Reviu Pemilu NTB 2024: TPS Terbakar, Pleno Dikepung, hingga Caleg Daftar Melalui Video Call dari Mekkah

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 5 Juni 2025 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – KPU Provinsi NTB menggelar forum strategis untuk mereviu pelaksanaan tahapan teknis Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024.

Ketua KPU Provinsi NTB, M. Khuwailid, membuka forum tersebut dengan menekankan pentingnya dokumentasi dan pembelajaran dari pengalaman.

“Catatan pengalaman kita semua dalam pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan tahun 2024 harus dirangkum,” ujar Khuwailid dalam keterangan yang diterima media ini, Kamis (5/06)

Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk berpikir kritis terhadap pendekatan penyelesaian masalah yang selama ini digunakan.

Sementara itu, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Provinsi NTB, Zuriati, menekankan bahwa forum ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk merefleksikan perjalanan yang telah dilaksanakan.

“Ini adalah upaya kita bersama untuk menggali hal-hal yang telah kita lakukan sebelumnya. Apakah regulasi sudah kita implementasikan dengan benar atau tidak,” terang Zuriati.

Dalam forum ini, setiap tahapan dibahas untuk mengidentifikasi praktik-praktik baik maupun kendala yang muncul selama pelaksanaan. Pada hari pertama, reviu dilakukan terhadap tahapan verifikasi partai politik, penataan daerah pemilihan, pencalonan, kampanye dan dana kampanye, pemungutan dan penghitungan suara, rekapitulasi hasil penghitungan suara, penetapan calon terpilih, serta penetapan pasangan calon terpilih.

Baca Juga :  Bawaslu NTB Gelar Rapat Evaluasi Penguatan Kelembagaan Ad-Hoc Pemilu 2024

Salah satu sorotan datang dari KPU Kabupaten Bima yang menghadapi insiden pengrusakan dan pembakaran TPS di Kecamatan Parado wilayah yang sebelumnya tidak masuk kategori rawan. Penyelenggara Pemilu setempat telah mengambil langkah lokal dengan mengundang seluruh pemangku kepentingan untuk membahas kerusuhan yang terjadi.

Di kesempatan yang sama, Ketua Divisi Sosdiklih KPU Provinsi NTB, Agus Hilman, menegaskan bahwa Sirekap dapat menjadi instrumen untuk mendisiplinkan badan adhoc dan KPU, berfungsi layaknya “CCTV” yang memantau kinerja jajaran penyelenggara Pemilu.

Pada hari kedua, reviu dari Kabupaten Sumbawa Barat mengangkat isu tentang pleno yang terganggu akibat aksi massa yang mengepung lokasi pleno dan menuntut dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kecamatan Poto Tano dan Senteluk.

Sementara itu, di Lombok Barat, reviu menyoroti kendala teknis saat proses pendaftaran pasangan calon. Ketua Partai Hanura yang saat itu berada di Mekkah tidak dapat hadir secara fisik, namun KPU melakukan verifikasi melalui video call dan menetapkan dokumen sebagai sah.

Baca Juga :  Kunjungan Kerja ke Sumbawa, Kapolda NTB Beri Bansos untuk Masyarakat

Ketua Divisi Hukum KPU Provinsi NTB, Mastur, juga menekankan pentingnya kegiatan reviu sebagai bentuk evaluasi diri bagi penyelenggara Pemilu dan Pemilihan.

“Forum ini sebagai auto kritik bagi kita selaku penyelenggara Pemilu dan Pemilihan, agar ke depan penyelenggaraan dapat berlangsung lebih baik,” pungkasnya.

Peserta reviu tahapan teknis ini terdiri dari seluruh anggota KPU Kabupaten/Kota se-Provinsi NTB, Kasubbag Teknis, serta staf KPU Kabupaten/Kota se-NTB. Forum ini dilaksanakan selama dua hari.

Beberapa poin rekomendasi dihasilkan dari kegiatan ini, antara lain penghapusan kategori Pemilih Tidak Dikenal dalam formulir rekap, serta larangan penggunaan penghapus cair pada formulir C.Hasil.

Selain itu, diusulkan pemanfaatan metode video call dan video recording sejak awal proses verifikasi faktual keanggotaan partai politik, serta penyempurnaan fitur SIPOL untuk pelacakan tindak lanjut tanggapan masyarakat.

Berita Terkait

Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan
Maluku Utara ‘Berguru’ ke NTB, Belajar Jurus Kelola Laut
Mori Hanafi Tagih Janji Pemerintah, Desak Kepastian Dana Gedung DPRD NTB 2027
ASN Dinas Pertanian NTB Disorot, Ada yang Tak Masuk Kerja hingga 93 Hari
Garnita NasDem NTB Tancap Gas, Ambil Bagian dalam Gerakan Nasional 1.500 Kakus Sekolah
Wagub NTB Sentil ASN Dinas Pertanian: Jangan Cuma Hadir di Absen, Hadirlah untuk Petani
HUT ke-15 Garnita NasDem NTB Tak Sekadar Tiup Lilin, 11 Kakus Sekolah Direstorasi
Tak Ada Niat Korupsi, Gubernur NTB Iqbal Ungkap Sistem Lemah yang Bisa Jerat Pejabat
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 01:10 WIB

Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan

Kamis, 3 September 2026 - 17:53 WIB

Maluku Utara ‘Berguru’ ke NTB, Belajar Jurus Kelola Laut

Kamis, 3 September 2026 - 17:19 WIB

Mori Hanafi Tagih Janji Pemerintah, Desak Kepastian Dana Gedung DPRD NTB 2027

Kamis, 3 September 2026 - 12:10 WIB

ASN Dinas Pertanian NTB Disorot, Ada yang Tak Masuk Kerja hingga 93 Hari

Kamis, 3 September 2026 - 11:54 WIB

Garnita NasDem NTB Tancap Gas, Ambil Bagian dalam Gerakan Nasional 1.500 Kakus Sekolah

Berita Terbaru

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB Muslim Bersama Jajaran Menerima Kunjungan Kerja Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku Utara untuk Mempelajari Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.

Pemerintahan

Maluku Utara ‘Berguru’ ke NTB, Belajar Jurus Kelola Laut

Kamis, 3 Sep 2026 - 17:53 WIB