SUMBAWAPost, Mataram – Laporan kasus asusila yang diduga dilakukan oknum anggota Polres Bima kota kini terus berlanjut.
Perwakilan keluarga korban, Billy menegaskan bahwa laporan yang diajukan oleh korban NQ dan keluarganya terhadap Oknum anggota polisi yang bertugas di polres Bima kota inisial Bharada MF, masih berjalan dan tidak akan dicabut.
Billy memastikan kalau Keluarga dan korban tidak pernah meminta perdamaian dengan pihak MF, meski berbagai rumor menyebutkan hal sebaliknya.
“Saksi dan pelapor barusan dimintai keterangan yaitu wawancara audit investigasi oleh Bid Propam. Artinya, keluarga memastikan bahwa laporan yang kami buat tidak kami cabut. Ada banyak informasi yang berseliweran seolah-olah korban sudah berdamai dengan MF. Saya tegaskan, itu tidak benar,” ujar Billy dalam keterangannya, saat mendampingi pemeriksaan saksi dan pelapor di Bid Propam Polda NTB kemarin.
Menurut Billy, pihak keluarga MF telah berupaya melobi korban dan keluarganya melalui ketua RW setempat, untuk mencapai kesepakatan damai, “Namun yang datang temui keluarga itu selalu diwakilkan sama Bapaknya, sementara si MF tidak memiliki itikad baik dengan alasan sibuk.
“Sementara pada saat itu, keluarga korban datang meminta pertanggungjawaban MF atas perbuatannya, sedikitpun tidak pernah di gubris, bandingkan selama 4 bulan, MF selalu menghindar, setelah laporan berjalan baru datang meminta maaf. Intinya, kita ikuti proses hukum,” ucapnya.
Pada akhirnya Billy menegaskan kembali, kasus ini akan terus berjalan dan pihaknya menantikan tindakan selanjutnya dari Bid Propam Polda NTB.
“Kami menunggu tindakan dari Bid Propam Polda NTB. Tidak ada perdamaian, dan kami akan terus memperjuangkan keadilan bagi keluarga kami,” tutupnya.










