Pemprov NTB Gaspol Kembangkan Ayam Petelur, Bidik Pengentasan Kemiskinan Ekstrem di Desa Berdaya

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 27 Januari 2026 - 18:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Muhamad Riadi, S.P., M.Ec.Dev, saat membuka Rapat Koordinasi Percepatan Pengembangan Ayam Petelur di Aula Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Senin (26/1/2026).

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Muhamad Riadi, S.P., M.Ec.Dev, saat membuka Rapat Koordinasi Percepatan Pengembangan Ayam Petelur di Aula Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Senin (26/1/2026).

SUMBAWAPOST.com| Mataram- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus memacu penguatan sektor peternakan sebagai penopang ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui Rapat Koordinasi Percepatan Pengembangan Ayam Petelur di Nusa Tenggara Barat yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Muhamad Riadi, S.P., M.Ec.Dev, di Aula Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah pemerintah daerah, pelaku usaha, serta organisasi perunggasan rakyat dalam menjawab berbagai tantangan pengembangan ayam petelur di NTB.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, yang didampingi Sekretaris Dinas serta Plh. Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, menegaskan bahwa sektor ayam petelur masih menghadapi persoalan klasik yang perlu ditangani secara kolaboratif.

“Pengembangan ayam petelur di Nusa Tenggara Barat masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, mulai dari ketersediaan bibit dan pakan, stabilitas harga, permodalan, hingga manajemen usaha peternakan. Karena itu, dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan organisasi perunggasan rakyat agar peningkatan populasi dan produktivitas dapat berjalan berkelanjutan,” ujar Muhamad Riadi, dalam keterangan yang diterima media ini. Selasa (27/01/2026).

Baca Juga :  Syaratnya Ini, Pj Gubernur: Indonesia Emas 2045 Akan Kita Mulai Dari NTB

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Provinsi NTB berharap dapat membentuk kelompok penerima bantuan yang tidak hanya menerima dukungan sarana produksi, tetapi juga memperoleh pembinaan dan pendampingan langsung dari pengusaha ayam petelur yang telah berpengalaman. Pola kemitraan yang berkesinambungan, terutama dalam penyediaan bibit, pakan, serta pemasaran hasil produksi, dinilai menjadi kunci keberlanjutan usaha peternakan rakyat.

“Kami mendorong terbentuknya kemitraan usaha yang saling menguatkan, agar peternak memiliki kepastian usaha, kesejahteraannya meningkat, sekaligus mampu mendukung pemenuhan kebutuhan telur ayam ras di Nusa Tenggara Barat,” lanjutnya.

Baca Juga :  IPM NTB 2025 Naik Signifikan, Kolaborasi Menjadi Kunci Akselerasi

Lebih jauh, Muhamad Riadi menjelaskan bahwa sasaran utama program percepatan pengembangan ayam petelur ini adalah Kepala Keluarga (KK) miskin ekstrem yang berada di wilayah Desa Berdaya. Melalui usaha peternakan ayam petelur yang terintegrasi dengan pembinaan, pendampingan, dan kemitraan, program ini diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi masyarakat desa.

“Program ini kami arahkan untuk membantu KK miskin ekstrem agar memiliki penghasilan tetap dan secara bertahap keluar dari kondisi kemiskinan ekstrem. Ini bagian dari strategi besar Pemprov NTB dalam memperkuat ekonomi desa dan mewujudkan Desa Berdaya yang mandiri dan sejahtera,” tegasnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Kurma Tropis NTB Dilirik Murung Raya, BRIDA NTB Siapkan Kajian hingga Pengembangan Bibit Unggul
Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Ditertibkan, Fakhruddin Rob Minta Aspirasi Rakyat Tak Dikorbankan
Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Tak Bisa Dieksekusi Tahun Ini, Ini Alasannya
Miq Iqbal Pasang Target Baru, Semua RS Pemprov NTB Wajib Punya Petugas Bahasa Isyarat
Polisi Gerebek Target Operasi di Dompu, Ini Lokasinya! Dua Pria dan Sabu 23,04 Gram Diamankan
Polisi Sisir Kampung Narkoba Karang Bagu Mataram, 19 Pria Diamankan, 4,74 Gram Sabu Disita
PDIP NTB Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Syariah Berujung Keputusan Bulat
Matadata Institute Siapkan 25 Rekomendasi untuk Pemerintahan Iqbal-Dinda, Ini Fokusnya
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Kurma Tropis NTB Dilirik Murung Raya, BRIDA NTB Siapkan Kajian hingga Pengembangan Bibit Unggul

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Ditertibkan, Fakhruddin Rob Minta Aspirasi Rakyat Tak Dikorbankan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:06 WIB

Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Tak Bisa Dieksekusi Tahun Ini, Ini Alasannya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Miq Iqbal Pasang Target Baru, Semua RS Pemprov NTB Wajib Punya Petugas Bahasa Isyarat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 05:03 WIB

Polisi Gerebek Target Operasi di Dompu, Ini Lokasinya! Dua Pria dan Sabu 23,04 Gram Diamankan

Berita Terbaru