SUMBAWAPOST.com | Mataram- Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital dan semakin kompleksnya tantangan dalam pengelolaan keuangan, literasi finansial menjadi salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki masyarakat. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi D4 Akuntansi Sektor Publik, Fakultas Ilmu Sosial, Pendidikan, dan Humaniora (FISPENDUM) Universitas Bima Internasional (UNBIM) menggelar kegiatan bertajuk ‘Penguatan Literasi Keuangan Publik melalui Sistem Pengawasan Keuangan untuk Mewujudkan Masyarakat Cerdas Finansial’ dengan menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB dan Bursa Efek Indonesia (BEI) NTB.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UNBIM dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat, transparan, dan bertanggung jawab di tengah era transformasi digital yang terus berkembang.
Selain memberikan edukasi terkait pengelolaan keuangan, peserta juga dibekali pemahaman mengenai sistem pengawasan keuangan sebagai langkah preventif untuk menghindari berbagai risiko yang kerap terjadi di masyarakat, seperti penipuan finansial, investasi ilegal, pinjaman online bermasalah, hingga penyalahgunaan anggaran.

Ketua Program Studi D4 Akuntansi Sektor Publik UNBIM, Irawansyah, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa literasi keuangan saat ini telah menjadi kebutuhan dasar yang harus dimiliki setiap individu.
“Literasi keuangan tidak lagi menjadi kebutuhan bagi kalangan tertentu saja, melainkan telah menjadi kemampuan dasar yang harus dimiliki setiap individu. Dengan pemahaman finansial yang baik, masyarakat diharapkan mampu mengambil keputusan keuangan secara tepat, bijaksana, dan berorientasi pada keberlanjutan ekonomi,” ujar Irawansyah. Minggu (28/6/2026).
Menurutnya, meningkatnya akses masyarakat terhadap berbagai layanan keuangan digital harus diimbangi dengan kemampuan memahami manfaat, risiko, serta mekanisme pengawasan yang berlaku agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam praktik-praktik keuangan yang merugikan.
Melalui kegiatan ini, UNBIM berharap dapat mendorong lahirnya masyarakat yang lebih cerdas dalam mengelola keuangan, memiliki kesadaran terhadap pentingnya pengawasan keuangan, serta mampu memanfaatkan berbagai instrumen keuangan secara aman dan produktif.
Kehadiran OJK NTB dan BEI NTB dalam kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memberikan wawasan yang lebih luas kepada peserta mengenai pentingnya literasi keuangan dan investasi yang legal, sehat, serta berkelanjutan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UNBIM terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui edukasi keuangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di era ekonomi digital saat ini.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










