Gas LPG 3 Kg Langka! Senator Mirah Semprot Pemerintah, Minta NTB Jadi Prioritas Nasional

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 24 Juni 2025 - 19:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Anggota DPD RI Dapil NTB, Mirah Midadan Fahmid, angkat bicara terkait kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang belakangan meresahkan masyarakat di sejumlah wilayah Pulau Lombok. Ia menilai perlu adanya pengawasan lebih ketat dalam sistem distribusi gas bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

“Menanggapi kelangkaan elpiji 3 kg yang sempat meresahkan masyarakat di sejumlah wilayah Pulau Lombok, saya menegaskan pentingnya pengawasan yang ketat terhadap jalur distribusi gas bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak berhak,” ujar Mirah dalam pernyataannya, Selasa (24/6/2025).

Baca Juga :  Kualitas Pendidikan NTB Hanya 36,80, Jauh di Bawah Nasional, Senator Mirah Sebut TKA Alarm Serius

Mirah meminta Kementerian ESDM bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk menjadikan NTB, khususnya Pulau Lombok, sebagai wilayah prioritas dalam evaluasi distribusi energi bersubsidi secara nasional.

Menurutnya, daerah kepulauan seperti NTB memiliki tantangan geografis dan kerentanan logistik yang berbeda dibanding daerah daratan, sehingga memerlukan sistem distribusi yang lebih responsif.

Baca Juga :  Willgo Zainar Kembali Pimpin HKTI NTB, Siap Perkuat Transformasi Pertanian Modern

“Kita tidak bisa menyamaratakan distribusi energi seperti di Jawa. NTB perlu pendekatan logistik yang menyesuaikan dengan kondisi geografis dan kepadatan penduduk agar subsidi benar-benar dirasakan oleh masyarakat kecil,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret agar persoalan kelangkaan elpiji tidak kembali terulang, terutama menjelang momentum-momentum penting seperti hari raya dan musim panen yang biasanya berdampak pada kebutuhan energi rumah tangga.

Berita Terkait

Jalan Soromandi Bima Masuk Prioritas IJD 2026, Rp48 Miliar Bersumber dari APBN
Disorot HMI dan DPRD, Pemprov NTB Buka Suara: Jalan Soromandi Masuk IJD 2026, Rp48 Miliar Disiapkan
HMI Sorot Jalan Bima-Dompu, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Angkat Bicara
Tiga Desa Pasang ‘Benteng Adat’ di Hutan Sesaot, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Zona Merah
Warga Jadi ‘Pasukan Infanteri’ Jaga Hutan Sesaot, Gubernur NTB Iqbal: Zona Merah Tak Boleh Disentuh
Hanura NTB Dipacu Menatap 2029, Rio Capella: Musuh Paling Besar Partai Itu Kemalasan
Hanura NTB Bidik Kursi DPRD di 3 Daerah Ini pada Pemilu 2029, Ternyata Ini Alasannya
Hanura NTB Siap ‘Pasang Papan Nama’ di Tiap Desa
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:13 WIB

Jalan Soromandi Bima Masuk Prioritas IJD 2026, Rp48 Miliar Bersumber dari APBN

Rabu, 2 September 2026 - 10:46 WIB

Disorot HMI dan DPRD, Pemprov NTB Buka Suara: Jalan Soromandi Masuk IJD 2026, Rp48 Miliar Disiapkan

Rabu, 2 September 2026 - 09:45 WIB

HMI Sorot Jalan Bima-Dompu, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Angkat Bicara

Rabu, 2 September 2026 - 07:16 WIB

Tiga Desa Pasang ‘Benteng Adat’ di Hutan Sesaot, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Zona Merah

Rabu, 2 September 2026 - 05:33 WIB

Warga Jadi ‘Pasukan Infanteri’ Jaga Hutan Sesaot, Gubernur NTB Iqbal: Zona Merah Tak Boleh Disentuh

Berita Terbaru