dapil NTB II (Pulau Lombok) itu menjelaskan, sikap tegasnya bukan hal baru. Sejak menjabat Pimpinan DPRD Lombok Timur (1982-1996) hingga Pimpinan DPRD NTB (1999-2009), ia selalu mengedepankan koreksi terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro-rakyat.

Menurutnya, prinsip itu pula yang membuat PDI Perjuangan selalu bertahan di posisi dua besar di NTB, di bawah Partai Golkar.

Baca Juga :  1,5 Tahun Berjalan, Gubernur NTB Terus Benahi Mesin Pemerintahan

“Jadi jangan heran kalau sekarang empat anggota DPRD NTB dari PDIP mengajukan nota keberatan terhadap APBD. Itu juga saya lakukan saat menjadi pimpinan DPRD, karena saya tahu ada yang salah dalam proses pembahasan APBD,” ujarnya lantang.

Rachmat menilai langkah yang dilakukan TGH Najamuddin Mustafa merupakan bentuk perlawanan terhadap pemerintahan yang melenceng dari kepentingan rakyat.

“Saya akan membela Najamuddin karena dia membela kepentingan rakyat, bukan penguasa yang semena-mena dan angkuh pada rakyatnya,” tegas Rachmat.

Ia menambahkan, laporan Najamuddin ke aparat hukum merupakan teguran moral dan politik terhadap perilaku kepemimpinan yang sewenang-wenang.

“Kalau pemerintahan saat ini lurus, tentu tidak akan ada kegaduhan seperti sekarang. Tapi karena APBD dibelokkan dari kepentingan rakyat, maka PDIP akan berdiri di barisan rakyat,” ujarnya tegas.

Rachmat memastikan bahwa PDI Perjuangan akan tetap konsisten membela kepentingan rakyat NTB, bukan untuk kepentingan pribadi maupun golongan tertentu.

“Pemerintahan yang sesuai jalur akan kami dukung. Tapi kalau mengabaikan hak rakyat, kami akan jadi garda terdepan melawannya dengan sikap korektif, konstruktif, dan obyektif disertai data-data pendukung,” tandas Rachmat Hidayat.

 

Berita Terkait

Kurma Tropis NTB Dilirik Murung Raya, BRIDA NTB Siapkan Kajian hingga Pengembangan Bibit Unggul
Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Ditertibkan, Fakhruddin Rob Minta Aspirasi Rakyat Tak Dikorbankan
Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Tak Bisa Dieksekusi Tahun Ini, Ini Alasannya
Miq Iqbal Pasang Target Baru, Semua RS Pemprov NTB Wajib Punya Petugas Bahasa Isyarat
Polisi Gerebek Target Operasi di Dompu, Ini Lokasinya! Dua Pria dan Sabu 23,04 Gram Diamankan
Polisi Sisir Kampung Narkoba Karang Bagu Mataram, 19 Pria Diamankan, 4,74 Gram Sabu Disita
PDIP NTB Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Syariah Berujung Keputusan Bulat
Matadata Institute Siapkan 25 Rekomendasi untuk Pemerintahan Iqbal-Dinda, Ini Fokusnya
Berita ini 79 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Kurma Tropis NTB Dilirik Murung Raya, BRIDA NTB Siapkan Kajian hingga Pengembangan Bibit Unggul

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Ditertibkan, Fakhruddin Rob Minta Aspirasi Rakyat Tak Dikorbankan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:06 WIB

Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Tak Bisa Dieksekusi Tahun Ini, Ini Alasannya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Miq Iqbal Pasang Target Baru, Semua RS Pemprov NTB Wajib Punya Petugas Bahasa Isyarat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 05:03 WIB

Polisi Gerebek Target Operasi di Dompu, Ini Lokasinya! Dua Pria dan Sabu 23,04 Gram Diamankan

Berita Terbaru