Mendikdasmen RI Tegur Daerah Soal Data Fiktif Sekolah, Gubernur NTB: Dapodik Harus Faktual, Jangan ‘Di-Make Up’

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 13:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, menegaskan pentingnya pembaruan dan keakuratan data sarana-prasarana (sarpras) sekolah sebagai dasar perumusan kebijakan pendidikan nasional yang tepat sasaran.

“Masalah kerusakan sarana dan prasarana memang telah menjadi persoalan nasional. Angka-angkanya menunjukkan banyak hal yang perlu kita benahi. Karena itu, saya meminta agar kerusakan sarpras didata secara akurat,” tegas Abdul Mu’ti dalam Rapat Koordinasi Bersama Kepala Daerah se-NTB bertema ‘Sinkronisasi Penyelenggaraan Urusan Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Non-Formal’ di Kantor Pusat Bank NTB Syariah, Selasa (21/10).

Ia mengungkapkan bahwa masih banyak data pada Dapodik (Data Pokok Pendidikan) yang tidak akurat, salah satunya karena adanya dorongan untuk mengejar nilai akreditasi atau kesalahan dalam pengelolaan dana BOS.

Baca Juga :  NTB Makmur Mendunia Meninggal Dunia: Requiem atas Janji yang Dikhianati

Menanggapi hal tersebut, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menekankan pentingnya pemutakhiran data Dapodik secara faktual dan transparan sebagai pijakan utama kebijakan pendidikan daerah.

“Kita perlu melakukan pemutakhiran Dapodik ini secara serius karena semua kebijakan bermula dari Dapodik. Prioritas kita dalam dua bulan ke depan, sampai akhir 2025, tolong Dapodik dimutakhirkan segera. Faktual saja, tidak perlu ‘di-make up’, karena ini akan menjadi dasar kebijakan kita ke depan,” ujar Gubernur Iqbal menegaskan.

Dalam kesempatan itu, Mendikdasmen juga memaparkan arah kebijakan pendidikan nasional yang berfokus pada revitalisasi sekolah negeri dan swasta, perbaikan tata kelola tenaga pendidik, penguatan kompetensi lulusan SMK, serta penurunan angka putus sekolah melalui model sekolah satu atap dan pembelajaran jarak jauh berbasis modul.

Baca Juga :  Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar

Gubernur Iqbal menambahkan bahwa dukungan pemerintah pusat sangat penting untuk memperkuat pelaksanaan program prioritas pendidikan di NTB.

“Harapan kita, melalui diskusi ini kita bisa melihat peluang dukungan di tengah kondisi fiskal daerah yang terbatas, agar program-program prioritas nasional tetap dapat terlaksana,” ungkapnya.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani, Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda, Ketua TP PKK NTB Sinta M. Iqbal, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, Wakil Bupati Sumbawa Mohamad Ansori, dan Wakil Bupati Dompu Syirajuddin.

Berita Terkait

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan
Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat
NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya
Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak
Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan
Kongres Internasional Bahasa Sasak Dorong Reformasi, dari Bahasa Sehari-hari Menuju Bahasa Ilmu
Wagub NTB Buka Kongres Internasional I Bahasa Sasak di Momentum Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda ke-98, 15 Pemuda Pelopor NTB Raih Penghargaan, Ini 5 Nama ke Seleksi Nasional
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:36 WIB

NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan

Berita Terbaru