Heboh! Ditemukan Jasad Bayi Diduga Hasil Aborsi di Kosan Kota Mataram, Ibunya Asal Mbojo

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 7 Januari 2025 - 03:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram-  Jasad bayi yang diduga hasil aborsi ditemukan di sebuah kamar kos pada Senin (6/1/2025) malam. Peristiwa ini memecah suasana tenang di kawasan Karang Jangu, Kelurahan Saptamarga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, mendadak heboh setelah peristiwa tersebut.

Kapolsek Sandubaya, Kompol Imam Maladi, SIK, mengungkapkan bahwa bayi yang diperkirakan lahir prematur dalam kondisi meninggal dunia.

“Diduga dilahirkan secara paksa oleh ibunya, RAY (26), seorang perempuan asal Mbojo,”ungkapnya. Selasa (7/1/2025) dalam keterangan yang diterima media ini.

Kasus ini terungkap setelah saksi 2, pria berinisial S asal Dompu, menerima telepon dari saksi 3, seorang perempuan bernama NR, yang meminta bantuan untuk datang ke kamar kos RAY.

“Ketika S dan NR tiba di lokasi, mereka menemukan RAY dalam kondisi lemas dan mengalami pendarahan hebat,”ungkapnya.

Mengejutkannya, saksi S melihat jasad bayi tergeletak di lantai kamar kos dalam kondisi tak bernyawa.

“Melihat situasi kritis, S segera membawa RAY ke Rumah Sakit Kota Mataram untuk mendapatkan perawatan,”terangnya.

Dugaan Aborsi dengan Obat Keras

Dari keterangan pihak rumah sakit, bayi tersebut diperkirakan berusia enam bulan dalam kandungan.

“Diduga, RAY mengonsumsi obat keras tertentu untuk mempercepat proses persalinan. “Bayi dilahirkan secara paksa dengan konsumsi obat yang dapat memicu kontraksi,” ujar Kapolsek.

Kapolsek juga menambahkan bahwa proses penyelidikan telah dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polresta Mataram.

“Hingga kini, RAY masih dirawat secara intensif di rumah sakit,”katanya.

Kompol Imam Maladi menegaskan pihaknya akan mengusut tuntas kasus ini, termasuk mengidentifikasi sumber obat yang digunakan. “Kami akan mendalami lebih jauh keterlibatan pihak lain dan memastikan tindakan hukum yang sesuai,” tegasnya.

Imbauan untuk Masyarakat

Kasus ini menjadi peringatan serius tentang bahaya tindakan aborsi ilegal dan penggunaan obat keras tanpa pengawasan medis.

“Saya mengimbau masyarakat untuk selalu mencari bantuan medis jika menghadapi kehamilan yang tidak diinginkan dan tidak mengambil tindakan sendiri yang membahayakan nyawa,”pesannya.

Kini, aparat kepolisian terus menyelidiki fakta-fakta yang mengelilingi kasus ini untuk mengungkap kebenaran dan memberikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.

Berita Terkait

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit
Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri
Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif
Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen
Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern
Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB
100 Mahasiswa Pertanian Unram Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Ekspor NTB Tembus Rp6,94 Triliun, Daya Tukar Petani Menguat, Produksi Padi dan Jagung Naik
Berita ini 243 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:45 WIB

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern

Berita Terbaru