PWI NTB Terima Aduan, Pemuda Mataram Mengaku Terjebak di Myanmar, Diminta Tebusan Rp70 Juta

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 23 September 2026 - 20:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Keluarga Muhamad Yanuar Fikri Saat Mendatangi Kantor PWI NTB Untuk Mengadukan Kondisi Yanuar Yang Mengaku Berada di Myanmar.

Keluarga Muhamad Yanuar Fikri Saat Mendatangi Kantor PWI NTB Untuk Mengadukan Kondisi Yanuar Yang Mengaku Berada di Myanmar.

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram-Harapan keluarga Muhamad Yanuar Fikri (26), pemuda asal Karang Kelok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, untuk melihat anaknya kembali bekerja di Singapura berubah menjadi kecemasan.

Yanuar yang semula berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk bekerja di Singapura, justru mengabarkan bahwa dirinya kini berada di Myanmar.

Kabar tersebut sontak membuat keluarganya panik. Terlebih, Yanuar disebut berada di kawasan pegunungan dan mengaku berada dalam Pengawasan Tentara.

Kisah pilu itu disampaikan ibu kandung Yanuar, Nurjanah, saat mendatangi Kantor PWI NTB, Rabu (23/9/2026) petang.

Nurjanah mengaku, sekitar sepekan sebelumnya, Yanuar berpamitan kepada keluarga. Saat itu, Yanuar mengatakan hendak kembali bekerja di Singapura seperti pekerjaan yang pernah dijalaninya sebelumnya. “Sekitar seminggu yang lalu anak saya pamitan. Katanya bekerja seperti sebelumnya di Singapura,” ujar Nurjanah sambil menangis.

Namun, harapan keluarga itu berubah menjadi kepanikan ketika sekitar pukul 17.00 Wita, Yanuar menghubungi keluarganya.

Dalam komunikasi tersebut, Yanuar menyampaikan bahwa dirinya bukan berada di Singapura, melainkan sudah berada di Myanmar.

Menurut Nurjanah, anaknya mengaku berada di atas sebuah gunung di Myanmar. Sementara di bawah kaki gunung disebut terdapat tentara yang melakukan penjagaan.

Baca Juga :  Torehkan Prestasi Gemilang, PWI NTB Raih Peringkat Tiga Nasional

Kondisi tersebut membuat keluarga semakin khawatir. Apalagi, menurut ayah Yanuar, Herman, anaknya menyampaikan bahwa dirinya bisa dipulangkan ke Indonesia dengan syarat keluarga membayar uang sebesar Rp70 juta kepada manajer. “Manajer minta tebusan Rp70 juta,” tegas Herman.

Permintaan uang tersebut membuat keluarga Yanuar berada dalam situasi sulit. Herman mengaku tidak memiliki uang sebesar itu. “Kami tidak ada uang sebanyak itu,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan tersebut, keluarga hanya berharap ada jalan agar Yanuar bisa segera kembali ke Lombok dan berkumpul bersama keluarganya.

“Harapan kami bisa kembali,” kata Herman.

Keluarga Yanuar mengaku tidak tinggal diam. Mereka telah berupaya mencari bantuan untuk memastikan keselamatan Yanuar dan mendapatkan jalan agar anak mereka dapat dipulangkan.

Herman mengatakan pihak keluarga telah melaporkan persoalan tersebut ke Unit PPA Polda NTB. Mereka juga berupaya meminta bantuan kepada pimpinan DPRD NTB, H. Muzihir.

“Waktu di Polda NTB diarahkan ke Unit PPA. Mereka bilang hanya bisa menegakkan hukum,” ungkap Herman.

Sementara itu, pihak keluarga juga telah menghubungi H. Muzihir. Namun, saat itu yang bersangkutan sedang berada di luar Kota. “Pak Muzihir sedang di luar kota. Beliau minta ke Komisi V DPRD NTB besok,” katanya.

Baca Juga :  NTB Siap Jadi Pemasok Produk Pertanian ke Daerah Istimewa Yogyakarta

Keluarga kini berharap persoalan yang dialami Yanuar mendapat perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait.

Mereka juga meminta bantuan sejumlah pihak, mulai dari Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker), masyarakat, hingga media di bawah PWI NTB untuk menyuarakan kondisi Yanuar.

Hal itu dilakukan agar keberadaan Yanuar di Myanmar dapat segera diketahui dan ada upaya untuk memulangkannya.

Bagi keluarga, persoalan ini bukan lagi sekadar soal pekerjaan. Mereka kini hanya ingin memastikan Yanuar dalam keadaan selamat dan bisa kembali pulang ke Lombok. “Kami berharap anak kami bisa kembali,” ujar Herman.

Sementara itu, Sekretaris PWI NTB Fahrul Mustofa yang menerima kedatangan warga bersama sejumlah Wartawan mengaku bahwa Kantor PWI NTB terbuka untuk Masyarakat yang mengadukan persoalannya.

Dalam kesempatan itu, Fahrul langsung menelepon Plt. Kepala Bidang (Kabid) Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Disnaker NTB, M Anang Yusran, terkait persoalan yang dihadapi keluarga PMI asal Karang Kelok, Muhamad Yanuar Fikri (26).

Hasilnya, Kabid Anang memastikan akan mengawal persoalan yang dihadapi pihak Keluarga. “Insya Allah, besok pagi akan saya folow up masalah ini,” katanya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Koperasi Tambang NTB Masuk Radar KPK, Tim KPK Turun ke Diskop UKM NTB
400-an Manajer KDKMP Asal NTB, 70 Persen Ditempatkan di Luar Daerah, Rahmadin Tekankan Adaptasi Budaya
KPK Monitoring Koperasi Tambang di NTB, Rahmadin Minta Jajaran Diskop UKM NTB Siap
MotoGP Mandalika 2026 Dihibur Ungu, D`Masiv, Judika hingga AGNEZ MO, Ini Jadwal Lengkapnya
Pengalaman Saja Tak Cukup, Pembimbing Haji dan Umrah di NTB Didorong Wajib Bersertifikasi
Kado Istimewa HUT ke-81 TNI untuk Bumi Gora, Kodam XXX/Rinambora Resmi Berdiri di NTB
Pura-Pura Kehabisan Bensin dan Minta Bantuan, Pelaku Curas Ancam Korban dengan Parang
Polisi Bongkar 3 Kasus Sabu di Dompu, 18,39 Gram Diamankan, Ini Lokasi dan Pelakunya
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Koperasi Tambang NTB Masuk Radar KPK, Tim KPK Turun ke Diskop UKM NTB

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:55 WIB

400-an Manajer KDKMP Asal NTB, 70 Persen Ditempatkan di Luar Daerah, Rahmadin Tekankan Adaptasi Budaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:41 WIB

KPK Monitoring Koperasi Tambang di NTB, Rahmadin Minta Jajaran Diskop UKM NTB Siap

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Dihibur Ungu, D`Masiv, Judika hingga AGNEZ MO, Ini Jadwal Lengkapnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Pengalaman Saja Tak Cukup, Pembimbing Haji dan Umrah di NTB Didorong Wajib Bersertifikasi

Berita Terbaru