Proyek Rp19 Miliar Lenangguar-Lunyuk PUPR NTB di Ujung Waktu, Bor Pile Belum Datang, Pekerjaan Dikebut di Medan Longsor

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 16 Oktober 2025 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Sumbawa Barat- Proyek penanganan jalan Long Segment Lenangguar-Lunyuk di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang dikerjakan oleh PT AJP dengan nilai kontrak mencapai Rp19 miliar, kini menjadi sorotan publik. Pasalnya, hingga pertengahan Oktober 2025, alat bor pile yang menjadi komponen penting proyek tersebut belum tiba di lokasi pekerjaan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek dari Dinas PUPR Provinsi NTB, Miftahudin Anshyari, saat dikonfirmasi media ini, membenarkan bahwa alat bor pile masih dalam proses perjalanan dari Pulau Jawa.

“Belum sampai lokasi, katanya sekalian mobilisasi sama pembesian. Selasa kemarin tes besi di ITS. Saya barusan konfirmasi,” ujar Miftahudin, Kamis (16/10/2025).

Terkait ukuran dan ketersediaan material di daerah, Miftahudin menjelaskan bahwa besi yang digunakan sudah diuji di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya.

“Ada (stok di Sumbawa), cuma yang dikirim itu besi yang sudah dites di ITS. Selain itu, platform perubahan CL jalan juga sudah dikirim dari tim perencanaan,” jelasnya.

Untuk saat ini, kata dia, empat unit ekskavator sudah bekerja menyiapkan lahan dan membersihkan area longsoran, ditambah satu unit fibro.

Baca Juga :  Wapres Gibran Ngode Keras di NTB: BSU Bukan Buat Rokok Apalagi Judi Online

“Besok kita akan site meeting bersama Pak Kadis di Lunyuk,” tambahnya.

Saat ditanya terkait progres mobilisasi alat bor pile, Miftahudin menjelaskan bahwa alat tersebut masih berada di Jawa dan dijadwalkan berangkat Jumat malam (17/10/2025).

“Masih di Jawa, hari Jumat malam start. Ini fotonya, sedang dikirim dari lokasi,” ujarnya.

Ia juga membenarkan bahwa area pekerjaan mencakup titik-titik rawan longsor dan likuifaksi, yang sebelumnya mengalami kerusakan berat.

“Iya, itu salah satunya. Kita harus singkirkan dulu area runtuhan gunung sebelum mulai kerja borepile,” jelasnya.

Miftahudin memastikan dirinya stand by di lokasi proyek untuk memastikan efektivitas pekerjaan.

“Saya pantau langsung supaya lebih efektif. Area longsoran likuifaksi ini banyak runtuhan gunungnya, jadi harus kita siapkan dulu. Terima kasih atas perhatian dan supportnya,” ujarnya.

Jika alat bor pile mulai bekerja pada Jumat malam (17/10), maka diperkirakan tiba di lokasi sekitar 25 Oktober 2025. Dengan begitu, waktu efektif untuk pemasangan beton penyanggah (bore pile) diperkirakan sekitar satu bulan, atau selama bulan November.

Baca Juga :  Petani Lokal Malas Tanam Kedelai, NTB Buka Kran Impor Atasi Kebutuhan 2500 Ton Perbulan

Terkait tahapan pekerjaan pengaspalan, Miftahudin menegaskan bahwa pekerjaan itu bisa dilakukan bersamaan dengan proses bore pile, khususnya di area jalan yang tidak terdampak longsor.

“Kalau untuk pengaspalan bisa bersamaan di bulan November, untuk penanganan perbaikan jalan di luar segmen longsor,” katanya.

Namun, ia menjelaskan bahwa pengaspalan tidak dilakukan secara keseluruhan, melainkan difokuskan pada segmen-segmen yang rusak dan terdampak longsor.

“Kalau di area longsor diaspal total, kalau di ruas jalan perbaikan hanya yang rusak. Total panjang segmen longsor sekitar 325 meter,” pungkasnya.

Proyek dengan nilai Rp19 miliar dari APBD I NTB Tahun 2025 ini merupakan bagian dari upaya strategis Pemerintah Provinsi NTB untuk memulihkan konektivitas wilayah selatan Sumbawa Barat, terutama jalur Lenangguar–Lunyuk yang vital bagi akses ekonomi, pertanian, dan pariwisata.

Keterlambatan mobilisasi alat berat dan kondisi medan berat menjadi tantangan tersendiri, namun pihak PPK optimistis proyek ini dapat diselesaikan tanpa addendum waktu, dengan target utama perbaikan total segmen longsor sepanjang 325 meter.

Berita Terkait

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar
Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar
Lombok Utara Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp3 Miliar
APBD-P NTB 2026 Disepakati, Puluhan Ribu KK hingga Air Bersih dan MotoGP Mandalika Jadi Fokus
Kota Bima Borong 2 Penghargaan Terbaik I, Dapat Insentif Rp4 Miliar dari Kemendagri
Berita ini 97 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:57 WIB

Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:36 WIB

Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:16 WIB

Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:07 WIB

Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar

Berita Terbaru