Wagub NTB Umi Dinda Warning Pemimpin Bima: Pembangunan Bukan Sekadar Menara Beton

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 12 Maret 2025 - 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Bima- Suasana di Kantor DPRD Kabupaten Bima, Rabu 12 Maret 2025 mendadak penuh ketegangan saat Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.IP., hadir dalam Serah Terima Jabatan (Sertijab) Bupati dan Wakil Bupati Bima periode 2025–2030. Momen ini menjadi sorotan publik, bukan hanya karena pergantian kepemimpinan, tetapi juga karena pesan tegas yang disampaikan sang Wagub.

Dalam pidatonya, Umi Dinda sapaan akrabnya menyampaikan ucapan selamat kepada Ady Mahyudi dan dr. H. Irfan Zubaidy yang resmi menggantikan dirinya sebagai pemimpin Kabupaten Bima. Namun, pernyataannya yang menohok sontak menyita perhatian.

Baca Juga :  Lagi Enak Tidur, Dua Pengedar Narkoba Asal Kalampa dan Tente Disergap

“Lima tahun bukan waktu yang lama. Gunakan kesempatan ini sebaik mungkin untuk mencatat sejarah yang tak terlupakan dalam pembangunan daerah,” tegasnya dengan nada penuh makna. Seolah mengingatkan bahwa setiap kebijakan yang diambil akan menentukan warisan kepemimpinan mereka.

Tak hanya itu, Umi Dinda juga menyoroti peran KPU dan Bawaslu yang telah mengawal Pilkada serentak dengan ketat. Ia bahkan secara khusus mengapresiasi TNI, Polri, dan Kejaksaan yang dianggap berperan penting dalam menjaga stabilitas demokrasi.

Namun, yang paling mengejutkan adalah pernyataannya mengenai arah pembangunan di NTB.

Baca Juga :  Darurat! Ribuan Siswa di Lombok Utara ‘Dikepung’ Iklan Rokok Murah, Riset IYCTC Bongkar Fakta Mencengangkan

“Pembangunan bukan sekadar menara beton (Infrastrukutur). Yang terpenting adalah kualitas manusia yang kita siapkan untuk menghadapi Indonesia Emas 2045,” ungkapnya, seolah menekankan bahwa infrastruktur saja tidak cukup tanpa perbaikan di sektor lain.

Sebagai mantan Bupati Bima dua periode (2016–2025), Umi Dinda pun menutup pernyataannya dengan kalimat yang penuh emosi. “Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanan saya. Dan untuk segala kekurangan, saya hanya bisa meminta maaf,” katanya dengan suara sedikit bergetar.

 

Berita Terkait

Polisi Bongkar 3 Kasus Sabu di Dompu, 18,39 Gram Diamankan, Ini Lokasi dan Pelakunya
Bali Tak Punya Perda Sumbangan Pendidikan, Komisi V DPRD NTB Bawa Pulang Pelajaran Ini
Jangan Habiskan Energi Kejar Karier Politik, Ini 3 Wasiat Miq Iqbal untuk Pemuda NTB
Anggota DPR RI Mori Hanafi Apresiasi Kerja Keras Basarnas Cari Korban KM Virgo
Mahasiswa Penjual Kopi Keliling Asal Kota Bima di Mataram Ditangkap Polisi, Ini Kasusnya
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba, Getaran Dirasakan hingga Bima, Warga Panik
Sinta M. Iqbal Terpilih Aklamasi Pimpin PMI NTB, Bukan Cari Jabatan tapi Siap Hadir Saat Ada Air Mata
Gubernur NTB Soroti Lemahnya Rencana Bencana, Minta Semua Tak Lagi Tunggu Perintah
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Polisi Bongkar 3 Kasus Sabu di Dompu, 18,39 Gram Diamankan, Ini Lokasi dan Pelakunya

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Bali Tak Punya Perda Sumbangan Pendidikan, Komisi V DPRD NTB Bawa Pulang Pelajaran Ini

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Jangan Habiskan Energi Kejar Karier Politik, Ini 3 Wasiat Miq Iqbal untuk Pemuda NTB

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:26 WIB

Anggota DPR RI Mori Hanafi Apresiasi Kerja Keras Basarnas Cari Korban KM Virgo

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Mahasiswa Penjual Kopi Keliling Asal Kota Bima di Mataram Ditangkap Polisi, Ini Kasusnya

Berita Terbaru