SUMBAWAPOST.com | Mataram-
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan terwujudnya standarisasi ornamen dan arsitektur khas daerah yang merepresentasikan tiga suku besar di NTB, yakni Sasak, Samawa, dan Mbojo (SASAMBO).
Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) VII Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) NTB di Prime Park Hotel Mataram, Sabtu (29/11).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur secara khusus meminta IAI NTB mengambil peran strategis dalam merumuskan sekaligus menetapkan ornamen lokal dan desain arsitektur khas NTB yang hingga kini belum memiliki definisi resmi.
Gubernur juga mengkritisi pandangan umum yang selama ini menjadikan lumbung sebagai simbol arsitektur NTB, khususnya dalam pembangunan fasilitas publik.
“Lumbung itu ada di semua budaya, karena lumbung itu desain yang dibuat untuk penyimpanan padi, bukan tempat tinggal. Tidak ada dasar historisnya bila lumbung itu menjadi simbol NTB,” tegasnya.
Menurut Gubernur, ketiadaan kesepakatan tentang identitas arsitektur dan ornamen SASAMBO kerap memicu perdebatan dalam pembangunan gedung pemerintah. Karena itu, ia menekankan pentingnya kajian komprehensif yang melibatkan arsitek serta budayawan senior maupun muda sebagai dasar penerbitan regulasi oleh Pemerintah Provinsi NTB.
Kajian tersebut diharapkan mampu menetapkan Ornamen NTB, menentukan material, arsitektur, dan konstruksi khas daerah, sekaligus merumuskan model rumah tipikal NTB sebagai acuan resmi pembangunan ke depan.
Tak hanya itu, Pemprov NTB juga merencanakan penyusunan awik-awik arsitektur sebagai kesepakatan nilai dan batasan desain, agar setiap investor yang masuk ke NTB tetap mencerminkan karakter lokal dalam setiap pembangunan.
“Saya harap teman-teman membantu kami dan juga sebagai kontribusi IAI terhadap NTB, paling tidak memberikan kontribusi pemikiran dari bidang yang dikuasai,” ujarnya.
Gubernur memastikan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan meminta proses penyusunan konsep ini melibatkan arsitek senior, arsitek muda, serta akademisi, agar hasilnya bersifat berkelanjutan, inklusif, dan mampu menjadi identitas arsitektur yang benar-benar menggambarkan karakter NTB.
Penulis : SUMBAWAPOST.com
Editor : SUMBAWAPOST.com
Sumber Berita: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal









