Serapan Anggaran PUPR-PKP NTB Baru 17,67 Persen, DPRD Pertanyakan Klaim Proyek Lunyuk Capai 100 Persen

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD NTB berdialog dengan Kepala Dinas PUPRPKP NTB Lalu Kusuma Wijaya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas rendahnya serapan anggaran, progres proyek Jalan Lenangguar-Lunyuk, serta evaluasi pembangunan infrastruktur di Provinsi NTB.

Anggota Komisi IV DPRD NTB berdialog dengan Kepala Dinas PUPRPKP NTB Lalu Kusuma Wijaya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas rendahnya serapan anggaran, progres proyek Jalan Lenangguar-Lunyuk, serta evaluasi pembangunan infrastruktur di Provinsi NTB.

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Rendahnya serapan anggaran Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Provinsi NTB menjadi sorotan tajam Komisi IV DPRD NTB.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Selasa (28/7/2026), para legislator mempertanyakan realisasi anggaran yang masih minim hingga validitas laporan progres sejumlah Proyek strategis, termasuk ruas jalan Lenangguar-Lunyuk yang dilaporkan telah mencapai Progres fisik 100 persen.

Berdasarkan paparan Kepala Dinas PUPRPKP NTB, Lalu Kusuma Wijaya, hingga Juli 2026 realisasi keuangan dinas baru mencapai Rp62,2 miliar atau 17,67 persen dari total pagu Rp352,02 miliar. Sementara realisasi fisik berada pada angka 23,64 persen.

Bahkan, Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman yang mengelola anggaran terbesar Rp159,48 miliar baru mencatat realisasi keuangan 3,71 persen. Kondisi serupa juga terjadi pada Bidang Bina Marga yang baru mencapai 3,54 persen.

Baca Juga :  Bupati dan Wabup Dompu Ikut Panen Raya Nasional, Syirajuddin: Doakan Bumi Nggahi Rawi Pahu Tetap Subur dan Melimpah

Sorotan paling keras datang dari anggota Komisi IV DPRD NTB, Fikri. Ia mempertanyakan proyek jalan Lenangguar-Lunyuk yang dalam laporan disebut telah selesai 100 persen, padahal verifikasi lapangan belum dilakukan.

“Apakah sudah ada verifikasi ke lapangan khususnya di Pulau Sumbawa?,” tanya Fikri.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas PUPR-PKP NTB mengakui pihaknya belum melakukan pemeriksaan lapangan terhadap proyek tersebut.

“Kami pasti akan melakukan itu. Namun laporan baru kemarin saya terima. Untuk pekerjaan yang tidak terlalu panjang sudah kami panggil teman-teman untuk melakukan pengecekan. Khusus pekerjaan Lunyuk, kami memang belum melakukan pemeriksaan lapangan maupun cross check langsung,” jelasnya.

Jawaban tersebut memicu pertanyaan lanjutan dari Fikri. Menurutnya, apabila verifikasi lapangan belum dilakukan, maka klaim progres fisik 100 persen perlu dikaji kembali. Ia juga mempertanyakan apakah pekerjaan cutting benar-benar telah selesai serta adanya informasi tunggakan pembayaran kepada subkontraktor yang disebut mencapai sekitar Rp300 juta.

Baca Juga :  Komisi V DPRD NTB Sosialisasikan Raperda Sumbangan Dana Pendidikan, Jamhur Tegaskan Tak Bebani Orang Tua

Dalam rapat tersebut, anggota DPRD NTB Fakhruddin atau akrab disapa Bang Rob juga menyoroti manfaat Ekonomi dari proyek-proyek Pemerintah.

“Berapa tenaga kerja lokal yang terserap? Berapa kontraktor lokal dan nonlokal yang terlibat? Ini penting karena berkaitan dengan perputaran Ekonomi Daerah dan PAD,” ujarnya.

Menjawab hal itu, Kepala Dinas PUPRPKP NTB menegaskan bahwa penggunaan produk lokal dan tenaga kerja lokal selalu menjadi perhatian dalam setiap proses pengadaan.

“Nanti akan kami hitung lebih rinci. Dalam setiap tender kami selalu menekankan penggunaan produk lokal dan keterlibatan Masyarakat lokal,” katanya.

RDP tersebut menegaskan bahwa DPRD NTB tidak hanya menyoroti rendahnya realisasi Anggaran, tetapi juga meminta akuntabilitas atas setiap laporan progres Proyek agar seluruh belanja Daerah benar-benar memberikan manfaat nyata bagi Masyarakat.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Koperasi Tambang NTB Masuk Radar KPK, Tim KPK Turun ke Diskop UKM NTB
400-an Manajer KDKMP Asal NTB, 70 Persen Ditempatkan di Luar Daerah, Rahmadin Tekankan Adaptasi Budaya
KPK Monitoring Koperasi Tambang di NTB, Rahmadin Minta Jajaran Diskop UKM NTB Siap
MotoGP Mandalika 2026 Dihibur Ungu, D`Masiv, Judika hingga AGNEZ MO, Ini Jadwal Lengkapnya
Pengalaman Saja Tak Cukup, Pembimbing Haji dan Umrah di NTB Didorong Wajib Bersertifikasi
Kado Istimewa HUT ke-81 TNI untuk Bumi Gora, Kodam XXX/Rinambora Resmi Berdiri di NTB
Pura-Pura Kehabisan Bensin dan Minta Bantuan, Pelaku Curas Ancam Korban dengan Parang
Polisi Bongkar 3 Kasus Sabu di Dompu, 18,39 Gram Diamankan, Ini Lokasi dan Pelakunya
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Koperasi Tambang NTB Masuk Radar KPK, Tim KPK Turun ke Diskop UKM NTB

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:55 WIB

400-an Manajer KDKMP Asal NTB, 70 Persen Ditempatkan di Luar Daerah, Rahmadin Tekankan Adaptasi Budaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:41 WIB

KPK Monitoring Koperasi Tambang di NTB, Rahmadin Minta Jajaran Diskop UKM NTB Siap

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Dihibur Ungu, D`Masiv, Judika hingga AGNEZ MO, Ini Jadwal Lengkapnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Pengalaman Saja Tak Cukup, Pembimbing Haji dan Umrah di NTB Didorong Wajib Bersertifikasi

Berita Terbaru