Dompu Jangan Cuma Jadi Tempat Lewat, Akademisi Bongkar Borok Pembangunan di Hadapan DPRD

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 5 April 2025 - 07:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‘Dompu Butuh Magnet’ Diskusi Kilat di DPRD Hasilkan Gagasan Dahsyat untuk Masa Depan Daerah

Dalam forum secepat kilat, bahkan nyaris lebih cepat dari durasi iklan YouTube, Wakil rakyat, Akademisi, Praktisi dan sejumlah tokoh Dompu membuktikan bahwa membahas masa depan daerah tak perlu lama-lama.

Tak perlu riset mendalam atau data valid, karena ide brilian bisa lahir dari suasana hangat ruang sidang ber-AC dan kopi sachet. Dari magnet ekonomi, magnet wisata, hingga magnet imajinasi, semua dibahas tanpa hambatan, kecuali sinyal WiFi.


SUMBAWAPOST.com, Dompu– Suasana santai di ruang kerja Ketua DPRD Dompu mendadak berubah jadi ruang taktik pembangunan. Jumat siang, 28 Maret 2025 lalu, tanpa direncanakan sebelumnya, Ketua DPRD Ir. Muttakun menggelar diskusi kilat namun padat dengan sejumlah tokoh akademik dan profesional.

Dalam waktu hanya sekitar satu setengah jam karena bertepatan dengan salat Jumat forum dadakan ini menghasilkan banyak gagasan strategis yang bisa jadi arah baru pembangunan Dompu. Turut hadir dalam diskusi itu: Dr. Syafril (Dosen Geografi Politik dan Sekretaris Rektor I UMMAT), Prof. Sutarto Sutarto (UNDIKMA), Yan Mangandar Putra, SH., MH (Praktisi Hukum), Ilyas Yasin, M.M.Pd (STKIP Yapis Dompu), Suherman (tokoh HMI dan masyarakat), serta Nasrullah (jurnalis Suara NTB).

Baca Juga :  Miq Iqbal Minta Warga NTB Jaga Kedamaian: Stabilitas Kunci Kesejahteraan, Investasi, dan Lapangan Kerja

Dompu Harus Jadi Tempat Singgah yang Wajib!

Dr. Syafril membuka diskusi dengan satu kalimat yang menggelitik: “Dompu jangan cuma jadi daerah lewatan”

Menurutnya, posisi Dompu sebagai jalur transit antara Bima dan Sumbawa justru bisa dimanfaatkan sebagai kekuatan ekonomi.

“Harus ada satu magnet: tempat ikonik yang bikin orang merasa belum lengkap kalau belum mampir di Dompu,” ujarnya.

Bangun dari Desa, Jangan Bergantung Tambang

Ia juga menyoroti ketimpangan ekonomi akibat ketergantungan berlebih pada sektor tambang.

“Kalau tambang berhenti, Dompu bisa ambruk. Kita harus belajar dari KSB dan Kalimantan. Bangun dari desa, gali potensi lokal seperti udang Hu’u, kopi Calabai, hingga surfing internasional di Tambora,” tegasnya.

Air, Anomali Iklim, dan Anak Muda

Anomali iklim yang menyebabkan kekeringan tahunan di 7 kecamatan juga jadi sorotan.

“Air itu soal hidup dan mati. Pertanian tanpa air? Nol besar,” ungkapnya serius.

Soal kenakalan remaja, ia menekankan pentingnya pendekatan komprehensif.
“Jangan semua diserahkan ke sekolah. Orang tua, masyarakat, semua harus turun tangan,”pesannya.

Arah Program Harus Selaras dengan Pusat

Syafril menegaskan bahwa keberhasilan program pembangunan sangat tergantung pada sinkronisasi antara program daerah dan nasional.

Baca Juga :  Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Benteng Demokrasi di Era Disinformasi Global

“Kalau nomenklatur tak nyambung, anggaran dari pusat tidak akan turun. Sederhana tapi fatal,” jelasnya.

Tambang dan TP2D: Stabilitas Sosial Nomor Satu

Masalah tambang disebutnya harus ditangani dengan kepala dingin dan partisipatif.

“Investor bukan cuma cari kandungan emas, tapi suasana damai. Kalau sosialnya panas, siapa pun ogah datang,” katanya.

Ia juga menyinggung Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D). Menurutnya, “TP2D harus jelas fungsi dan datanya. Kalau tidak sinkron dengan OPD, bisa bikin Bupati dan Wakil Bupati sibuk urus ‘drama internal’,” sindirnya halus.

Apresiasi dan Sindiran Lembut untuk Pemda

Syafril memberikan apresiasi atas naiknya IPM Dompu, khususnya dalam bidang kesehatan dan penanganan stunting. Tapi ia tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.

“Tahun 2022, kami para akademisi pernah beri solusi strategis, tapi seperti masuk telinga kanan keluar kiri. Padahal kami datang bukan bawa proposal proyek, tapi niat baik. Ini tanggung jawab moral kami sebagai intelektual,” ungkapnya lugas.

Dompu Butuh Tindak Lanjut, Bukan Sekadar Wacana

Diskusi ditutup dengan harapan agar ide-ide strategis ini tidak hanya berakhir di meja obrolan.

“Semoga Dompu benar-benar bangkit dan tidak hanya jadi tempat singgah, tapi tujuan,” pungkas Syafril.

Berita Terkait

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan
Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda
Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028
KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran
Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028
KONI Pusat Sebut NTB Gudangnya Atlet, PON 2028 Jadi Momentum Pembuktian
KONI NTB Jangan Terjebak Konflik, Mori Hanafi: PON 2028 Sudah di Depan Mata
Wagub Umi Dinda Buka Musorprov XIII KONI NTB, PON 2028 Jadi Tantangan Besar
Berita ini 160 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:45 WIB

KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028

Berita Terbaru