TPA Kebon Kongok Berpotensi Hasilkan Energi dari Sampah, DLHK NTB Siapkan Pemanfaatan Gas Metana

Avatar

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DLHK NTB bersama jajaran meninjau kawasan TPA Regional Kebon Kongok yang memiliki potensi pemanfaatan gas metana sebagai sumber energi alternatif bagi masyarakat.

Kepala DLHK NTB bersama jajaran meninjau kawasan TPA Regional Kebon Kongok yang memiliki potensi pemanfaatan gas metana sebagai sumber energi alternatif bagi masyarakat.

SUMBAWAPOST.com | Lombok Barat- Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengolahan sampah terbesar di Nusa Tenggara Barat, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menghasilkan energi alternatif bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB, H. Didik Mahmud Gunawan Hadi, saat kegiatan penyerahan dana kompensasi kepada delapan desa lingkar TPA Regional Kebon Kongok dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Menurut Didik, meningkatnya jumlah penduduk, aktivitas ekonomi, dan perkembangan kawasan perkotaan menyebabkan volume sampah yang masuk ke TPA Regional Kebon Kongok terus meningkat setiap tahun.

Meski demikian, keberadaan TPA tersebut tidak hanya memberikan manfaat dalam pengelolaan sampah regional, tetapi juga menyimpan potensi energi yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.

“Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan berkomitmen melaksanakan amanat peraturan perundang-undangan dengan memberikan kompensasi atas dampak negatif yang ditimbulkan oleh kegiatan pemrosesan akhir sampah,” jelasnya.

Baca Juga :  Sensus Ekonomi 2026 NTB Dikebut, 658 Ribu Usaha Bakal Didata Door to Door

Didik menegaskan bahwa bantuan kompensasi yang diberikan kepada masyarakat bukan sekadar bantuan keuangan, tetapi juga bentuk penghargaan atas dukungan warga terhadap keberlangsungan pelayanan persampahan regional.

“Kami berharap dana kompensasi ini dapat dimanfaatkan secara efektif, transparan, dan akuntabel untuk mendukung kebutuhan masyarakat, peningkatan kualitas lingkungan, penguatan sarana dan prasarana desa, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Didik mengungkapkan bahwa timbunan sampah di TPA Regional Kebon Kongok menghasilkan gas metana yang potensinya diperkirakan mencapai sekitar 9 juta ton per tahun.

Potensi tersebut saat ini sedang didorong untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif bagi masyarakat sekitar kawasan TPA.

Baca Juga :  Bukan Cuma Masak! Miq Iqbal Sebut SPPG Pesantren Bisa Jadi Mesin Ekonomi Umat

“Kami telah mengajukan proposal untuk pemurnian gas metana agar dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan bakar pengganti gas untuk kebutuhan sehari-hari. Ini merupakan salah satu bentuk manfaat yang dapat dihasilkan dari pengelolaan sampah yang baik,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, juga mendorong agar TPA Regional Kebon Kongok ke depan tidak hanya menjadi lokasi pemrosesan sampah, tetapi berkembang menjadi pusat edukasi lingkungan bagi pelajar dan masyarakat.

“Ke depan tidak menutup kemungkinan TPA ini menjadi lokasi kunjungan edukatif bagi anak-anak sekolah untuk melihat secara langsung bagaimana sampah diproses dan diolah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi. Mari kita ubah pandangan bahwa tempat pembuangan akhir adalah kawasan yang tidak bermanfaat. Jika dikelola dengan baik, justru dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Gubernur NTB Turun Langsung ke Arena Panjat Tebing, Ketua FPTI Nadirah Al-Habsyi: Jadi Suntikan Semangat Atlet
Gubernur NTB Pastikan Pemerintahan Lombok Barat Tetap Berjalan Meski Bupati Jadi Tersangka KPK
Panitia Optimistis Shorinji Kempo Porprov XII Cetak Atlet Nasional, Hari Ketiga Berlangsung Sengit dan Sportif
Gubernur NTB Ajak Koperasi Tinggalkan Dualisme, Saatnya Bertransformasi Jadi Badan Usaha Modern
Wagub NTB dan Bupati Dompu Hadir, Hari Ketiga Shorinji Kempo Porprov XII Makin Semarak
Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah: Porprov Bukan Sekadar Rebut Medali, Tapi Merajut Persaudaraan
Di Tengah Dinamika Porprov, Ketua PERKEMI NTB Pilih Bangun Kebersamaan, Atlet hingga Wasit Dapat Saweran
DKP NTB Susun Rencana Pengelolaan Kawasan Konservasi Hiu Paus Teluk Saleh, Perkuat Sinergi Lindungi Spesies Langka
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 00:52 WIB

Gubernur NTB Turun Langsung ke Arena Panjat Tebing, Ketua FPTI Nadirah Al-Habsyi: Jadi Suntikan Semangat Atlet

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:24 WIB

Gubernur NTB Pastikan Pemerintahan Lombok Barat Tetap Berjalan Meski Bupati Jadi Tersangka KPK

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:44 WIB

Panitia Optimistis Shorinji Kempo Porprov XII Cetak Atlet Nasional, Hari Ketiga Berlangsung Sengit dan Sportif

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:18 WIB

Gubernur NTB Ajak Koperasi Tinggalkan Dualisme, Saatnya Bertransformasi Jadi Badan Usaha Modern

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:21 WIB

Wagub NTB dan Bupati Dompu Hadir, Hari Ketiga Shorinji Kempo Porprov XII Makin Semarak

Berita Terbaru