SUMBAWAPOST.com | Mataram-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pembangunan desa melalui Program Desa Berdaya. Di tengah keterbatasan anggaran dan berkurangnya Dana Desa dari pemerintah pusat, program tersebut dinilai menjadi solusi strategis untuk membantu pemerintah desa merealisasikan berbagai program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, saat menerima audiensi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih NTB di Ruang Kerja Wakil Gubernur NTB, Mataram, Senin (8/6/2026).
Audiensi berlangsung interaktif dengan menyerap berbagai aspirasi kepala desa sekaligus membahas mekanisme operasional Program Desa Berdaya. Sejumlah perwakilan desa dari Kabupaten Lombok Barat turut memaparkan potensi unggulan wilayahnya, di antaranya Desa Senggigi, Desa Senteluk, Desa Lembar Selatan, Desa Mareje Timur, dan Desa Giriya.
Dalam arahannya, Wakil Gubernur menyambut positif antusiasme pemerintah desa yang terus aktif membangun komunikasi dengan Pemerintah Provinsi NTB. Menurutnya, Program Desa Berdaya telah menjadi jembatan yang memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa.
“Saya senang sekali Program Desa Berdaya ini membuat saya dan Pak Gubernur lebih sering ketemu dengan para kepala desa. Kehadiran dukungan dari Desa Berdaya ini paling tidak bisa ikut membantu bagi para kepala desa untuk melaksanakan beberapa proyek strategis desa dengan adanya pembatasan anggaran,” ujar Wagub.
Wagub juga mendorong setiap desa agar berani menampilkan potensi terbaik yang dimiliki, terutama desa-desa yang berada di kawasan strategis dan menjadi pintu masuk daerah. Menurutnya, wilayah dengan potensi pariwisata yang kuat harus ditata dan dikelola secara optimal agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
“Terkait sejumlah desa ini semoga masuk prioritas karena merupakan desa-desa yang menjadi pintu gerbang masuk NTB dari wilayah selatan. Desa-desa ini harus tertata, terawat dengan baik apalagi desa penghubung antar lokasi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Indah Dhamayanti Putri menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan desa sangat ditentukan oleh kuatnya silaturahmi, koordinasi, dan kolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan. Ia juga menyampaikan bahwa Gubernur NTB memiliki harapan besar agar Program Desa Berdaya benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.
“Insyaallah jika memang desa bapak-bapak masuk dalam Desa Berdaya, kita akan berkunjung untuk melihat seperti apa potensi-potensi yang ada di desa. Pak Gubernur memiliki mimpi besar terhadap Desa Berdaya ini, kita tidak hanya butuh pujian tetapi kita harus siap dengan catatan untuk bahan evaluasi kita semua,” tegas Wagub.
Program Desa Berdaya, lanjutnya, bahkan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat karena dinilai menjadi langkah inovatif dalam memperkuat pembangunan masyarakat desa di tengah tantangan ekonomi saat ini.
“Program ini sangat diapresiasi oleh Mendagri dan sejumlah dirjen di tengah situasi ekonomi sekarang. Pemprov prioritaskan untuk Desa Berdaya dan sangat dinilai positif untuk membantu masyarakat di desa,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPD APDESI Merah Putih NTB, Mastur, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTB atas komitmen yang ditunjukkan dalam mendukung pembangunan desa melalui Program Desa Berdaya.
“Saya selaku Ketua APDESI MP Nusa Tenggara Barat, mengucapkan banyak-banyak terima kasih pada Bapak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur yang sudah membuat program yang langsung menyentuh kepada pembangunan desa-desa yang ada di NTB,” ungkap Mastur.
Menurutnya, keberadaan Program Desa Berdaya menjadi sangat penting di tengah berkurangnya alokasi Dana Desa dari pemerintah pusat. Karena itu, ia berharap cakupan program tersebut dapat terus diperluas sehingga semakin banyak desa yang merasakan manfaatnya.
“Bagaimana agar rekan-rekan yang belum mendapatkan Desa Berdaya ini agar bisa diprioritaskan. Karena desa-desa ini dengan posisi dana desa yang dikurangi, dengan adanya Desa Berdaya ini sangat-sangat membantu keuangan dan pembangunan desa-desa yang ada di Nusa Tenggara Barat ini. Harapan dengan Desa Berdaya ini ke depannya itu agar bisa ditingkatkan untuk kesejahteraan masyarakat kita,” harapnya.
Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi NTB Lalu Hamdi, serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi NTB Baiq Nelly Yuniarti.
Melalui Program Desa Berdaya, Pemerintah Provinsi NTB berharap pembangunan desa dapat terus bergerak lebih cepat, merata, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










