Tim Kontra Radikalisme Mabes Polri Turun ke Pondok Pesantren Islahuddiny NTB

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 29 Agustus 2024 - 16:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPost, Lombok Barat- Dalam upaya memperkuat kesadaran masyarakat akan bahaya radikalisme, Kamis, 29 Agustus 2024, Divisi Humas Polri menggelar program Kontra Radikalisme dengan tema “Terorisme Musuh Kita Bersama” di Yayasan Pondok Pesantren Al-Islahuddiny, Kuripan, Lombok Barat. Acara ini dihadiri berbagai kalangan, termasuk santri, santriwati, para pengajar, serta tokoh masyarakat setempat.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol. Erdi Adrimurlan Chaniago, S.I.K., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya peran semua pihak dalam mencegah paham radikal yang kian meresahkan.

“Anak-anak kita rentan terpapar paham radikal, bukan hanya dari lingkungan luar, tapi juga dari gadget yang mereka gunakan sehari-hari,” ujarnya.

Pati Polri melati tiga itu juga mengingatkan para orang tua, untuk lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak mereka di dunia maya.

Baca Juga :  Bank NTB Syariah Perkuat Digitalisasi Pariwisata NTB, Dukung e-Ticketing Pelabuhan Senggigi

“Saat anak masuk ke kamar dengan ponsel, kita harus memastikan mereka tidak mengakses konten yang berbahaya. Radikalisme bisa masuk lewat aplikasi-aplikasi yang kelihatannya tidak mencurigakan,” ungkapnya.

Kombes Pol. Erdi berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan di berbagai daerah, terutama di lingkungan pendidikan seperti pesantren, guna membentengi generasi muda dari pengaruh paham radikal.

“Radikalisme adalah musuh bersama, dan kita harus bersatu untuk melawannya,” pungkas Kombes Erdi.

Selain Kombes Pol. Erdi, hadir pula Ustadz Nasir Abbas, mantan narapidana teroris yang kini aktif dalam program deradikalisasi. Ustadz Nasir berbagi pengalaman hidupnya, bagaimana ia dahulu terjerumus dalam paham radikal, dan kini berusaha mengajak masyarakat untuk tidak mengikuti jejaknya.

Baca Juga :  Bawaslu NTB Sebut Hanya Lombok Barat Belum Tetapkan Hasil Pemilu 2024

“Saya salah memilih guru. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan dari sumber yang benar,” tuturnya.

Acara ini mendapat apresiasi luas dari para peserta, terutama para santri dan santriwati yang tampak antusias mendengarkan setiap materi yang disampaikan.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Islahuddiny, TGH. Muhlis Ibrahim, juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Polri yang telah peduli terhadap masa depan generasi muda di NTB, khususnya di Kabupaten Lombok Barat.

“Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan menambah wawasan masyarakat, khususnya di Lombok Barat, mengenai bahaya radikalisme dan terorisme,”ungkapnya.

 

 

Berita Terkait

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026
NTB Berduka, Tuan Guru Bagu Berpulang: Ilmu dan Keteladanannya Jadi Warisan Umat
PWI Gandeng Lemhannas, Wartawan Diminta Waspadai Perang Kognitif di Era AI
Eks Kapolda NTB Hadi Gunawan Daftar Ketua Demokrat, 11 Surat Dukungan Diverifikasi
Garuda NTB Desak Kejari Buka Alasan SP3 Kasus Bidikmisi UMMAT
HUT ke-81, Iqbal Sentil Pembangunan Lombok Tengah: Jangan Cuma Hebat Tiga Hari Saat MotoGP
Jalan Rusak di Bima Ditimbun Polisi, Dinas PU NTB Sebut Perbaikan Oktober dari APBD-P
Anggaran Desa Berdaya Cair, Wagub NTB Umi Dinda Instruksikan Jajaran Cek Progres
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:10 WIB

NTB Berduka, Tuan Guru Bagu Berpulang: Ilmu dan Keteladanannya Jadi Warisan Umat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:17 WIB

PWI Gandeng Lemhannas, Wartawan Diminta Waspadai Perang Kognitif di Era AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Eks Kapolda NTB Hadi Gunawan Daftar Ketua Demokrat, 11 Surat Dukungan Diverifikasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Garuda NTB Desak Kejari Buka Alasan SP3 Kasus Bidikmisi UMMAT

Berita Terbaru

Garuda NTB Melalui M. Adam Ikbal Mendesak Kejari Mataram Menjelaskan Dasar Penghentian Penyidikan Kasus Dugaan Penyimpangan Program Bidikmisi UMMAT.

Pendidikan

Garuda NTB Desak Kejari Buka Alasan SP3 Kasus Bidikmisi UMMAT

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:01 WIB