NTB Pabrik Tenaga Kerja Dunia: Kerja Lokal Susah, Warga Disiapkan Jadi ‘Ekspor Edition’

Avatar

- Jurnalis

Senin, 25 Agustus 2025 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NTB tampaknya serius mengukir prestasi. Bukan soal lapangan kerja lokal, tapi menjadi ‘pabrik’ penghasil tenaga kerja dunia. Saat peluang kerja di kampung halaman makin sempit, Disnakertrans NTB justru sibuk memoles warga jadi ‘ekspor edition’. Ironinya, meski NTB masuk tiga besar pengirim pekerja migran nasional, dampak nyata perlindungan PMI dari pusat masih terasa jauh panggang dari api.

“Kerja di kampung susah, keluar negeri malah lebih mudah,” sindir Danil salah seorang aktivis Pemuda NTB menyikapi maraknya warga NTB ke Luar Negeri. Sementara itu, pemerintah daerah tampak lebih fokus mencetak pahlawan devisa ketimbang menciptakan lapangan kerja di rumah sendiri.

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB terus tancap gas menyiapkan tenaga kerja lokal agar tak sekadar siap kerja, tapi juga siap bersaing hingga ke level nasional bahkan internasional.

Baca Juga :  Wagub NTB Umi Dinda Bongkar ‘Penyakit Lama’ Otda: Jangan Cuma Seremoni, Saatnya Daerah Kerja Nyata untuk Rakyat

Komitmen itu ditegaskan melalui Rapat Koordinasi Penguatan Pasar Kerja Daerah yang digelar bersama Kementerian Ketenagakerjaan di Hotel Lombok Astoria kemarin, 21–22 Agustus 2025

Plt. Kepala Disnakertrans NTB, Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si., menegaskan bahwa persoalan ketenagakerjaan masih menjadi PR besar di NTB. Tantangan paling nyata adalah minimnya lapangan kerja dan belum adanya regulasi anggaran yang kuat untuk mendukung sektor ketenagakerjaan.

“Salah satu penyebab kemiskinan di NTB adalah kurangnya lapangan kerja. Anggaran pendidikan dan kesehatan porsinya sudah jelas, tapi sektor ketenagakerjaan belum punya regulasi yang mengikat. Ini PR besar kami agar tenaga kerja mendapat perhatian serius,” tegas Baiq Nelly.

Baca Juga :  Museum Civilization Mandalika: Panggung Global Baru untuk Budaya Lombok-Sumbawa

Menurutnya, NTB masih menjadi salah satu daerah pengirim pekerja migran terbesar di Indonesia. Namun, sayangnya, manfaat program pemerintah pusat terkait perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) belum sepenuhnya dirasakan di daerah.

“Meski NTB berada di peringkat ketiga nasional sebagai pengirim pekerja migran, sampai sekarang belum ada paket program perlindungan yang betul-betul bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.

Rakor ini diharapkan melahirkan strategi konkret agar tenaga kerja NTB tak hanya jadi penonton di tanah sendiri, tapi bisa menjadi pemain utama di pasar kerja global.

 

Berita Terkait

Ini Daftar Lengkap Pemenang Puteri Anak Dan Puteri Remaja NTB 2026, Ajang Bergengsi Cetak Generasi Berkarakter
KPU NTB ‘Sekolahin’ Jajaran Lewat Class Menulis, KPU Kota Bima Jadi Kelas Perdana
14 Tahun Terbengkalai, YAPPIKA dan YISA Ambalawi Hadirkan Perpustakaan Baru di SDN Sowa, Wabup Bima Beri Apresiasi
YAPPIKA ActionAid dan YISA Ambalawi Sulap Perpustakaan Rusak Jadi Ruang Belajar Anak Bima
YAPPIKA ActionAid Bersama YISA Bongkar Rendahnya Literasi Siswa Bima, Program Sekolah Aman Jadi Solusi Nyata
Perpustakaan SDN Sowa Direvitalisasi, Jadi Ruang Tumbuh Baru Literasi Anak Pesisir Bima
Di Tengah Mandalika yang Mendunia, Warga Krisis Air Bersih dan Rumah Layak Huni, Sari Yuliati Turun Langsung
NTB Kebagian 30 Cabor PON 2028, Persiapan Dikebut: Tak Mau Sekadar Tuan Rumah, Targetkan Warisan Jangka Panjang
Berita ini 168 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 22:12 WIB

Ini Daftar Lengkap Pemenang Puteri Anak Dan Puteri Remaja NTB 2026, Ajang Bergengsi Cetak Generasi Berkarakter

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:40 WIB

KPU NTB ‘Sekolahin’ Jajaran Lewat Class Menulis, KPU Kota Bima Jadi Kelas Perdana

Senin, 11 Mei 2026 - 22:45 WIB

14 Tahun Terbengkalai, YAPPIKA dan YISA Ambalawi Hadirkan Perpustakaan Baru di SDN Sowa, Wabup Bima Beri Apresiasi

Senin, 11 Mei 2026 - 19:20 WIB

YAPPIKA ActionAid dan YISA Ambalawi Sulap Perpustakaan Rusak Jadi Ruang Belajar Anak Bima

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:34 WIB

YAPPIKA ActionAid Bersama YISA Bongkar Rendahnya Literasi Siswa Bima, Program Sekolah Aman Jadi Solusi Nyata

Berita Terbaru