Pimpinan DPRD NTB Sarankan Anggaran Revitalisasi Kantor Gubernur Dibahas Ulang

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 5 Juni 2024 - 16:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_1026

oplus_1026

 

SumbawaPost, Mataram

Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang akan melakukan revitalisasi pembangunan Kantor Gubernur dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp40 Milyar menuai polemik dan perdebatan.

Apalagi ditengah “buruknya kondisi jalan provinsi yang ada di sejumlah ruas di Pulau Sumbawa yang sangat membutuhkan sentuhan anggaran pemeliharaan, semestinya pemerintah daerah harus lebih mementingkan aspek prioritas perbaikan jalan ketimbang mempercantik kantor yang masih berada dalam kondisi yang baik dan masih sangat layak untuk dipergunakan.

Menariknya lagi, sebagian lagi beranggapan bahwa program revitalisasi pembangunan kantor Gubernur itu dinilai hanya sebagai legacy PJ Gubernur jelang keikutsertaannya dalam pertarungan pilgub 2024.

Baca Juga :  Tragedi di Bima, Bayi Berusia 2 Hari Meninggal Saat Keluarga Urus Administrasi BPJS

Selain dinilai belum memiliki perencanaan yang matang serta Manajemen Konstruksi yang baik, program tersebut dianggap dipaksakan dan dilakukan secara terburu-buru. Sehingga dianggap tepat untuk dilaksanakan di tahun anggaran 2025.

Menanggapi kondisi ini, Wakil Ketua DPRD NTB, Nawvar Furgony Farinduan atau yang akrab disapa Farin menyatakan ketika program tersebut dianggap berpolemik dan menuai masalah, ia mengaku setuju ketika program tersebut dilakukan pembahasan ulang oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Kalau hari ini ada program-program strategis yang terhambat dan membutuhkan anggaran atau suntikan anggaran, saya pikir tidak ada masalah TAPD dan Banggar berdiskusi kembali terkait program revitalisasi tersebut,” kata Anak Mantan Bupati Lombok Barat ini kepada wartawan, usai memimpin rapat Paripurna, Rabu (05/6/2024).

Baca Juga :  Tak Perlu ke Lombok Lagi! Gubernur NTB Pastikan RS di Bima Makin Canggih

Politisi Gerindra ini mengaku pembahasan ulang terkait program itu dilakukan agar tidak menganulir langkah-langkah yang telah disepakati antara Banggar dan TAPD.

“Dan itu bisa dilakukan dengan format nantinya akan dimasukan kedalam APBD Perubahan,”ujar Farin.

Menurutnya, ketika program revitalisasi kantor Gubernur ini dianggap bermasalah bagi daerah, Banggar nantinya akan memanggil TAPD untuk melakukan pembahasan ulang terkait program tersebut.

“Kalau memang program ini betul-betul dianggap bermasalah, Banggar bisa memanggil TAPD. Kemudian anggaran tersebut bisa dievaluasi dan dieksekusi di APBD Perubahan,” tandasnya.

Berita Terkait

Ketua KPID NTB Edukasi Mahasiswa Bijak Bermedia, A. Rachman Chavez Tegaskan KPID Awasi Siaran, Bukan Perizinan
Kawasan Kumuh Sumbawa Disorot Pemerintah Pusat, KSP dan Kementerian PKP Turun Tangan
Gubernur Iqbal Tantang Kadin NTB, Jangan Sekadar Seremonial, Jadilah Penggerak Ekonomi Rakyat
Faurani Kembali Dikukuhkan Pimpin Kadin NTB Periode 2025-2030, Ini Komitmennya
SMRC Ungkap Biang Kerok Elektabilitas Prabowo Merosot, Dedi Mulyadi Kini Jadi Ancaman Politik Baru
Survei SMRC Bikin Kejutan: Dedi Mulyadi 35%, Prabowo 14,5% Jika Pilpres Digelar Hari Ini
Bupati Sumbawa Jemput Bola ke NAM Air, Dorong Rute Baru Pacu Investasi dan Ekonomi
Gubernur NTB Siapkan Langkah Tegas Berantas Narkoba, Miq Iqbal: Pekan Depan Arah Penanganan Diputuskan
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:57 WIB

Ketua KPID NTB Edukasi Mahasiswa Bijak Bermedia, A. Rachman Chavez Tegaskan KPID Awasi Siaran, Bukan Perizinan

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:31 WIB

Kawasan Kumuh Sumbawa Disorot Pemerintah Pusat, KSP dan Kementerian PKP Turun Tangan

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:40 WIB

Gubernur Iqbal Tantang Kadin NTB, Jangan Sekadar Seremonial, Jadilah Penggerak Ekonomi Rakyat

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:03 WIB

Faurani Kembali Dikukuhkan Pimpin Kadin NTB Periode 2025-2030, Ini Komitmennya

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:02 WIB

SMRC Ungkap Biang Kerok Elektabilitas Prabowo Merosot, Dedi Mulyadi Kini Jadi Ancaman Politik Baru

Berita Terbaru