NTB Panen Udang Hampir 10 Triliunan Tiap Tahun, Tapi Pabriknya di Jawa, Kita Ini Nelayan atau Ekspedisi?

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 7 Agustus 2025 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB, Muslim,  kembali menyuarakan urgensi hilirisasi komoditas perikanan di NTB, terutama udang vaname, yang selama ini justru memberi nilai tambah bagi daerah lain.

“Selama ini NTB hasilkan udang ratusan ribu ton tiap tahun. Tapi semua dikirim mentah ke Surabaya. Nilainya besar, tapi manfaatnya ke luar. Kita cuma dapat lelah,” tegas Muslim dalam keterangannya, saat ditemui wartawan beberapa hari lalu.

Untuk mengakhiri praktik ini, Muslim menegaskan bahwa NTB kini tidak hanya bicara wacana. Pemerintah provinsi melalui DKP telah memasukkan klausul wajib pengolahan di dalam daerah ke dalam Rancangan Perda tentang Pengawasan Kelautan dan Perikanan.

Baca Juga :  30 Tahun Otonomi Daerah, Wagub NTB Tegaskan Asta Cita Tak Akan Tercapai Tanpa Sinergi Pusat-Daerah

“Ini bukan sekadar seruan moral. Kita jadikan perintah hukum. Kalau sudah diatur dalam Perda, maka itu wajib dijalankan. Udang, tuna, cakalang, rumput laut semua harus diolah di NTB,” ujarnya.

Untuk menarik investor agar membangun pabrik pengolahan udang di NTB, Muslim menyiapkan tiga ‘jurus pamungkas’:

1. Lahan Siapkan Provinsi

Pemerintah Provinsi NTB akan menyediakan lahan gratis milik daerah, khususnya yang berada di sekitar pelabuhan perikanan seperti Lombok, Santong, Tanjung Luar, dan Suba.

2. Perizinan Dipermudah

Investor akan mendapatkan dukungan penuh dalam proses perizinan dan fasilitasi regulasi.

3. Bebas Pajak dan Retribusi di Awal

Muslim menyarankan agar investor dibebaskan dari pajak dan retribusi daerah selama 1–2 siklus produksi, hingga mencapai titik impas (BEP).

Baca Juga :  Tolak Utang Rp70 Miliar, IMM ‘Semprot’ Pemda Dompu: Kebijakan Berisiko, Rakyat Bisa Tanggung Beban Berat

“Tentu dengan syarat mereka harus merekrut tenaga kerja lokal. Bukan hanya industrinya dibangun di sini, tapi juga anak-anak NTB yang kerja,” tegasnya.

Data DKP mencatat bahwa pada tahun 2023, produksi udang NTB mencapai 197 ribu ton. Dengan harga rata-rata Rp50.000 per kilogram, nilainya tembus hampir Rp10 triliun. Sayangnya, sebagian besar langsung dikirim ke luar daerah tanpa diolah, membuat NTB kehilangan nilai tambah besar.

“Ini saatnya NTB tak cuma jadi penghasil, tapi juga pengolah. Kita punya sumber daya, punya tenaga kerja, dan sekarang kita siapkan aturannya,” tutup Muslim penuh semangat.

 

Berita Terkait

Rp950 Juta per Titik, Dewan PDIP Ahmad Amrullah Desak Polisi Bongkar Dugaan Jual Beli Dapur MBG di Lombok Timur
Bukan Provinsi Pulau Sumbawa! Razikin Usul Nama Nusa Tenggara Tengah, Alasannya Menarik
Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila
Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan
Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global
Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB
KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya
PKS NTB Sembelih 193 Hewan Kurban, Sebanyak 2.000 Paket Daging Dibagikan untuk Warga
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:42 WIB

Rp950 Juta per Titik, Dewan PDIP Ahmad Amrullah Desak Polisi Bongkar Dugaan Jual Beli Dapur MBG di Lombok Timur

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:56 WIB

Bukan Provinsi Pulau Sumbawa! Razikin Usul Nama Nusa Tenggara Tengah, Alasannya Menarik

Senin, 1 Juni 2026 - 19:49 WIB

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 - 18:13 WIB

Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan

Senin, 1 Juni 2026 - 13:55 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global

Berita Terbaru