Tak Ingin Lagi Bergantung ke Jawa, Disnakkeswan NTB Target Mandiri Produksi Embrio Sapi

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 29 April 2025 - 08:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) siap naik kelas dalam dunia peternakan! Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) NTB, Muhammad Riadi, S.P., M.Ec.Dev., menargetkan dalam tiga tahun ke depan, Balai Seminasi Buatan (BSB) NTB sudah mampu memproduksi embrio sapi unggul sendiri, tanpa bergantung pada daerah lain.

“Kalau sarana dan prasarana kita lengkap, SDM sudah siap, hanya butuh pelatihan tambahan. Tiga tahun ke depan kita bisa produksi embrio sapi sendiri di NTB,” tegas Riadi saat ditemui, selasa (29/4/2025).

Baca Juga :  Gubernur NTB Miq Iqbal Bingung dan Curhat: Usia Hampir 67 Tahun, Kok Masih Masuk 10 Termiskin?

Selama ini, NTB harus mengandalkan donor embrio dari Cipelang, Jawa Barat. Embrio-embrio tersebut dikirim ke NTB untuk ditransfer ke sapi lokal. “Jadi memang bukan di NTB selama ini pembuatan embrionya. Kita dapat kiriman dari Cipelang, lalu transfer ke sapi-sapi di sini,” ujarnya.

Baca Juga :  NTB Gaspol Energi Hijau, Miq Iqbal Gandeng Inggris Bangun Super Grid Bali-NTB-NTT dan Dorong Desa Berdaya Jadi Mesin Anti Kemiskinan

Menurut Riadi, kendala utama NTB untuk mandiri dalam produksi embrio sapi adalah minimnya sarana dan prasarana, termasuk laboratorium canggih untuk pembuatan bayi tabung sapi.

“Itu kan prosesnya diambil sel telur betina, sel jantan, dikawinkan di media, lalu disimpan layaknya bayi tabung manusia,” jelasnya bersemangat.

 

Berita Terkait

Jalan Soromandi Bima Masuk Prioritas IJD 2026, Rp48 Miliar Bersumber dari APBN
Disorot HMI dan DPRD, Pemprov NTB Buka Suara: Jalan Soromandi Masuk IJD 2026, Rp48 Miliar Disiapkan
HMI Sorot Jalan Bima-Dompu, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Angkat Bicara
Tiga Desa Pasang ‘Benteng Adat’ di Hutan Sesaot, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Zona Merah
Warga Jadi ‘Pasukan Infanteri’ Jaga Hutan Sesaot, Gubernur NTB Iqbal: Zona Merah Tak Boleh Disentuh
Hanura NTB Dipacu Menatap 2029, Rio Capella: Musuh Paling Besar Partai Itu Kemalasan
Hanura NTB Bidik Kursi DPRD di 3 Daerah Ini pada Pemilu 2029, Ternyata Ini Alasannya
Hanura NTB Siap ‘Pasang Papan Nama’ di Tiap Desa
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:13 WIB

Jalan Soromandi Bima Masuk Prioritas IJD 2026, Rp48 Miliar Bersumber dari APBN

Rabu, 2 September 2026 - 10:46 WIB

Disorot HMI dan DPRD, Pemprov NTB Buka Suara: Jalan Soromandi Masuk IJD 2026, Rp48 Miliar Disiapkan

Rabu, 2 September 2026 - 09:45 WIB

HMI Sorot Jalan Bima-Dompu, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Angkat Bicara

Rabu, 2 September 2026 - 07:16 WIB

Tiga Desa Pasang ‘Benteng Adat’ di Hutan Sesaot, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Zona Merah

Rabu, 2 September 2026 - 05:33 WIB

Warga Jadi ‘Pasukan Infanteri’ Jaga Hutan Sesaot, Gubernur NTB Iqbal: Zona Merah Tak Boleh Disentuh

Berita Terbaru