Gara-gara Soal ini, Bawaslu NTB Kumpulkan Pasukan di Kabupaten Kota

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 31 Juli 2024 - 16:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPost, Mataram – Badan Pengawas Pemilahan Umum Nusa Tenggara Barat (Bawaslu NTB) kumpulkan pasukan menggelar rapat koordinasi dengan Bawaslu Kabupaten/Kota se-NTB yang dilaksanakan di ruang rapat Bawaslu NTB di Jalan Udayana Kota Mataram.

Rapat Koordinasi tersebut untuk menyikapi Potensi Pelanggaran dan Permasalahan Hukum pada Tahapan Pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota

Anggota Bawaslu NTB, Suhardi menyampaikan, rakor ini untuk memetakan kerawanan pada tahapan pencalonan kepala daerah yang akan segera dimulai. Potensi permasalahan tidak hanya pelanggaran, namun juga celah persoalan hukum pada regulasi yang mengatur tahapan tersebut.

Baca Juga :  Bukan Cinta Lokasi, Tapi Cinta Investasi! Delegasi Balkan Kepincut NTB Gara-Gara PLTA dan Pulau Moyo

“Sama seperti Pemilu kemarin, proses pendaftaran bakal pasangan calon harus diawasi baik secara langsung atau lewat SILON, dan harus bisa memastikan seluruh dokumen bakal pasangan calon lengkap,” tegas Suhardi. Dalam keterangan yang diterima media ini, Rabu 31 Juli 2024.

Lebih lanjut, Suhardi menegaskan bahwa sesama pengawas harus menyamakan persepsi terhadap regulasi yang ada.

“Regulasi yang menjadi acuan adalah Peraturan KPU No 8 Tahun 2024 tentang Pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota,”terangnya.

Sementara Umar Achmad Seth yang ikut memimpin rapat Koordinasi tersebut, menyebutkan beberapa hal yang harus diperjelas dan disamakan persepsinya di antara semua Bawaslu Kabupaten/Kota. Beberapa di antaranya seperti syarat usia, dokumen pendidikan, syarat pengunduran diri dari jabatan sebelumnya, hingga bakal calon yang merupakan mantan terpidana.

Baca Juga :  Proyek DAK Dikbud 2024 Mandek, DPRD NTB Maman Minta Gubernur Atensi dan APH Harus Turun Tangan

“Ada banyak hal yang harus di-clear-kan dan persepsi kita harus sama, terutama soal dokumen persyaratan, siapa yang mengeluarkan dan apa yang diterangkan di dokumen harus jelas, misalnya yang mantan terpidana, surat keterangan selesai menjalani masa tahanan harus dikeluarkan oleh Lapas, Bapas, atau Rutan,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menentukan langkah mitigasi dan mencegah terjadinya pelanggaran atau kesalahan prosedur saat tahapan pencalonan berlangsung.

Berita Terkait

NasPol NTB Minta Dugaan Anomali Pokir DPRD Rp120 Miliar Dibuka ke Publik
Perdana di KSB, Pilkades Serentak 21 Desa Gunakan E-Voting
Wakapolda NTB Turun Langsung Atur Lalu Lintas di Mataram, Cegah Kemacetan Pagi
Puluhan Wartawan se-Pulau Sumbawa Ikuti OKK PWI, Kompetensi dan Etika Jurnalistik Diperkuat
Bawaslu NTB Jadi Tamu Pertama di Kantor Baru DPW PKB saat Konsolidasi Demokrasi
Bawaslu NTB Ingatkan PKB Siapkan Kepengurusan dan Kantor untuk Verifikasi Pemilu
PKB NTB dan Bawaslu Gelar Konsolidasi Demokrasi, Perkuat Sinergi Pengawasan Pemilu
Polda NTB Gerebek Dugaan Penimbunan Pertalite Subsidi di Lombok Timur, 1.734 Liter Disita
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:45 WIB

NasPol NTB Minta Dugaan Anomali Pokir DPRD Rp120 Miliar Dibuka ke Publik

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:13 WIB

Perdana di KSB, Pilkades Serentak 21 Desa Gunakan E-Voting

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:35 WIB

Wakapolda NTB Turun Langsung Atur Lalu Lintas di Mataram, Cegah Kemacetan Pagi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Puluhan Wartawan se-Pulau Sumbawa Ikuti OKK PWI, Kompetensi dan Etika Jurnalistik Diperkuat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Bawaslu NTB Jadi Tamu Pertama di Kantor Baru DPW PKB saat Konsolidasi Demokrasi

Berita Terbaru

Panitia Pelaksana Melakukan Proses Identifikasi dan Verifikasi Pemilih Menggunakan Sistem E-voting Dalam Pilkades Serentak di 21 Desa Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Pemerintahan

Perdana di KSB, Pilkades Serentak 21 Desa Gunakan E-Voting

Senin, 26 Okt 2026 - 12:13 WIB