Viral dan Picu Blokade Jalan, Dua Terduga Pelaku Penganiayaan Pelajar di Dompu Akhirnya Dibekuk Polisi

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 7 Juni 2026 - 16:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim URC Satreskrim Polres Dompu berhasil mengamankan dua terduga pelaku penganiayaan terhadap pelajar yang sempat viral di media sosial dan memicu aksi pemblokiran jalan di Desa O’o.

Tim URC Satreskrim Polres Dompu berhasil mengamankan dua terduga pelaku penganiayaan terhadap pelajar yang sempat viral di media sosial dan memicu aksi pemblokiran jalan di Desa O’o.

SUMBAWAPOST.com | Dompu- Kasus penganiayaan terhadap seorang pelajar yang sempat viral di media sosial dan memicu aksi pemblokiran jalan di Desa O’o, Kecamatan Dompu, akhirnya berhasil diungkap jajaran Satreskrim Polres Dompu. Melalui gerak cepat Tim Unit Reaksi Cepat (URC), dua terduga pelaku berhasil diamankan setelah menjalani serangkaian penyelidikan intensif.

Pengungkapan kasus ini menjadi bukti keseriusan Polres Dompu dalam merespons setiap laporan masyarakat, terutama kasus yang menimbulkan keresahan publik dan menjadi perhatian luas di media sosial.

Peristiwa tersebut berawal dari laporan polisi Nomor: LP/B/104/VI/2026/SPKT/Polres Dompu/Polda NTB terkait dugaan tindak pidana penganiayaan yang terjadi pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 00.30 WITA di Jalan Raya Lingkungan Mantro, Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu.

Korban dalam kejadian itu adalah ALDO (16), seorang pelajar asal Dusun Lakeke, Desa O’o, Kecamatan Dompu. Korban mengalami luka robek di bagian kepala sebelah kanan setelah terjatuh dari sepeda motor akibat dilempari oleh para pelaku. Sementara rekannya, Muhammad Nasuha (16), mengalami luka lecet pada bagian kaki kiri.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim URC Satreskrim Polres Dompu langsung bergerak melakukan penyelidikan. Petugas memeriksa sejumlah saksi, mengumpulkan keterangan dari teman-teman korban, hingga menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Meski pada tahap awal rekaman CCTV belum dapat memastikan secara utuh apakah peristiwa tersebut merupakan kecelakaan lalu lintas atau tindak pidana penganiayaan, tim terus bekerja secara intensif untuk mengungkap fakta sebenarnya.

Baca Juga :  Pemprov NTB Benahi Total Tata Kelola Aset Daerah, Perkuat Fiskal dan Dukung Masuknya Investasi

Berkat ketelitian penyidik dalam mengumpulkan alat bukti dan mencocokkan keterangan para saksi dengan hasil rekaman CCTV, identitas para terduga pelaku akhirnya berhasil diketahui.

Pada Minggu malam (7/6/2026) sekitar pukul 20.30 WITA, tim memperoleh informasi mengenai keberadaan para terduga pelaku. Setelah melakukan pemantauan dan mempertimbangkan faktor keamanan anggota di lapangan, petugas bergerak melakukan penangkapan sekitar pukul 22.00 WITA.
Saat hendak diamankan di wilayah Karijawa, salah seorang pelaku sempat berusaha melarikan diri. Namun berkat kesigapan personel, pelaku berhasil dikejar dan diamankan bersama sepeda motor yang digunakan saat kejadian.

Dari hasil interogasi awal, pelaku mengakui keterlibatannya dalam aksi pelemparan dan pemukulan menggunakan batu terhadap korban.
Tidak berhenti di situ, tim kembali bergerak dan berhasil mengamankan seorang terduga pelaku lainnya di kediamannya yang berada di Lingkungan Ginte, Kelurahan Kandai Dua, Kecamatan Woja. Keduanya kemudian dibawa ke Mapolres Dompu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Adapun identitas terduga pelaku yang berhasil diamankan yakni A (16), pelajar asal Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat, dan F (16), pelajar asal Kelurahan Kandai Dua, Kecamatan Woja.

Kasat Reskrim Polres Dompu IPTU Fitrawan Dwi Ramadhani, S.Tr.K., M.Si., menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut merupakan bentuk komitmen Polres Dompu dalam merespons cepat setiap laporan masyarakat, khususnya kasus yang menjadi perhatian publik.

Baca Juga :  Preman Pisang Berujung Nasi Basi: Pemuda Kempo Ditangkap Polisi Kurang dari 1 Jam

“Kasus ini sempat menjadi perhatian masyarakat dan viral di media sosial hingga memicu aksi pemblokiran jalan di Desa O’o. Atas petunjuk dan arahan pimpinan, Tim URC Satreskrim Polres Dompu bergerak cepat melakukan penyelidikan secara profesional, mulai dari pemeriksaan saksi-saksi, pengumpulan barang bukti, analisis rekaman CCTV hingga penelusuran keberadaan para terduga pelaku. Berkat kerja keras personel di lapangan, kedua terduga pelaku berhasil kami amankan dalam waktu singkat,” ujar IPTU Fitrawan.

Ia menegaskan bahwa Polres Dompu akan menangani perkara tersebut secara transparan dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap mempercayakan proses penanganan perkara kepada pihak kepolisian serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar di media sosial. Setiap laporan masyarakat akan kami tindaklanjuti secara profesional dan proporsional,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP M. Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, mengapresiasi kinerja Tim URC dan seluruh personel Satreskrim yang telah bekerja maksimal dalam mengungkap kasus tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasi sehingga membantu proses pengungkapan kasus ini. Keberhasilan ini merupakan bukti keseriusan Polres Dompu dalam memberikan rasa aman dan menjawab keresahan masyarakat. Kami mengimbau seluruh warga untuk tetap menjaga situasi kamtibmas yang kondusif dan menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada pihak kepolisian,” ujar IPTU Nyoman.

Saat ini kedua terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polres Dompu guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit
Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri
Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif
Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen
Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern
Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB
100 Mahasiswa Pertanian Unram Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Ekspor NTB Tembus Rp6,94 Triliun, Daya Tukar Petani Menguat, Produksi Padi dan Jagung Naik
Berita ini 66 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:45 WIB

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern

Berita Terbaru