SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Persiapan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai salah satu Tuan Rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mulai dikebut. Salah satu pekerjaan penting yang menjadi perhatian adalah memastikan kesiapan Stadion GOR Turida Mataram agar memenuhi Standar Kelayakan Penyelenggaraan Ajang Olahraga Nasional tersebut.
Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Daerah Pemilihan NTB II Pulau Lombok, H. Abdul Hadi, mengatakan opsi Rehabilitasi saat ini lebih memungkinkan dibandingkan membangun Fasilitas Baru. Pertimbangan tersebut tidak lepas dari kebutuhan Anggaran.
Menurut Abdul Hadi, pembangunan Fasilitas Baru diperkirakan membutuhkan Anggaran sekitar Rp700 miliar, sehingga Rehabilitasi menjadi salah satu Alternatif yang dapat disesuaikan dengan Kondisi Keuangan.
“Kegiatan PON tahun 2028 Nusa Tenggarang Barat (NTB) menjadi salah satu Tuan Rumah. Nah kita bersama Rekan-rekan dari Prasarana Strategis itu menyiapkan Kondisi Stadion yang layak lah. Dengan kondisi Keuangan saat ini salah satu alternatifnya adalah Rehab, kalau bangun baru butuh anggaran sekitar Tujuh Ratusan Miliar. itukan butuh Anggaran Besar. Nah, kami kemarin ketika turun Kayanya ini kita akan Rehab saja. Nah besaran Anggaran rehabnya mungkin sekian % dari bangun barunya itu paling tidak nanti tapi berikutnya kita akan berpikir jika kita akan membangun yang lebih besar. Ya nanti berikutnya, tapi kita akan sesuaikan dengan Kondisi,” ujar Abdul Hadi, saat dimintai Keterangan, usai mengikuti pertemuan bersama Pemerintah Provinsi NTB, pimpinan DPRD NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I, dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTB di ruang rapat utama BPPW NTB, Kamis Kemarin, di Mataram (30/7/2026).
Abdul Hadi menjelaskan, kebutuhan Rehabilitasi Stadion saat ini masih dalam tahap penghitungan. Besaran anggaran nantinya akan disesuaikan dengan kondisi fasilitas serta kebutuhan yang harus Direhabilitasi.
Menurutnya, persiapan kebutuhan Infrastruktur PON 2028 harus dilakukan lebih awal agar usulan Anggaran dapat segera disampaikan kepada Kementerian terkait.
“Nah, ini masih dalam hitungan kalau untuk PON ini, karena baru kita. Belum terlalu cepat rekan-rekan di Daerah itu untuk menyiapkan lebih awal kebutuhannya itu sama Rekan- Rekan. Sekarang ini dibantu, Kira-kira kebutuhan untuk rehab ini yang paling penting untuk kita tarik aja segera Anggarannya karena ada peluang Komisi V itu memberikan ruang kita sukseskan PON di Nusa Tenggara Barat (NTB) ini, nah Kami bersama Kementerian PU menyambut itu,” katanya.
Mantan Pimpinan DPRD NTB itu menegaskan, Komisi V DPR RI membuka ruang untuk mendukung kebutuhan Infrastruktur dalam rangka menyukseskan pelaksanaan PON 2028 di NTB.
Karena itu, kebutuhan Rehabilitasi Fasilitas Olahraga dinilai perlu segera dihitung dan disampaikan agar peluang dukungan Anggaran dapat dimanfaatkan.
Abdul Hadi menyebut pilihan Rehabilitasi menjadi salah satu alternatif karena Pembangunan fasilitas baru membutuhkan Anggaran jauh lebih besar.
“Oke kita, cuman rupa-rupanya dengan Pola Rehab. Tetapi berapa angka rehabnya masih belum di hitung. Jadi akan Segera di hitung sebelum tanggal 14 kami berharap usulan ltu susah nampak di Kementerian,” lanjutnya.
Saat ditanya mengenai estimasi anggaran rehabilitasi, Abdul Hadi mengatakan angka tersebut belum dapat dipastikan karena masih dalam proses penghitungan. “Nah sedang di hitung kalau rehab mungkin sekitar angka berapanya nanti Rekan-rekan Teknis PU lah yang akan menyampaikan,” ujarnya.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










