SUMBAWAPOST.com, Dompu – Ruber Dompu menggelar kegiatan Dialog membedah rancangan RPJMD pada Kamis 10 April 2025 di Jalan Gajah Mada 08 Dompu malam. Kegiatan ini digagas sebagai bagian dari upaya untuk menyampaikan masukan dan Kritikan terhadap Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Dompu Tahun 2025–2030.
Dialog ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari akademisi, tokoh masyarakat, aktivis, pemuda, komunitas, Budayawan, hingga insan pers. Hadir pula Ketua DPRD Kabupaten Dompu serta sejumlah praktisi pembangunan daerah.
Salah satu sorotan penting datang dari Akademisi STKIP Dompu, Dr. Muhdar, yang menekankan pentingnya sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM) seperti pedagang kaki lima dalam pertumbuhan ekonomi Dompu. Berdasarkan data statistik 2024, sektor ini menempati posisi kedua setelah pertanian dalam kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Dompu.
“Keberadaan UKM dan IKM tidak bisa dianggap sepele. Mereka tidak hanya berkontribusi pada ekonomi, tapi juga punya potensi besar dalam menyelesaikan persoalan sosial seperti pengangguran, narkoba, kemiskinan, bahkan kriminalitas seperti panah misterius,” ujar Muhdar.
Ia mengingatkan agar penanganan terhadap pedagang kaki lima yang merupakan bagian dari UKM tidak hanya sebatas penertiban, tetapi perlu dilanjutkan dengan penentuan lokasi atau spot khusus yang mendukung aktivitas mereka.
“Harus ada spot-spot yang layak dan difasilitasi dengan infrastruktur penjualan. Kalau bisa, konsepkan jadi kawasan wisata kuliner. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui, ekonomi hidup, pariwisata naik, masalah sosial teratasi,” tambahnya.
Tak hanya itu, ia juga mendorong agar pemerintah tidak hanya memberikan ruang, tetapi juga suntikan modal dan pendampingan usaha bagi pelaku UKM dan IKM. Menurutnya, mereka adalah mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan dialog “Ruber” ini diharapkan menjadi ruang refleksi bersama sekaligus sarana menyerap aspirasi masyarakat demi terwujudnya RPJMD Dompu yang benar-benar menjawab kebutuhan dan potensi daerah lima tahun ke depan.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Dompu, Ir. Muttakun, menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti setiap masukan dan kritik yang disampaikan masyarakat, khususnya dari kalangan akademisi, terkait rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang akan segera dibahas dalam waktu dekat.
“Semua yang menjadi masukan dan aspirasi dari masyarakat akan saya sampaikan pada saat pembahasan nanti. Ini bentuk apresiasi dan dukungan kami terhadap perhatian teman-teman akademisi dalam diskusi malam ini,” ujar Muttakun.
Ia menegaskan bahwa forum-forum semacam ini perlu terus dilakukan sebagai bagian dari upaya kolektif dalam mengawal arah kebijakan pembangunan daerah.
“Setelah kami bahas di internal DPRD, tentu kami juga akan kembali meminta masukan, saran, bahkan kritik dari masyarakat. Karena pembangunan itu harus melibatkan semua pihak,” tambahnya.
Pernyataan ini pun memperkuat sinyal positif bahwa DPRD Dompu terbuka terhadap partisipasi publik dalam menyusun dokumen penting pembangunan daerah lima tahunan tersebut.










