Sumbawa Nunggu Jatah Sekwil: PAN NTB Jangan Cuma Main di Lombok

Avatar

- Jurnalis

Senin, 12 Mei 2025 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Sejak ditetapkan sebagai Ketua DPW PAN NTB oleh DPP PAN pada 26 April 2025, Lalu Ahmad Zaini (LAZ) hingga kini belum menentukan sosok yang akan mendampinginya sebagai Sekretaris DPW PAN NTB.

Padahal, dinamika internal PAN menunjukkan adanya kompetisi cukup sengit dalam perebutan posisi strategis tersebut. Namun, siapa figur yang diharapkan LAZ untuk menempati jabatan itu masih menjadi teka-teki.

Mantan Ketua Panitia Muswil DPW PAN NTB, Syaiful Islam, menyuarakan harapan agar posisi Sekretaris DPW diisi oleh kader dari Pulau Sumbawa.

“Karena posisi Ketua DPW dari Lombok Barat, maka kami berharap jabatan Sekretaris DPW dapat diisi oleh figur terbaik dari Pulau Sumbawa,” ujar pria yang akrab disapa Dae Fu kepada wartawan, Senin 12 Mei 2025.

Baca Juga :  Polisi Sudah Periksa 50 Saksi di Kasus Meninggalnya Santriwati Ponpes Al Aziziyah

Ia pun mengusulkan dua nama sebagai kandidat: mantan anggota DPRD NTB dari Dapil V (Sumbawa dan Sumbawa Barat), Muhammad Nasir, serta anggota DPRD NTB dari Dapil VI (Bima-Dompu), Muhammad Aminurlah.

“Kedua figur itu figur terbaik PAN. Silakan diseleksi sebagai bentuk keterwakilan wilayah,” tambahnya.

Menurut Dae Fu, keterwakilan wilayah penting agar target politik PAN dalam merebut kursi DPR RI di Dapil NTB 1 (Pulau Sumbawa) dapat tercapai ke depan.

Komposisi Kepengurusan Belum Final

Selain menyuarakan aspirasi soal posisi sekretaris, Dae Fu juga mendorong agar LAZ segera merampungkan komposisi kepengurusan DPW PAN NTB.

“Semenjak diputuskan sebagai formatur tunggal oleh DPP, kita sudah tidak tahu lagi bagaimana perkembangannya. Begitu pun terkait komposisi kepengurusan,” ujarnya.

Baca Juga :  Banggar DPRD NTB Ungkap 13 Masalah APBD-P 2025: Belanja Pegawai Langgar Aturan, PAD Gemuk, dan Misteri BTT Rp557 Miliar

Ia mengungkapkan, mekanisme penunjukan formatur tunggal seperti ini baru pertama kali terjadi dalam sejarah Muswil PAN NTB. Padahal, Muswil sebelumnya telah mengusulkan sejumlah nama formatur sesuai ketentuan AD/ART partai.

“Akan tetapi DPP menetapkan LAZ sebagai formatur tunggal meski ia tidak mendaftar di wilayah. Yah itu jadi kewenangan DPP,” ungkapnya.

Kondisi ini, lanjut Dae Fu, dikhawatirkan bisa menghambat proses konsolidasi partai ke depan karena kurangnya keterbukaan dalam pola rekrutmen pengurus.

“Sebab semuanya kewenangan DPP bersama dengan formatur tunggal,” timpalnya.

Meski begitu, ia tetap berharap rekrutmen dilakukan secara bijak, dengan mempertimbangkan rekam jejak dan pengalaman para kader.

“DPP harus menghargai kiprah dan perjuangan teman-teman di wilayah yang sudah berdarah-darah membesarkan partai di wilayah,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Jelang MotoGP Mandalika, 53 Warga Bilebante Digembleng Jadi SDM Pariwisata
Paradoks “No Viral, No Justice”
Sekda NTB Sebut Manajemen Risiko seperti VAR, Biar Tak Salah Kasih ‘Kartu Merah’
Wagub NTB Sentil Pejabat: Jangan Cuma Kejar Prestasi, Bawahan Jangan Sampai Takut
Gubernur NTB: Pejabat Tanpa Sertifikasi Manajemen Risiko Tak Bisa Naik Eselon II
Mandalika Tak Lagi Cuma Sirkuit, NTB Siapkan Etalase UMKM dan Budaya untuk Wisatawan
Sumbawa Barat Jadi Penyumbang Investasi Terbesar NTB, Lebih dari Rp11 Triliun, Disusul Dompu
Kejati NTB Jawab Desakan Badko HMI soal Reklamasi Amahami: Masih Ditangani
Berita ini 292 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Jelang MotoGP Mandalika, 53 Warga Bilebante Digembleng Jadi SDM Pariwisata

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:07 WIB

Paradoks “No Viral, No Justice”

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Sekda NTB Sebut Manajemen Risiko seperti VAR, Biar Tak Salah Kasih ‘Kartu Merah’

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:54 WIB

Wagub NTB Sentil Pejabat: Jangan Cuma Kejar Prestasi, Bawahan Jangan Sampai Takut

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:05 WIB

Gubernur NTB: Pejabat Tanpa Sertifikasi Manajemen Risiko Tak Bisa Naik Eselon II

Berita Terbaru

Dr. Ufran, SH., MH., Ketua Departemen Hukum Pidana FHISIP Unram, menyoroti Paradoks “No Viral, No Justice” dan Pengaruh Viralitas Media Sosial Terhadap Perhatian Publik Serta Penegakan Hukum

Hukum & Kriminal

Paradoks “No Viral, No Justice”

Minggu, 9 Agu 2026 - 15:07 WIB