Dari Aspirasi ke Dugaan Korupsi: Jaksa Selidiki Pokir Rp60 Miliar DPRD Bima

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 26 September 2025 - 03:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Bima- Kasus dugaan korupsi dana pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Bima tahun anggaran 2025 mulai ditelisik aparat penegak hukum. Kejaksaan Negeri (Kejari) Bima telah membentuk tim khusus untuk menelusuri dugaan penyalahgunaan dana miliaran rupiah tersebut.

Kasi Pidsus Kejari Bima, Catur Hidayat, mengatakan pihaknya sudah memulai pengumpulan data dan keterangan.
“Kami telah tindaklanjuti Lapdu (laporan pengaduan) warga,” ujarnya, Kamis (25/9).

Menurut Catur yang akrab disapa Yabo, tim penyelidik akan meminta keterangan dari berbagai pihak, termasuk pimpinan dewan, anggota penerima Pokir, hingga pejabat Pemkab Bima.

“Kasus ini masih puldata (pengumpulan data) dan pulbaket (pengumpulan bahan keterangan),” jelasnya.

Meski begitu, Yabo belum mengungkap nama-nama yang bakal dipanggil.
“Kami belum bisa sampaikan karena masih puldata dan pulbaket,” terangnya.

Dugaan penyalahgunaan dana Pokir DPRD Kabupaten Bima dilaporkan sekelompok warga pada Senin (29/7). Pelapor menyoroti alokasi anggaran Rp60 miliar yang dinilai tidak transparan dan sarat praktik pengaturan fee proyek, alih-alih benar-benar untuk kebutuhan masyarakat.

Selain Pokir, DPRD Bima juga diketahui menikmati kenaikan anggaran dalam APBD 2025 hasil pergeseran. Belanja gaji dan tunjangan naik dari Rp21 miliar menjadi Rp22 miliar. Rinciannya antara lain:

1. Uang representasi tetap Rp1 miliar

2. Tunjangan jabatan Rp1,4 miliar

3. Tunjangan komunikasi intensif pimpinan dan anggota dewan Rp5,2 miliar

4. Tunjangan reses Rp1,2 miliar

5. Tunjangan kesejahteraan Rp6 miliar

6. Tunjangan perumahan Rp5,9 miliar

7. Tunjangan transportasi naik dari Rp5,9 miliar menjadi Rp6 miliar

Sementara itu, Kepala Bappeda Bima Taufik menyebut Pemkab Bima memang sudah mengalokasikan Rp60 miliar untuk mengakomodir Pokir DPRD.

“Dari anggaran yang disiapkan pemda, masing-masing dewan akan dapat jatah sesuai kesepakatan internal mereka. Berapa per anggota dewan, mereka sendiri dan sekretariat yang mengetahuinya,” katanya.

Ia menegaskan dana itu disalurkan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) yang ditunjuk sebagai pelaksana anggaran.

“Untuk pembelanjaan sudah ditetapkan pemerintah. Termasuk pembelanjaan dewan, kami sudah ingatkan harus belanja untuk kebutuhan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, pertanian, peternakan, dan sejenisnya,” tegas Taufik.

 

Berita Terkait

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit
Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri
Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif
Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen
Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern
Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB
100 Mahasiswa Pertanian Unram Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Ekspor NTB Tembus Rp6,94 Triliun, Daya Tukar Petani Menguat, Produksi Padi dan Jagung Naik
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:45 WIB

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern

Berita Terbaru