Dana BTT Rp500 Miliar Menguap, Tersisa Rp16 Miliar-Ketua DPRD NTB Desak Sekda Harus Bicara Jujur ke Rakyat

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 8 Oktober 2025 - 15:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemprov NTB senilai Rp500 miliar kini menyisakan hanya Rp16 miliar di APBD Perubahan 2025. Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda, mendesak Sekda selaku Ketua TAPD untuk berbicara jujur dan terbuka kepada rakyat soal ke mana larinya uang ratusan miliar itu. Publik berhak tahu, jangan ada yang ditutup-tutupi.

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda mendesak Sekda NTB selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait penggunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) senilai Rp500 miliar, yang kini tersisa hanya Rp16,4 miliar di APBD Perubahan 2025.

Menurut Isvie, polemik dan kegaduhan yang berkembang di masyarakat muncul karena belum ada penjelasan resmi dan menyeluruh dari pemerintah daerah mengenai ke mana alokasi Rp484 miliar lebih dana BTT tersebut digunakan.

“Saya kira Pak Sekda selaku Ketua TAPD Pemprov NTB harus menjelaskan dengan detail penggunaan dana BTT. Jadi, munculnya kegaduhan ini karena belum ada penjelasan yang disampaikan secara jelas hingga kini,” ujar Isvie kepada wartawan, Selasa (7/10) dalam keterangan yang diterima media ini.

Baca Juga :  Jelang Pilkada, Kafe Remang-remang di Kota Mataram Jadi Sasaran Rajia

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, pemerintah daerah sebenarnya sudah sempat memaparkan penggunaan dana BTT dalam sidang paripurna DPRD NTB beberapa waktu lalu. Namun, penjelasan tersebut dinilainya belum komprehensif dan masih menyisakan banyak pertanyaan.

Apalagi, kata Isvie, dalam dana BTT itu terdapat dua kali pergeseran anggaran, sementara dokumen laporan lengkapnya belum sempat dibacanya lantaran gedung DPRD NTB terbakar akibat aksi unjuk rasa mahasiswa beberapa waktu lalu.

“Wajarlah kalau kini banyak masyarakat yang menghendaki penjelasan secara utuh dan lengkap soal penggunaan dana BTT. Saya juga termasuk yang belum sempat membaca laporan pergeseran anggaran yang masuk ke BTT karena kantor dewan terbakar bersama dokumen di ruangan saya,” jelasnya.

Menanggapi usulan sejumlah pihak agar DPRD NTB menggunakan hak politiknya dalam menyikapi persoalan tersebut, Isvie mengaku belum memikirkan langkah itu. Ia menegaskan, penggunaan hak seperti hak angket atau hak interpelasi tidak bisa dilakukan secara sepihak, tetapi harus dibahas bersama seluruh fraksi dan anggota DPRD NTB.

Baca Juga :  Mudik Gratis Gubernur NTB: Ratusan Mahasiswa dan Masyarakat Terbantu, IMBI Sampaikan Apresiasi

“Kalau DPRD itu punya mekanisme dan enggak bisa sendiri-sendiri ini maunya si A atau si B  tapi harus persetujuan semua anggota DPRD NTB. Dan yang mendesak sekarang, ya harus dijelaskan ke publik, dan itu harus Pj Sekda yang melakukannya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Isvie menuturkan bahwa pergeseran anggaran merupakan kewenangan gubernur, dan sejauh ini pihak eksekutif telah melaporkan dua kali pergeseran tersebut kepada pimpinan DPRD. Namun, lagi-lagi ia mengaku belum sempat mempelajari dokumennya akibat insiden kebakaran gedung dewan.

“Saya akui saya enggak sempat membacanya. Ini karena dokumen dua kali pergeseran itu terbakar terlebih dahulu,” tandas Isvie Rupaeda.

Terpisah, Pj Sekda NTB Lalu Mohamad Faozal yang dihubungi media ini, belum mendapatkan tanggapan, hingga berita ini diterbitkan.

 

Berita Terkait

Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat
Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri
TGB Ingatkan Bahaya Ghibah, Tekankan Etika Sosial dalam Halalbihalal NWDI di Mataram
Halalbihalal NWDI Jadi Panggung Konsolidasi, Pemprov NTB Dorong Kolaborasi Percepat Pembangunan
Di Hadapan RKB-WRKB Pulau Lombok, Wagub NTB Serukan Gotong Royong: Bangun Daerah dari Kita, Oleh Kita, untuk Kita
Ribuan Warga Bima Padati UIN Mataram, Ketua RKBPL Dorong Ekonomi Mandiri Berbasis Gotong Royong
Qori Cilik Juara Internasional Tampil, Halalbihalal dan Pelepasan Jamaah Calon Haji RKB Pulau Lombok Kian Khusyuk
KONI NTB Rapatkan Barisan, Matangkan Slot Atlet dan Nomor Unggulan Jelang Porprov 2026
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 18:32 WIB

Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat

Minggu, 19 April 2026 - 18:05 WIB

Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri

Minggu, 19 April 2026 - 15:13 WIB

TGB Ingatkan Bahaya Ghibah, Tekankan Etika Sosial dalam Halalbihalal NWDI di Mataram

Minggu, 19 April 2026 - 14:01 WIB

Halalbihalal NWDI Jadi Panggung Konsolidasi, Pemprov NTB Dorong Kolaborasi Percepat Pembangunan

Minggu, 19 April 2026 - 13:24 WIB

Di Hadapan RKB-WRKB Pulau Lombok, Wagub NTB Serukan Gotong Royong: Bangun Daerah dari Kita, Oleh Kita, untuk Kita

Berita Terbaru

Terlihat Terduga Pelaku bersama Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan seorang ayah di Desa Tamansari, Lombok Barat.

Hukum & Kriminal

Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri

Minggu, 19 Apr 2026 - 18:05 WIB