Tidak Ada Kata Damai Kasus Dugaan Asusila Oknum Polisi Polres Bima Kota

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 22 Agustus 2024 - 05:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPost, Mataram – Laporan  kasus asusila yang diduga dilakukan oknum anggota Polres Bima kota kini terus berlanjut.

Perwakilan keluarga korban, Billy menegaskan bahwa laporan yang diajukan oleh korban NQ dan keluarganya terhadap Oknum anggota polisi yang bertugas di polres Bima kota inisial Bharada MF, masih berjalan dan tidak akan dicabut.

Billy memastikan kalau Keluarga dan korban tidak pernah meminta perdamaian dengan pihak MF, meski berbagai rumor menyebutkan hal sebaliknya.

“Saksi dan pelapor barusan dimintai keterangan yaitu wawancara audit investigasi oleh Bid Propam. Artinya, keluarga memastikan bahwa laporan yang kami buat tidak kami cabut. Ada banyak informasi yang berseliweran seolah-olah korban sudah berdamai dengan MF. Saya tegaskan, itu tidak benar,” ujar Billy dalam keterangannya, saat mendampingi pemeriksaan saksi dan pelapor di Bid Propam Polda NTB kemarin.

Baca Juga :  Usai Tangkap Puluhan Pelaku, Kapolda NTB Hadi Gunawan Jadikan Desa Beleka Kampung Bebas Narkoba

Menurut Billy, pihak keluarga MF telah berupaya melobi korban dan keluarganya melalui ketua RW setempat, untuk mencapai kesepakatan damai, “Namun yang datang temui keluarga itu selalu diwakilkan sama Bapaknya, sementara si MF tidak memiliki itikad baik dengan alasan sibuk.

Baca Juga :  Sedih Tapi Lucu, Surat Mundur Plt BPBJ Sadimin Hilang Misterius! NTPW: Jangan-Jangan Meja BKD NTB Cuma Pajangan

“Sementara pada saat itu, keluarga korban datang meminta pertanggungjawaban MF atas perbuatannya, sedikitpun tidak pernah di gubris, bandingkan selama 4 bulan, MF selalu menghindar, setelah laporan berjalan baru datang meminta maaf. Intinya, kita ikuti proses hukum,” ucapnya.

Pada akhirnya Billy menegaskan kembali, kasus ini akan terus berjalan dan pihaknya menantikan tindakan selanjutnya dari Bid Propam Polda NTB.

“Kami menunggu tindakan dari Bid Propam Polda NTB. Tidak ada perdamaian, dan kami akan terus memperjuangkan keadilan bagi keluarga kami,” tutupnya.

Berita Terkait

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila
Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan
Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global
Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB
KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya
PKS NTB Sembelih 193 Hewan Kurban, Sebanyak 2.000 Paket Daging Dibagikan untuk Warga
Momentum Halal Bihalal Idul Adha, Harmoni Kepemimpinan Lombok Timur Tuai Apresiasi
Bahlil Lahadalia dan Sari Yuliati Salurkan Sapi Kurban untuk NTB, Golkar Potong Lima Ekor di Mataram
Berita ini 195 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 19:49 WIB

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 - 18:13 WIB

Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan

Senin, 1 Juni 2026 - 13:55 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:55 WIB

Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:04 WIB

KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya

Berita Terbaru