Pemprov NTB Jajaki Kerjasama dengan Perwakilan Dagang Pemerintah Belanda

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 5 September 2024 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPost, Mataram – Penjabat (Pj) Gubernur NTB Hassanudin yang diwakili oleh Sekretaris Daerah H. Lalu Gita Ariadi, menerima audiensi Netherlands Business Suport Office (NBSO)/Kantor Perwakilan Dagang Pemerintah Belanda di Indonesia di Pendopo Timur Gubernur, pada Rabu 4 September 2024.

NBSO Indonesia Yang berlokasi di Surabaya ini merupakan sebuah lembaga yang didedikasikan khusus untuk promosi perdagangan dan investasi Belanda di wilayah Jawa Timur dan Indonesia bagian timur Lainnya, salah satunya di Provinsi NTB.

Baca Juga :  TNI Dompu Kerahkan Seluruh Babinsa Cari Bocah yang Tenggelam di Sungai Silo

Dalam audiensi tersebut, Pemprov NTB dan NBSO membahas berbagai kemungkinan kerjasama yang bisa dilakukan kedepannya. Miq Gite, sapaan Sekda, dalam sambutannya menjelaskan Pemprov NTB siap memfasilitasi kerjasama yang dibutuhkan, baik dengan pemerintah, pembisnis/UMKM lokal, ataupun sumber daya manusia lainnya.

“Kami siap menjalin kerjasama baik government to government, business to business, or people to people,” tegas Miq Gite.

Pemprov NTB dalam audiensi tersebut juga memaparkan berbagai potensi yang dimilikinya di berbagai sektor. Dari sektor pertanian, peternakan, kesehatan, ekonomi kreatif, hingga wisata dipaparkan oleh dinas terkait.

Baca Juga :  Heboh! Bupati Dompu Sidak RTH Karijawa, Ada Temuan Mengejutkan

Sementara itu Chief Representative NBSO, Mario Lauw, menjelaskan Provinsi NTB memiliki banyak potensi strategis yang bisa dikerjasamakan. NBSO, menurut Mario, tertarik untuk bekerjasama dalam perdagangan Virgin Coconut Oil (VCO), energi terbarukan, dan pengolahan sampah. Namun sebelum itu, tim NBSO akan mempelajari lebih jauh potensi yang dimiliki NTB.

“Kami akan mempelajari terlebih dahulu materi yang telah diberikan,” ungkapnya.

Berita Terkait

Jalan Soromandi Bima Masuk Prioritas IJD 2026, Rp48 Miliar Bersumber dari APBN
Disorot HMI dan DPRD, Pemprov NTB Buka Suara: Jalan Soromandi Masuk IJD 2026, Rp48 Miliar Disiapkan
HMI Sorot Jalan Bima-Dompu, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Angkat Bicara
Tiga Desa Pasang ‘Benteng Adat’ di Hutan Sesaot, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Zona Merah
Warga Jadi ‘Pasukan Infanteri’ Jaga Hutan Sesaot, Gubernur NTB Iqbal: Zona Merah Tak Boleh Disentuh
Hanura NTB Dipacu Menatap 2029, Rio Capella: Musuh Paling Besar Partai Itu Kemalasan
Hanura NTB Bidik Kursi DPRD di 3 Daerah Ini pada Pemilu 2029, Ternyata Ini Alasannya
Hanura NTB Siap ‘Pasang Papan Nama’ di Tiap Desa
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:13 WIB

Jalan Soromandi Bima Masuk Prioritas IJD 2026, Rp48 Miliar Bersumber dari APBN

Rabu, 2 September 2026 - 10:46 WIB

Disorot HMI dan DPRD, Pemprov NTB Buka Suara: Jalan Soromandi Masuk IJD 2026, Rp48 Miliar Disiapkan

Rabu, 2 September 2026 - 09:45 WIB

HMI Sorot Jalan Bima-Dompu, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Angkat Bicara

Rabu, 2 September 2026 - 07:16 WIB

Tiga Desa Pasang ‘Benteng Adat’ di Hutan Sesaot, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Zona Merah

Rabu, 2 September 2026 - 05:33 WIB

Warga Jadi ‘Pasukan Infanteri’ Jaga Hutan Sesaot, Gubernur NTB Iqbal: Zona Merah Tak Boleh Disentuh

Berita Terbaru