Pajak Kendaraan NTB Baru 62,2 Persen, Sekda Minta Samsat Jangan Persulit Wajib Pajak

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 17 September 2026 - 13:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda NTB Abul Chair Saat Membuka Rapat Koordinasi Tim Pembina Samsat Provinsi NTB Tahun 2026 di Mataram.

Sekda NTB Abul Chair Saat Membuka Rapat Koordinasi Tim Pembina Samsat Provinsi NTB Tahun 2026 di Mataram.

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat sinergi Tiga Pilar Tim Pembina Samsat untuk mengoptimalkan Pelayanan sekaligus Meningkatkan Kepatuhan Masyarakat dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Sinergi Bapenda NTB, Ditlantas Polda NTB dan PT Jasa Raharja tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Tim Pembina Samsat Provinsi NTB Tahun 2026 yang dibuka Sekretaris Daerah NTB Abul Chair di Mataram, Kamis (17/9/2026). Dalam kegiatan tersebut juga diluncurkan program WhatsApp Blast sebagai kanal komunikasi baru dengan Wajib Pajak.

Sekda NTB Abul Chair menegaskan, optimalisasi Samsat tidak semata-mata berorientasi pada penagihan Pajak. Menurutnya, Masyarakat yang ingin memenuhi kewajibannya harus mendapatkan pelayanan yang mudah, cepat dan tidak berbelit.

“Jadi bukan hanya menagih itu kewajibannya, tapi juga memastikan bahwa Orang yang mau taat jangan kemudian dipersulit. Sudah mau taat, tapi ternyata masih banyak prosedur dan lain sebagainya,” tegasnya.

Menurut Abul Chair, Tiga Pilar Samsat harus bekerja dalam satu kesatuan. Ia mengibaratkan sinergi Bapenda, Ditlantas dan Jasa Raharja seperti tiga kaki tripod yang harus saling menyesuaikan agar mampu menopang Pelayanan secara optimal.

Baca Juga :  Makesta IPNU-IPPNU Kota Bima, Akhdiansyah Tegaskan Kaderisasi Penentu Hidup-Matinya Organisasi

“Tiga kaki ini tripodnya harus disesuaikan, kadangkala dibutuhkan satu kaki lebih panjang karena mungkin datarannya tidak sama. Kadang Bapenda memang harus lebih giat, tapi kadang pula memang satu kakinya Pak Polisi juga, jadi Sama-sama menyesuaikan supaya tidak goyang,” ujarnya.

Dalam rakor tersebut, Sekda juga mengapresiasi capaian penerimaan pajak kendaraan di NTB. Berdasarkan laporan rakor, hingga akhir Agustus 2026 penerimaan PKB baru mencapai 62,2 persen, sedangkan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mencapai sekitar 79 persen dari target. Meski demikian, Abul Chair menekankan capaian tersebut tidak boleh membuat jajaran terkait berpuas diri. Masih terdapat sejumlah pekerjaan yang perlu dilakukan, mulai dari meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak, memperkuat sinkronisasi data, memperluas digitalisasi Pelayanan hingga mengoptimalkan potensi Pendapatan Daerah.

“Kalau Pelayanan makin mudah tentu kepatuhan juga makin naik. Kalau kepatuhan naik maka penerimaan naik. Kalau penerimaan naik, pembangunan Daerah insyaallah juga selalu kuat,” katanya.

Sekda mendorong agar hasil rakor tidak berhenti pada kesimpulan normatif mengenai pentingnya koordinasi.

Menurutnya, rakor harus menghasilkan langkah konkret, terukur dan memiliki pembagian tugas yang jelas. “Kita ingin semuanya lebih jelas, siapa melakukan apa, bagaimana, kapan selesai, dan apa hasil yang kemudian bisa dicapai,” tegas Abul Chair.

Sementara itu, Plt. Kepala Bapenda NTB Baiq Nelly Yuniarti menyampaikan berbagai inovasi pelayanan, seperti Samsat Keliling, Samsat Drive Thru, Samsat Desa dan e-Samsat, telah memberikan kemudahan akses kepada Masyarakat.

Namun, transformasi layanan masih perlu terus diperkuat agar masyarakat dapat membayar Pajak sesuai kebutuhan.

“Kita sebagai pelayan, tugas utama adalah memudahkan masyarakat untuk melaksanakan kewajibannya. Untuk melaksanakan kewajibannya, jadi membayar pajak ini kewajibannya,” ungkapnya.

Bapenda NTB juga tengah mendorong perluasan kanal pembayaran melalui berbagai layanan digital dan jaringan layanan masyarakat, termasuk pemanfaatan jaringan ritel modern untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat yang jauh dari kantor Samsat.

Selain penguatan kanal pembayaran, Nelly menekankan pentingnya integrasi data antara Bapenda, kepolisian dan Jasa Raharja. Langkah tersebut diperlukan untuk mendukung peningkatan kepatuhan, penertiban kendaraan serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam rakor juga dibahas masih besarnya jumlah kendaraan yang belum memenuhi kewajiban pajak. Karena itu, Tim Pembina Samsat didorong menyusun strategi bersama melalui operasi gabungan, sosialisasi, penguatan layanan digital dan optimalisasi penanganan kendaraan yang menunggak.

“Kami berharap ada langkah konkret untuk kita bersama merumuskan langkah terkait dengan peningkatan PAD, termasuk operasi gabungan, sosialisasi terkait pajak, serta digitalisasi pelayanan,”ujarnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit
Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri
Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif
Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen
Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern
Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB
100 Mahasiswa Pertanian Unram Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Ekspor NTB Tembus Rp6,94 Triliun, Daya Tukar Petani Menguat, Produksi Padi dan Jagung Naik
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:45 WIB

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern

Berita Terbaru