Kebijakan Baru Ekonomi NTB, Gubernur Iqbal Fokus pada Pertanian dan Pariwisata, Bukan Tambang

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 17 Oktober 2025 - 12:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan arah baru pembangunan ekonomi daerah yakni fokus pada sektor pertanian dan pariwisata. Pesan tegas itu ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi Tugas Percepatan Investasi Provinsi NTB yang digelar di Kantor Pusat Bank NTB Syariah, Kamis (16/10).

“Investasi di sektor tambang itu dampaknya terhadap daya beli masyarakat tidak terlalu besar. Tapi beda dengan sektor pertanian dan pariwisata ini riil dampaknya terhadap daya beli,” tegas Iqbal dengan nada meyakinkan.

Menurutnya, bukan berarti sektor tambang harus ditinggalkan. Namun, pemerintah daerah perlu mengalihkan fokus dan energi pada sektor yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, seperti pertanian, perikanan, kelautan, agroforestri, hilirisasi hasil tani, serta pariwisata. Semua itu sejalan dengan visi besar NTB Makmur Mendunia.

Baca Juga :  MotoGP Mandalika, 160 Tenaga Medis Siaga, 12 Ambulans dan Helikopter Disiapkan

“Kita memberikan fokus kepada sektor pertanian dan sektor pariwisata. Dua sektor yang menjadi pilar dalam visi misi Provinsi NTB,” ujarnya menegaskan arah prioritas pembangunan daerah.

Iqbal juga menyoroti tiga isu krusial yang kerap menghambat investasi yakni kepastian hukum, kesiapan sosial masyarakat, dan perizinan. Dari ketiganya, perizinan adalah aspek paling bisa dikendalikan pemerintah daerah.

“Nah, dari tiga isu ini, yang bisa sepenuhnya berada di tangan kita itu isu perizinan. Jadi kalau kita mau mempercepat investasi, kita harus proaktif dan memaksimalkan di sektor ini,” ujarnya lugas.

Baca Juga :  Duka di Polda NTB: Salat Gaib dan Doa untuk 3 Polisi Gugur di Lampung

Selain reformasi perizinan, Gubernur juga menekankan pentingnya membangun ekosistem investasi yang ramah dan kondusif. Mulai dari infrastruktur dasar seperti jalan, pengelolaan sampah, hingga air bersih semua harus disiapkan agar investor merasa aman dan nyaman menanamkan modalnya di NTB.

Tak kalah penting, ia mengingatkan agar semua investor lokal, nasional, maupun mancanegara mendapat perlakuan setara. Hal itu menjadi kunci kepercayaan dan kesinambungan investasi jangka panjang di NTB.

“Kalau kita ingin investor percaya, maka pemerintah daerah harus adil dan proaktif. Investasi bukan sekadar proyek, tapi soal masa depan ekonomi masyarakat NTB,” tutup Gubernur Iqbal.

Berita Terkait

Gaji ASN Terancam Dialihkan ke Koperasi Merah Putih, Bank NTB Syariah Siapkan Langkah Antisipasi
Tragedi Pembacokan Udayana Jadi Peringatan Keras, Kapolda NTB Minta Orang Tua Awasi Pergaulan Anak
Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan
NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya
Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak
Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan
Kongres Internasional Bahasa Sasak Dorong Reformasi, dari Bahasa Sehari-hari Menuju Bahasa Ilmu
Wagub NTB Buka Kongres Internasional I Bahasa Sasak di Momentum Sumpah Pemuda
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Gaji ASN Terancam Dialihkan ke Koperasi Merah Putih, Bank NTB Syariah Siapkan Langkah Antisipasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:39 WIB

Tragedi Pembacokan Udayana Jadi Peringatan Keras, Kapolda NTB Minta Orang Tua Awasi Pergaulan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:36 WIB

NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan

Berita Terbaru