Gubernur Miq Iqbal Tawarkan Konsep FELDA Malaysia untuk Pertanian NTB

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan paparan saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) IX Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi NTB di Mataram, dengan menawarkan konsep pengelolaan lahan pertanian yang terinspirasi dari keberhasilan FELDA Malaysia.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan paparan saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) IX Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi NTB di Mataram, dengan menawarkan konsep pengelolaan lahan pertanian yang terinspirasi dari keberhasilan FELDA Malaysia.

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, Menawarkan Konsep Baru Transformasi Sektor Pertanian melalui Pengelolaan Lahan secara kolektif yang terinspirasi dari keberhasilan Federal Land Development Authority (FELDA) Malaysia.

Model tersebut dinilai mampu menjadi solusi meningkatkan produktivitas, menekan biaya Produksi, sekaligus memperkuat Kesejahteraan Petani di tengah semakin sempitnya kepemilikan lahan.

Gagasan itu disampaikan Gubernur saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) IX Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi NTB yang dirangkaikan dengan Dialog Tani di Mataram, Minggu (2/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Miq Iqbal menegaskan pembangunan pertanian ke depan tidak cukup hanya mengejar peningkatan Produksi, tetapi juga harus mampu menghadirkan Kesejahteraan bagi Petani.

Menurutnya, salah satu persoalan mendasar pertanian NTB adalah sekitar 70 persen petani merupakan Petani gurem dengan kepemilikan lahan yang sempit sehingga biaya Produksi tinggi dan efisiensi usaha sulit tercapai.

Baca Juga :  Vila Mewah Rp55 Miliar Dibangun Investor Spanyol di Mandalika, DPD RI NTB Tekankan Tenaga Lokal dan UMKM Jadi Tuan Rumah

Untuk menjawab persoalan tersebut, ia menawarkan pendekatan baru melalui konsolidasi pengelolaan Lahan sebagaimana yang diterapkan FELDA Malaysia.

Miq Iqbal mengisahkan pengalamannya saat mengunjungi kawasan FELDA di Malaysia. Menurutnya, sebelum dikelola secara terintegrasi, para Petani di Sabah dan Sarawak juga menggarap lahan kecil secara mandiri sehingga menghadapi persoalan biaya Produksi yang tinggi.

Namun setelah lahan dikelola secara bersama dalam satu Sistem, biaya Produksi dapat ditekan dan pendapatan Petani meningkat secara signifikan.

“Yang ingin kita ambil bukan menyalin sistemnya secara utuh, tetapi belajar dari prinsip keberhasilannya, yaitu bagaimana petani memperoleh skala Ekonomi yang lebih besar melalui pengelolaan bersama,” jelas Miq Iqbal.

Ia mencontohkan hamparan sawah di Kabupaten Lombok Tengah yang secara fisik terlihat menyatu, namun sebenarnya dimiliki oleh ratusan petani dengan luasan berbeda.

Menurutnya, apabila seluruh lahan tersebut dikelola secara kolektif melalui koperasi multipihak atau badan usaha profesional, penggunaan alat Mesin Pertanian, Benih, Pupuk hingga pemasaran hasil panen dapat dilakukan secara bersama sehingga biaya Produksi jauh lebih Efisiensi.

“Tadi sepanjang perjalanan kita melihat hamparan sawah yang sangat luas. Secara fisik terlihat satu kesatuan, tetapi pemiliknya bisa ratusan orang. Bayangkan apabila seluruh lahan itu dikelola bersama melalui Koperasi. Biaya Produksi akan jauh lebih efisien dan Petani memperoleh nilai Ekonomi yang lebih besar,” katanya.

Menurut Gubernur, pendekatan tersebut juga membuka peluang bagi petani untuk mengembangkan usaha hilirisasi, distribusi hasil pertanian, hingga berbagai usaha bernilai tambah lainnya.

Karena itu, ia mengajak HKTI NTB bersama seluruh pemangku kepentingan mulai merumuskan model pembangunan Pertanian yang Modern, Efisiensi, dan berorientasi pada peningkatan Kesejahteraan Petani.

“Pertanian kita harus bergerak dari pola yang berjalan sendiri-sendiri menuju pola kolaboratif. Dengan skala ekonomi yang lebih besar, petani akan memiliki daya saing yang lebih kuat sekaligus memperoleh nilai tambah yang lebih besar,” tegasnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit
Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri
Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif
Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen
Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern
Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB
100 Mahasiswa Pertanian Unram Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Ekspor NTB Tembus Rp6,94 Triliun, Daya Tukar Petani Menguat, Produksi Padi dan Jagung Naik
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:45 WIB

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern

Berita Terbaru