SUMBAWAPOST.com| Mataram- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus memacu penguatan sektor peternakan sebagai penopang ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui Rapat Koordinasi Percepatan Pengembangan Ayam Petelur di Nusa Tenggara Barat yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Muhamad Riadi, S.P., M.Ec.Dev, di Aula Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah pemerintah daerah, pelaku usaha, serta organisasi perunggasan rakyat dalam menjawab berbagai tantangan pengembangan ayam petelur di NTB.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, yang didampingi Sekretaris Dinas serta Plh. Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, menegaskan bahwa sektor ayam petelur masih menghadapi persoalan klasik yang perlu ditangani secara kolaboratif.
“Pengembangan ayam petelur di Nusa Tenggara Barat masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, mulai dari ketersediaan bibit dan pakan, stabilitas harga, permodalan, hingga manajemen usaha peternakan. Karena itu, dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan organisasi perunggasan rakyat agar peningkatan populasi dan produktivitas dapat berjalan berkelanjutan,” ujar Muhamad Riadi, dalam keterangan yang diterima media ini. Selasa (27/01/2026).
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Provinsi NTB berharap dapat membentuk kelompok penerima bantuan yang tidak hanya menerima dukungan sarana produksi, tetapi juga memperoleh pembinaan dan pendampingan langsung dari pengusaha ayam petelur yang telah berpengalaman. Pola kemitraan yang berkesinambungan, terutama dalam penyediaan bibit, pakan, serta pemasaran hasil produksi, dinilai menjadi kunci keberlanjutan usaha peternakan rakyat.
“Kami mendorong terbentuknya kemitraan usaha yang saling menguatkan, agar peternak memiliki kepastian usaha, kesejahteraannya meningkat, sekaligus mampu mendukung pemenuhan kebutuhan telur ayam ras di Nusa Tenggara Barat,” lanjutnya.
Lebih jauh, Muhamad Riadi menjelaskan bahwa sasaran utama program percepatan pengembangan ayam petelur ini adalah Kepala Keluarga (KK) miskin ekstrem yang berada di wilayah Desa Berdaya. Melalui usaha peternakan ayam petelur yang terintegrasi dengan pembinaan, pendampingan, dan kemitraan, program ini diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi masyarakat desa.
“Program ini kami arahkan untuk membantu KK miskin ekstrem agar memiliki penghasilan tetap dan secara bertahap keluar dari kondisi kemiskinan ekstrem. Ini bagian dari strategi besar Pemprov NTB dalam memperkuat ekonomi desa dan mewujudkan Desa Berdaya yang mandiri dan sejahtera,” tegasnya.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










