30 Tahun Otonomi Daerah, Wagub NTB Tegaskan Asta Cita Tak Akan Tercapai Tanpa Sinergi Pusat-Daerah

Avatar

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri atau akrab disapa Umi Dinda saat memimpin apel peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 di halaman Kantor Gubernur NTB, Mataram.

Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri atau akrab disapa Umi Dinda saat memimpin apel peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 di halaman Kantor Gubernur NTB, Mataram.

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Memasuki usia 30 tahun, pelaksanaan otonomi daerah kembali ditegaskan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan fondasi penting untuk mewujudkan visi besar Asta Cita. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pun menekankan bahwa tanpa sinergi kuat antara pusat dan Daerah , cita-cita pembangunan Nasional sulit tercapai secara optimal.

Hal tersebut mengemuka dalam Apel Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 yang digelar di halaman Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Senin (27/4/2026).

Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri Atau akrab disapa Umi Dinda, saat membacakan amanat Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, menegaskan bahwa otonomi daerah merupakan instrumen strategis dalam mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong kesejahteraan masyarakat melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah.

“Momentum strategis ini menjadi komitmen bersama dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penyelenggaraan pemerintahan yang efektif, responsif, dan berorientasi pada kesejahteraan,” jelas Mendagri.

Mengusung tema ‘Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita’, peringatan tahun ini menekankan pentingnya kemandirian daerah dalam mengelola potensi lokal secara optimal, sekaligus memperkuat koordinasi lintas pemerintahan.

Baca Juga :  Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah Siapkan Beasiswa Kuliah Gratis untuk Juara Shorinji Kempo Porprov NTB 2026

Mendagri juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada solidnya koordinasi dan sinkronisasi antara pusat dan daerah.

“Tanpa kolaborasi yang solid, tujuan besar pembangunan tidak akan tercapai secara maksimal,” terangnya.

Untuk itu, sejumlah langkah strategis menjadi fokus dalam penguatan otonomi daerah. Mulai dari integrasi perencanaan dan penganggaran antara pusat dan daerah guna menghindari tumpang tindih program, hingga reformasi birokrasi berbasis hasil (outcomes) yang diperkuat digitalisasi dan inovasi layanan publik.

Selain itu, penguatan kemandirian fiskal daerah melalui optimalisasi pendapatan asli daerah serta pengelolaan keuangan yang berkelanjutan juga menjadi perhatian penting. Tak kalah krusial, peningkatan kolaborasi antar daerah dalam menangani isu lintas wilayah seperti transportasi, lingkungan, pengelolaan sampah, hingga pengembangan ekonomi regional turut didorong.

Pemerintah daerah juga diingatkan untuk tetap fokus pada pemenuhan layanan dasar dan pengentasan ketimpangan, terutama dalam akses pendidikan, kesehatan, air bersih, sanitasi, serta perlindungan sosial, khususnya di wilayah tertinggal, terluar, dan terpencil.

Baca Juga :  AKA Asal Lotim Bobol Masjid di Mataram: Kipas Angin hingga Kursi Lipat Jadi ‘Harta Curian’

Dalam menghadapi tantangan global, penguatan ketahanan daerah menjadi prioritas, mencakup ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, hingga mitigasi bencana akibat perubahan iklim.

Sejumlah agenda prioritas nasional turut disoroti, di antaranya swasembada pangan dan energi, pengelolaan sumber daya air berkelanjutan, tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan, serta pengembangan kewirausahaan untuk membuka lapangan kerja.

Di sektor sosial, peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan juga menjadi fokus melalui kolaborasi lintas sektor, penguatan sumber daya manusia, digitalisasi layanan, serta pemenuhan gizi masyarakat termasuk melalui program makan bergizi.

Di akhir amanatnya, Mendagri menegaskan bahwa capaian 30 tahun otonomi daerah harus menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.

“Diharapkan pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat dapat terus diwujudkan secara merata di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

3 Ahli Nilai Postingan Badai NTB Tak Langgar Pencemaran Nama Baik
Relawan MBG Dompu Mengaku Dipecat Mendadak, BGN Diminta Bongkar Tata Kelola SPPG
Musda V Demokrat NTB Ditunda, 18 September Batal Digelar, Ini Alasannya
DPP Terbitkan Surat Musda Demokrat NTB, Dijadwalkan 18 September
Dugaan Perselingkuhan Anggota DPRD Dompu Masuk Ranah Partai, Bisa Berujung PAW
Daun Kelor Mengubah Nasib Anak Pelosok Dompu hingga Tembus Pasar Internasional
Investasi NTB Tembus Rp33,73 Triliun, DPMPTSP Dorong Ekonomi Tak Lagi Bergantung Tambang
Status Kekeringan Lombok Barat Naik Jadi Darurat
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 20:13 WIB

3 Ahli Nilai Postingan Badai NTB Tak Langgar Pencemaran Nama Baik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Relawan MBG Dompu Mengaku Dipecat Mendadak, BGN Diminta Bongkar Tata Kelola SPPG

Minggu, 13 September 2026 - 16:31 WIB

Musda V Demokrat NTB Ditunda, 18 September Batal Digelar, Ini Alasannya

Minggu, 13 September 2026 - 14:14 WIB

DPP Terbitkan Surat Musda Demokrat NTB, Dijadwalkan 18 September

Sabtu, 12 September 2026 - 17:34 WIB

Dugaan Perselingkuhan Anggota DPRD Dompu Masuk Ranah Partai, Bisa Berujung PAW

Berita Terbaru

Tiga Ahli Yang Dihadirkan Tim Advokat Bersama Badai NTB Saat Mengikuti Persidangan Kasus ITE di Pengadilan Negeri Raba Bima, Jumat (11/9/2026).

Hukum & Kriminal

3 Ahli Nilai Postingan Badai NTB Tak Langgar Pencemaran Nama Baik

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:13 WIB