Curhat di Unesa, Gubernur Iqbal Akui Beratnya Jadi Pemimpin NTB, Minta Kampus Bantu Cari Solusi

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 18 Juni 2025 - 02:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Surabaya – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menegaskan keseriusannya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang berbasis ilmu pengetahuan dan data. Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Gubernur NTB saat memberikan kuliah tamu dalam rangkaian penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemprov NTB dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Selasa (18/6).

“Ke depan, kami akan banyak bergandengan dengan kalangan kampus. Kami percaya bahwa pemerintah harus duduk bersama dan bekerja bersama dengan para ilmuwan. Pemerintahan modern harus berjalan berbasis keilmuan, berbasis data,” tegas Gubernur dalam sambutannya.

Dalam kesempatan yang sama, Pemprov NTB juga resmi menjalin kerja sama dengan dua perguruan tinggi ternama di Jawa Timur yakni Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Kolaborasi ini mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Baca Juga :  HUT Dompu Ke-210: LAMDO Siap Jadi Pendukung Sekaligus Pengawal, Bambang-Syirajuddin Wajib Ukir Sejarah

Gubernur menekankan pentingnya membangun tata kelola pemerintahan yang kolaboratif dengan melibatkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis. Ia juga menyampaikan harapannya agar kampus-kampus lain, seperti Universitas Airlangga (Unair), ikut berperan aktif sebagai penyedia solusi (solution provider) atas berbagai tantangan pembangunan di NTB.

“Setelah saya masuk ke dalam pemerintahan, ternyata persoalannya jauh lebih banyak dari yang saya bayangkan. Para birokrat sibuk dengan rutinitas harian, sehingga sulit menyusun kajian yang mendalam, terutama yang sifatnya terapan. Di sinilah peran penting kampus,” ungkapnya.

Baca Juga :  Mandulnya OJK dalam Skandal Kredit Macet Bank NTB Syariah

Ia turut menyoroti potensi besar NTB di sektor sumber daya alam, mulai dari cadangan emas hingga kekayaan laut. Namun, di sisi lain, NTB masih menghadapi tantangan untuk keluar dari status sebagai salah satu provinsi dengan tingkat kemiskinan tinggi di Indonesia.

“Saya kira sudah saatnya NTB mulai merancang tata kelola masa depannya secara ilmiah. Karena itu, kami sangat terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama dengan perguruan tinggi,” pungkasnya.

Berita Terkait

Nama Gubernur NTB Ikut Terseret di Sidang Kasus Dana Siluman DPRD, Publik Tuntut Klarifikasi Terbuka dan Dihadirkan di Persidangan
DPR RI Turun ke NTB, Penegakan Hukum Disorot di Tengah Sidang Kasus Dana Siluman DPRD
NTB Jadi Kiblat Baru Ekonomi Syariah Nasional, BPRS Tampil Perkasa di Tengah Krisis
Darurat! Ribuan Siswa di Lombok Utara ‘Dikepung’ Iklan Rokok Murah, Riset IYCTC Bongkar Fakta Mencengangkan
DPW PBB NTB Bantah Pembekuan, Sebut SK Cacat Hukum, Kepengurusan Nadirah Tetap Jalan
Sidang Gratifikasi DPRD NTB Disorot, TGH Najamudin Minta Gubernur dan Eks Sekda Dihadirkan sebagai Saksi 
Soal Dana Siluman DPRD NTB, TGH Najamudin Sebut Sumber Gratifikasi Justru dari Kebijakan Gubernur NTB
Sidang Dana ‘Siluman’ DPRD NTB Dinilai Melenceng, TGH Najamudin: Kasus Sudah Lari dari Substansi
Berita ini 186 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 15:14 WIB

Nama Gubernur NTB Ikut Terseret di Sidang Kasus Dana Siluman DPRD, Publik Tuntut Klarifikasi Terbuka dan Dihadirkan di Persidangan

Selasa, 21 April 2026 - 20:56 WIB

DPR RI Turun ke NTB, Penegakan Hukum Disorot di Tengah Sidang Kasus Dana Siluman DPRD

Selasa, 21 April 2026 - 18:53 WIB

NTB Jadi Kiblat Baru Ekonomi Syariah Nasional, BPRS Tampil Perkasa di Tengah Krisis

Selasa, 21 April 2026 - 17:07 WIB

Darurat! Ribuan Siswa di Lombok Utara ‘Dikepung’ Iklan Rokok Murah, Riset IYCTC Bongkar Fakta Mencengangkan

Selasa, 21 April 2026 - 15:33 WIB

DPW PBB NTB Bantah Pembekuan, Sebut SK Cacat Hukum, Kepengurusan Nadirah Tetap Jalan

Berita Terbaru