Gubernur Iqbal ‘Curhat Ilmiah’ di Yanmu NW Praya: Santri Jangan Cuma Bisa Ngaji, Tapi Juga Ngitung Warisan

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 4 Mei 2025 - 12:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Lombok Tengah — Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menghadiri peringatan Milad ke-25 Yayasan Madrasah Unggulan Nahdlatul Wathan (Yanmu NW) Praya, sekaligus tasyakuran penamatan santri dan santriawati Tahun Pelajaran 2024/2025, di Lombok Tengah, Minggu (4/5).

Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menekankan pentingnya menjadikan ilmu sebagai jalan hidup yang utuh, tanpa dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum.

“Ilmu itu pada hakikatnya satu. Tidak ada batas antara ilmu agama dan ilmu umum. Dalam mempelajari ilmu agama, kita membutuhkan astronomi untuk menentukan awal Ramadan atau matematika untuk menghitung warisan. Sebaliknya, dalam ilmu umum, kita menemukan tanda-tanda keagungan Allah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Perda Jalan Dikritik, Aji Maman DPRD NTB: Jangan Buang Anggaran, Cukup Nota Kesepakatan

Ia mengingatkan bahwa pemisahan antara ilmu agama dan ilmu umum mulai menguat sejak abad ke-17. Padahal, para ulama terdahulu telah menegaskan pentingnya ilmu sebagai kunci kehidupan. Ia mengutip pesan klasik: “Man arāda ilā Allāh fa ‘alayhi bil-‘ilm, wa man arāda al-ākhirah fa ‘alayhi bil-‘ilm, wa man arādahumā jamī‘an fa ‘alayhi bil-‘ilm” siapa yang menginginkan Allah, akhirat, atau keduanya, maka tempuhlah jalan ilmu.

Baca Juga :  Viral Polisi Beck Up dan Jadi Bandar Narkoba di NTB, Somasi Narkoba Minta APH Bentuk Tim Pencari Fakta

Gubernur juga memberikan apresiasi tinggi kepada Ponpes Yanmu NW Praya yang terus berikhtiar mengintegrasikan ilmu agama dan umum dalam sistem pendidikannya.

“Inilah warisan luhur para pendiri pesantren yang harus terus dijaga. Saya berharap para santri yang diwisuda hari ini bisa menjadi apapun: ilmuwan, birokrat, pengusaha, bahkan pemimpin. Namun yang paling penting, karakter santri yang berakhlak, disiplin, dan mencintai ilmu harus tetap melekat di manapun mereka berada,” tegasnya.

 

 

Berita Terkait

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan
Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat
NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya
Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak
Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan
Kongres Internasional Bahasa Sasak Dorong Reformasi, dari Bahasa Sehari-hari Menuju Bahasa Ilmu
Wagub NTB Buka Kongres Internasional I Bahasa Sasak di Momentum Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda ke-98, 15 Pemuda Pelopor NTB Raih Penghargaan, Ini 5 Nama ke Seleksi Nasional
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:36 WIB

NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan

Berita Terbaru