12 Ribu Warga NTB Alami Gangguan Mata, 5.000 Disiapkan untuk Operasi Gratis

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 20:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB bersama perwakilan Fred Hollows Foundation saat membahas program operasi mata bagi ribuan warga NTB.

Gubernur NTB bersama perwakilan Fred Hollows Foundation saat membahas program operasi mata bagi ribuan warga NTB.

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Persoalan gangguan kesehatan mata di Nusa Tenggara Barat (NTB) kini memasuki fase yang mengkhawatirkan. Tercatat, sekitar 12.000 warga mengalami gangguan penglihatan, mulai dari katarak hingga berbagai keluhan lainnya.

Menjawab kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi NTB menggandeng yayasan internasional asal Australia, Fred Hollows Foundation (FHF), dengan target sedikitnya 5.000 penderita akan mendapatkan operasi mata gratis.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat sekaligus membuka akses penanganan hingga ke tingkat Desa.

Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan salah satu fondasi utama pembangunan, selain pendidikan dan infrastruktur. Karena itu, kolaborasi dengan FHF dinilai sebagai langkah konkret mempercepat penanganan gangguan penglihatan di Daerah.

“Australia adalah partner penting NTB sebagai tetangga dekat dalam banyak hal. Kami berharap roadmap dan data penanganan kesehatan mata masyarakat makin terintegrasi dengan RS Mata provinsi sampai ke Desa Desa bersama FHF,” jelas Gubernur saat menerima direksi FHF di Kantor Gubernur, Selasa (21/04/2026).

Baca Juga :  TERUNGKAP! Anggota KPU Lombok Timur Dipecat karena Terlibat di PDIP

Iqbal juga mengungkapkan bahwa tingginya angka penderita gangguan mata di NTB membutuhkan penanganan serius dan melibatkan banyak pihak.

Dirinya menambahkan, terdapat sekitar 12.000 penderita gangguan kesehatan mata, termasuk katarak, yang penanganannya dapat melibatkan berbagai elemen seperti Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS), sekitar 7.000 Posyandu, serta 400 ribu kader yang tersebar di seluruh NTB.
Di sisi lain, Manajer FHF, Alicia Godicky, menegaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada operasi mata, tetapi juga pada penguatan kapasitas tenaga kesehatan di tingkat layanan dasar.

“Kita akan mulai dari Puskesmas Bagu di kota Mataram dan berlanjut di sepuluh titik di seluruh NTB,” jelasnya.

Selama tiga hari kegiatan, FHF bersama Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan NTB melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi untuk memberikan edukasi kepada tenaga kesehatan sekaligus melaksanakan bakti sosial operasi mata.

Baca Juga :  Libur Nataru di NTB Ramai, Penumpang dan Penerbangan Melonjak Hingga 35 Persen

Alicia menambahkan, program ini menyasar berbagai kelompok usia, tidak hanya lansia tetapi juga usia produktif hingga anak-anak. Ia menyoroti tren meningkatnya gangguan penglihatan sejak dini yang berpotensi mengganggu proses belajar.

Misalnya, anak-anak usia sekolah yang mengalami penurunan kemampuan belajar akibat gangguan mata yang belum terdeteksi, yang sebenarnya dapat diatasi melalui pemeriksaan dini dan bantuan kacamata.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa kasus katarak sebagai gangguan mata terbanyak di NTB sejatinya dapat ditangani lebih cepat jika deteksi dilakukan sejak awal oleh tenaga kesehatan yang telah mendapatkan pelatihan.

Program FHF sendiri telah berjalan sejak 2012 dan terus berlanjut hingga saat ini, termasuk melalui peluncuran program terbaru yang dibarengi dengan kunjungan langsung dewan direksi ke NTB.

Kerja sama ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam menekan angka gangguan penglihatan di NTB, sekaligus memperkuat sistem layanan kesehatan mata yang terintegrasi dari tingkat provinsi hingga pelosok desa.

Berita Terkait

3 Ahli Nilai Postingan Badai NTB Tak Langgar Pencemaran Nama Baik
Relawan MBG Dompu Mengaku Dipecat Mendadak, BGN Diminta Bongkar Tata Kelola SPPG
Musda V Demokrat NTB Ditunda, 18 September Batal Digelar, Ini Alasannya
DPP Terbitkan Surat Musda Demokrat NTB, Dijadwalkan 18 September
Dugaan Perselingkuhan Anggota DPRD Dompu Masuk Ranah Partai, Bisa Berujung PAW
Daun Kelor Mengubah Nasib Anak Pelosok Dompu hingga Tembus Pasar Internasional
Investasi NTB Tembus Rp33,73 Triliun, DPMPTSP Dorong Ekonomi Tak Lagi Bergantung Tambang
Status Kekeringan Lombok Barat Naik Jadi Darurat
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 20:13 WIB

3 Ahli Nilai Postingan Badai NTB Tak Langgar Pencemaran Nama Baik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Relawan MBG Dompu Mengaku Dipecat Mendadak, BGN Diminta Bongkar Tata Kelola SPPG

Minggu, 13 September 2026 - 16:31 WIB

Musda V Demokrat NTB Ditunda, 18 September Batal Digelar, Ini Alasannya

Minggu, 13 September 2026 - 14:14 WIB

DPP Terbitkan Surat Musda Demokrat NTB, Dijadwalkan 18 September

Sabtu, 12 September 2026 - 17:34 WIB

Dugaan Perselingkuhan Anggota DPRD Dompu Masuk Ranah Partai, Bisa Berujung PAW

Berita Terbaru

Tiga Ahli Yang Dihadirkan Tim Advokat Bersama Badai NTB Saat Mengikuti Persidangan Kasus ITE di Pengadilan Negeri Raba Bima, Jumat (11/9/2026).

Hukum & Kriminal

3 Ahli Nilai Postingan Badai NTB Tak Langgar Pencemaran Nama Baik

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:13 WIB