Misi Nol Kemiskinan Ekstrem Ala Iqbal-Dinda: Siapkan ‘Desa Berdaya’ untuk Ubah Hidup 7.225 Kepala Keluarga NTB

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 14:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat di bawah kepemimpinan Gubernur H. Muhammad Iqbal dan Wakil Gubernur Hj. Indah Dhamayanti Putri (Iqbal-Dinda) meluncurkan program Desa Berdaya sebagai strategi besar menuju Misi nol Kemiskinan Ekstrem di Bumi Gora. Program ini menargetkan 7.225 Kepala Keluarga (KK) untuk keluar dari jerat kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi, sosial, dan pendidikan di tingkat desa.

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat langkah strategis dalam menekan angka kemiskinan ekstrem melalui Program Desa Berdaya, sebuah inisiatif unggulan yang dirancang untuk membangun kemandirian desa dan memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) NTB, Yusron Hadi, S.T., M.T., menegaskan pentingnya komunikasi publik dan transparansi sebagai kunci keberhasilan program tersebut.

“Desa Berdaya bukan sekadar proyek, tetapi kanal sinergi lintas sektor yang menyalurkan berbagai program pembangunan langsung ke desa. Seluruh hasil verifikasi lapangan akan dibuka transparan agar publik mengetahui sejauh mana kemajuan program ini,” ujar Yusron dalam kegiatan Bincang Kamisan di UPT Layanan Digital, Kompleks Kantor Gubernur NTB. Kamis 23 (23/10/2025).

Baca Juga :  Pos Pengawasan Ternak Dompu Dibubarkan, Badko HMI Bali Nusra: Sumber PAD Ratusan Juta Dilenyapkan, Ada Apa dengan Kadis?

Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi fondasi penting agar masyarakat ikut mengawal jalannya program. Pemerintah Provinsi NTB menargetkan seluruh proses pendataan dan pemetaan potensi desa rampung pada akhir tahun 2025.

Dengan dukungan lintas pihak pemerintah, swasta, akademisi, hingga komunitas Program Desa Berdaya diharapkan menjadi fondasi kuat menuju NTB tanpa kemiskinan ekstrem dan desa yang mandiri secara ekonomi dan sosial.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) NTB, Lalu Hamdi, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa Desa Berdaya merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam membangun pusat pertumbuhan ekonomi berbasis desa.

“Program ini difokuskan untuk mengentaskan kemiskinan, mewujudkan kemandirian pangan, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Menurut Lalu Hamdi, program ini dikembangkan melalui dua pendekatan utama yakni Desa Berdaya Tematik dan Desa Berdaya Transformatif. Pendekatan tematik mencakup 1.166 desa dan kelurahan di seluruh NTB dengan fokus penguatan potensi sesuai tema seperti pertanian, pariwisata, kesehatan, dan lingkungan. Sedangkan pendekatan transformatif menyasar 106 desa dengan tingkat kemiskinan ekstrem tertinggi, di mana tahap pertama tahun 2026 akan mengintervensi 40 desa dan mendampingi sekitar 7.225 kepala keluarga.

Baca Juga :  Musda ke-XIII, Pemprov NTB Tetap Mendukung Kegiatan Pramuka

“Pendamping desa menjadi ujung tombak. Mereka tidak hanya mendata, tetapi juga mengedukasi dan mendampingi keluarga miskin agar menemukan potensi usaha yang sesuai. Dua tahun ke depan, kami ingin keluarga miskin ekstrem benar-benar keluar dari garis kemiskinan,” tegasnya.

Kepala Bappeda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si., menambahkan bahwa Desa Berdaya merupakan platform integratif yang menyatukan seluruh program pembangunan lintas sektor mulai dari pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga mitra swasta.

“Program ini tidak hanya berorientasi pada bantuan sosial, tetapi juga pada proses graduasi, yakni transisi keluarga miskin dari kondisi rentan menuju kemandirian sosial dan ekonomi,” jelasnya.

Iswandi menyebutkan, program Desa Berdaya dibangun di atas empat pilar utama yakni perlindungan sosial, pengembangan mata pencaharian, pemberdayaan sosial, dan inklusi keuangan.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan digitalisasi desa, Pemprov NTB ingin memastikan setiap intervensi pembangunan tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Relawan MBG Dompu Mengaku Dipecat, Ketua Satgas NTB Ingatkan Mitra dan Yayasan
PWI NTB di Bawah Kepemimpinan Iklil-Arul Cetak Sejarah, Gelar UKW Mandiri Terbesar
3 Ahli Nilai Postingan Badai NTB Tak Langgar Pencemaran Nama Baik
Relawan MBG Dompu Mengaku Dipecat Mendadak, BGN Diminta Bongkar Tata Kelola SPPG
Musda V Demokrat NTB Ditunda, 18 September Batal Digelar, Ini Alasannya
DPP Terbitkan Surat Musda Demokrat NTB, Dijadwalkan 18 September
Dugaan Perselingkuhan Anggota DPRD Dompu Masuk Ranah Partai, Bisa Berujung PAW
Daun Kelor Mengubah Nasib Anak Pelosok Dompu hingga Tembus Pasar Internasional
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 13:40 WIB

Relawan MBG Dompu Mengaku Dipecat, Ketua Satgas NTB Ingatkan Mitra dan Yayasan

Minggu, 13 September 2026 - 21:44 WIB

PWI NTB di Bawah Kepemimpinan Iklil-Arul Cetak Sejarah, Gelar UKW Mandiri Terbesar

Minggu, 13 September 2026 - 20:13 WIB

3 Ahli Nilai Postingan Badai NTB Tak Langgar Pencemaran Nama Baik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Relawan MBG Dompu Mengaku Dipecat Mendadak, BGN Diminta Bongkar Tata Kelola SPPG

Minggu, 13 September 2026 - 16:31 WIB

Musda V Demokrat NTB Ditunda, 18 September Batal Digelar, Ini Alasannya

Berita Terbaru

Tiga Ahli Yang Dihadirkan Tim Advokat Bersama Badai NTB Saat Mengikuti Persidangan Kasus ITE di Pengadilan Negeri Raba Bima, Jumat (11/9/2026).

Hukum & Kriminal

3 Ahli Nilai Postingan Badai NTB Tak Langgar Pencemaran Nama Baik

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:13 WIB