Rakyat Digusur, DPRD NTB Angkat Suara! Akhdiansyah Siap Pasang Badan Lawan Ketidakadilan PSN

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 17 Oktober 2025 - 17:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suara rakyat akhirnya sampai ke parlemen. Menyikapi keluhan warga terdampak proyek strategis nasional (PSN) di Nusa Tenggara Barat, Anggota Komisi III DPRD NTB, Akhdiansyah, S.HI., tegas menyatakan siap ‘Pasang Badan’ membela masyarakat yang digusur dan kehilangan ruang hidupnya. Ia menegaskan, pembangunan tidak boleh mengorbankan hak-hak rakyat, terutama kaum tani dan perempuan di Pedesaan.

SUMBAWAPOST.com, Mataram-Suasana hangat namun penuh kritik terdengar di Kedai Inges, Jalan Langko, Mataram, saat berlangsung Diskusi Publik bertema ‘Evaluasi dan Cabut Seluruh PSN di NTB yang Terbukti Merampas Ruang Hidup serta Menggusur Tanah Rakyat, Utamanya bagi Kaum Tani Perempuan di Pedesaan, dan Cabut UU Cipta Kerja Beserta Aturan Turunannya.’ kamis (16/10/2025)

Acara yang digagas oleh Aliansi Demokrasi Baru untuk Kedaulatan Rakyat NTB (ADBKR-NTB) ini menghadirkan berbagai unsur, mulai dari aktivis, mahasiswa, jurnalis, hingga perwakilan pemerintah daerah dan aparat keamanan. Dari unsur legislatif, hadir Anggota Komisi III DPRD NTB, Akhdiansyah, S.HI., yang mewakili pimpinan DPRD Provinsi NTB.

Baca Juga :  637 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di NTB Jadi Sorotan, Pemprov Siapkan Aplikasi Aduan Cepat

Diskusi ini menjadi wadah terbuka bagi publik untuk menyoroti dampak sosial, lingkungan, dan ekonomi dari sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) di NTB seperti Bendungan Meninting dan Kawasan Mandalika. Para peserta menilai bahwa sebagian proyek justru menimbulkan masalah baru mulai dari krisis air bersih, hilangnya sumber penghidupan kelompok perempuan, hingga persoalan kesehatan di kawasan sekitar proyek.

Selain mengkritisi kebijakan pembangunan yang dianggap abai terhadap keadilan sosial, peserta juga mendesak DPRD NTB untuk mendorong evaluasi menyeluruh terhadap PSN serta mempercepat implementasi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) agar pembangunan di NTB lebih berpihak pada masyarakat.

Baca Juga :  Kunjungan Wisatawan Meledak 2,4 Juta Pengunjung, NTB Kian Jadi Magnet Wisata Dunia

Menanggapi hal tersebut, Akhdiansyah menegaskan bahwa DPRD NTB tidak akan berpangku tangan terhadap persoalan rakyat.

“Kami siap bersama masyarakat di lokasi proyek nasional dan berkomitmen mendampingi dalam penyelesaian masalah yang terjadi,” tegasnya.

Diskusi yang juga dihadiri Kepala Bakesbangpoldagri NTB, H. Ruslan Abdul Gani, S.H., M.H., serta perwakilan POLDA NTB dan berbagai LSM, berlangsung dinamis dan penuh semangat. Forum tersebut diharapkan menjadi langkah awal memperkuat dialog antara masyarakat, pemerintah, dan pelaksana proyek nasional demi mewujudkan pembangunan NTB yang lebih adil, berkelanjutan, dan manusiawi.

 

Berita Terkait

Jelang MotoGP Mandalika, 53 Warga Bilebante Digembleng Jadi SDM Pariwisata
Paradoks “No Viral, No Justice”
Sekda NTB Sebut Manajemen Risiko seperti VAR, Biar Tak Salah Kasih ‘Kartu Merah’
Wagub NTB Sentil Pejabat: Jangan Cuma Kejar Prestasi, Bawahan Jangan Sampai Takut
Gubernur NTB: Pejabat Tanpa Sertifikasi Manajemen Risiko Tak Bisa Naik Eselon II
Mandalika Tak Lagi Cuma Sirkuit, NTB Siapkan Etalase UMKM dan Budaya untuk Wisatawan
Sumbawa Barat Jadi Penyumbang Investasi Terbesar NTB, Lebih dari Rp11 Triliun, Disusul Dompu
Kejati NTB Jawab Desakan Badko HMI soal Reklamasi Amahami: Masih Ditangani
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Jelang MotoGP Mandalika, 53 Warga Bilebante Digembleng Jadi SDM Pariwisata

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:07 WIB

Paradoks “No Viral, No Justice”

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Sekda NTB Sebut Manajemen Risiko seperti VAR, Biar Tak Salah Kasih ‘Kartu Merah’

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:54 WIB

Wagub NTB Sentil Pejabat: Jangan Cuma Kejar Prestasi, Bawahan Jangan Sampai Takut

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:05 WIB

Gubernur NTB: Pejabat Tanpa Sertifikasi Manajemen Risiko Tak Bisa Naik Eselon II

Berita Terbaru

Dr. Ufran, SH., MH., Ketua Departemen Hukum Pidana FHISIP Unram, menyoroti Paradoks “No Viral, No Justice” dan Pengaruh Viralitas Media Sosial Terhadap Perhatian Publik Serta Penegakan Hukum

Hukum & Kriminal

Paradoks “No Viral, No Justice”

Minggu, 9 Agu 2026 - 15:07 WIB