Dari Jotang ke Paris, Jejak Dr. Mala Dibedah Jadi Bahan Bakar Mimpi Anak-anak Sumbawa

Avatar

- Jurnalis

Senin, 16 Juni 2025 - 16:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Sumbawa Besar – Sebuah kegiatan literasi penuh makna digelar di Aula H. Madilaoe ADT, Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Senin (16/6/2025). Bedah Buku berjudul ‘Dari Sumbawa Menggapai Puncak Eiffel’  menjadi sorotan utama, diinisiasi oleh Anggota Komisi IV DPR RI, H. Johan Rosihan, S.T.

Buku yang ditulis oleh Nurdin Ranggabarani, S.H., M.H., ini mengupas perjalanan hidup Dr. H. Lalu Mala Sjarifuddin, S.H., DESS sosok luar biasa asal Desa Jotang, Kecamatan Empang. Dikenal sebagai doktor pertama asal NTB, penggagas awal ide otonomi daerah Indonesia, sekaligus mantan Duta Besar RI untuk Prancis, Dr. Mala menjadi simbol inspirasi lintas generasi.

Kegiatan ini dihadiri beragam kalangan, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, adat, akademisi, budayawan, kepala sekolah, mahasiswa, pelajar, hingga pegiat literasi. Antusiasme mereka mencerminkan betapa pentingnya mengenang dan menghidupkan kembali sejarah tokoh besar dari tanah Samawa.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., yang juga berasal dari Kecamatan Empang, menyatakan kebanggaannya atas figur Dr. Mala yang menurutnya tidak hanya jadi kebanggaan lokal, tetapi juga nasional.

Baca Juga :  Bukan Cuma Masak! Miq Iqbal Sebut SPPG Pesantren Bisa Jadi Mesin Ekonomi Umat

“Kisah beliau bukan sekadar catatan masa lalu, tapi bahan bakar harapan dan keberanian bagi anak-anak Sumbawa hari ini,” ujar Bupati.

Bupati Jarot menekankan pentingnya menjadikan buku ini sebagai bagian dari bahan ajar dan bacaan wajib di sekolah-sekolah.

“Kisah ini harus jadi literasi di sekolah. Anak-anak kita perlu tahu, dari tanah kecil di Jotang, bisa tumbuh seorang pemikir besar yang menggagas arah otonomi bangsa,” tegasnya.

Sementara itu, H. Johan Rosihan, ST, yang juga Wakil Ketua Banggar MPR RI, menyebut buku ini sebagai bukti nyata bahwa anak-anak desa tidak boleh merasa rendah diri. Ia menggarisbawahi pentingnya disertasi Dr. Mala yang ditulis dalam bahasa Prancis pada era 70-an karena kelak menjadi pondasi gagasan dalam UU No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah.

Ia juga mengaitkan semangat perjuangan Dr. Mala dengan konteks kekinian, termasuk perjuangan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa, serta memberikan apresiasi tinggi kepada sang penulis buku.

“Saya salut kepada Bang Nurdin, yang melakukan riset sampai ke Prancis untuk menyatukan potongan sejarah Dr. Mala yang sempat tercerai-berai,” ungkap Johan.

Baca Juga :  4.400 Jemaah Haji NTB Siap Berangkat, Wagub Umi Dinda Ancam Petugas: Jangan Main-main, Lansia dan Sakit Harus Dilayani Ekstra

Penulis buku, Nurdin Ranggabarani, berbagi cerita soal perjuangannya dalam menuntaskan karya ini. Ia menyebut proses penulisan sangat panjang dan menantang. Banyak dokumen sulit ditemukan, bahkan sempat ada keraguan dari keluarga Dr. Mala sendiri.

“Kalau tidak didokumentasikan, kita akan kehilangan sejarah. Dan lebih dari itu, kehilangan motivasi dan inspirasi bagi generasi kita,” tandas Nurdin.

Kegiatan bedah buku ini menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya literasi sejarah lokal. Kehadiran para tokoh lintas bidang dan generasi muda menunjukkan bahwa sosok Dr. Mala masih relevan dan inspiratif.

Dr. H. Lalu Mala Sjarifuddin lahir di Empang pada 18 November 1932. Ia menyelesaikan studi S1 di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di Paris, dan lulus dengan predikat Summa Cum Laude. Menguasai lebih dari tujuh bahasa asing serta beberapa bahasa daerah, Dr. Mala adalah jembatan hidup antara lokalitas dan globalitas dari Jotang ke Paris, dari Sumbawa untuk Indonesia.

Berita Terkait

Mangkir Dua Kali Diperiksa atas Dugaan Selingkuh dengan Menantu Wabup, Bupati Dompu Dilaporkan ke DPP Gerindra
NTB Gercep Jemput Program Pemuda ke Kemenpora, Targetkan Generasi Unggul Mendunia
637 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di NTB Jadi Sorotan, Pemprov Siapkan Aplikasi Aduan Cepat
Rem Blong di Turunan Sonto Saba Dompu, Truk Sapi Terjun ke Parit: Dua Peternak Tewas
Porprov NTB 2026 Diproyeksikan Jadi Ajang Seleksi Atlet PON 2028, Peserta Tembus 7.000 Atlet
Perencanaan Rampung Juli, Kantor DPRD NTB Dibangun Akhir 2026 dengan Anggaran Rp100 Miliar Lebih
NTB Gas Ekonomi Biru Lewat NSDL, Tapi Masih Tersandera Data dan SDM
Saat Dompet Banyak Orang Menipis, Peternak NTB Justru Masih Tebal-NTP Tembus 113,54
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 17:52 WIB

Mangkir Dua Kali Diperiksa atas Dugaan Selingkuh dengan Menantu Wabup, Bupati Dompu Dilaporkan ke DPP Gerindra

Selasa, 7 April 2026 - 15:37 WIB

NTB Gercep Jemput Program Pemuda ke Kemenpora, Targetkan Generasi Unggul Mendunia

Kamis, 2 April 2026 - 18:25 WIB

637 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di NTB Jadi Sorotan, Pemprov Siapkan Aplikasi Aduan Cepat

Kamis, 2 April 2026 - 16:27 WIB

Rem Blong di Turunan Sonto Saba Dompu, Truk Sapi Terjun ke Parit: Dua Peternak Tewas

Kamis, 2 April 2026 - 12:21 WIB

Porprov NTB 2026 Diproyeksikan Jadi Ajang Seleksi Atlet PON 2028, Peserta Tembus 7.000 Atlet

Berita Terbaru