Misteri Gunung Sangeang Api: Remaja 18 Tahun Hilang Saat Berburu, Jejak Terputus di Puncak Ekstrem NTB

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 4 Januari 2026 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hilangnya Kifen Jamrud (18), warga Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, di kawasan Gunung Sangeang Api masih menyisakan misteri.

Hilangnya Kifen Jamrud (18), warga Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, di kawasan Gunung Sangeang Api masih menyisakan misteri.

Sudah berminggu-minggu menghilang, Kifen Jamrud belum ditemukan. Cuaca ekstrem, medan berbahaya, dan minimnya jejak membuat pencarian di Gunung Sangeang Api penuh tanda tanya.

SUMBAWAPOST.com | Bima Kota- Hilangnya Kifen Jamrud (18), warga Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, di kawasan Gunung Sangeang Api masih menyisakan misteri.

Sudah lebih dari dua pekan berlalu sejak dilaporkan hilang, namun keberadaan korban belum juga diketahui.

Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si., dalam konferensi pers Sabtu (3/1/2026), mengungkapkan bahwa peristiwa bermula pada Sabtu, 13 Desember 2025 sekitar pukul 13.00 WITA. “Saat itu, Kifen bersama tiga rekannya MR, AD, dan KF berangkat dari Desa Sangiang menuju Pulau Sangiang menggunakan perahu milik Jamrud untuk berburu rusa di kawasan puncak Gunung Sangeang Api,”ungkapnya.

Baca Juga :  Musda ke-XIII, Pemprov NTB Tetap Mendukung Kegiatan Pramuka

Namun, dalam perjalanan tersebut, Kifen dilaporkan terpisah dan tak pernah kembali bersama rombongan. Informasi orang hilang pertama kali terdeteksi melalui patroli siber Polres Bima Kota pada 15 Desember 2025.

Baca Juga :  Bukan Rebutan Warisan, Tapi Rebutan Alat Masak, Pria di Bima Bacok Teman Sendiri

Menindaklanjuti laporan tersebut, Polres Bima Kota membentuk Satgas Pencarian Orang Hilang dengan melibatkan Polsek Wera, Tim SAR Kabupaten Bima, SAR Provinsi NTB, Tagana, serta unsur masyarakat.

“Pencarian sempat dihentikan sementara pada 17 Desember 2025 atas permintaan keluarga karena cuaca ekstrem dan kabut tebal yang membahayakan keselamatan tim,”terangnya.

Kapolres menegaskan, meski pencarian menghadapi medan berat dan cuaca ekstrem, upaya membuka tabir hilangnya Kifen Jamrud akan terus dilakukan.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Lautan Manusia Padati Penutupan MTQ XXXI NTB 2026, Antusiasme Warga Buktikan Cinta Al-Qur’an
BBPOM Bongkar Ancaman Obat Ilegal di NTB, Rp3,9 Miliar DAK Disiapkan untuk Program Pangan Aman
Air Bersih dan Rinjani Jadi Sorotan Dunia, NTB Jalin Kolaborasi Strategis dengan Amerika Serikat
Wagub NTB Gandeng BBPOM, Desa Berdaya Jadi Senjata Baru Lawan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem
Konjen AS Soroti Dampak Tambang di NTB, Wagub Umi Dinda Sambut Kolaborasi Pengawasan Kualitas Air
Dompu Lolos Seleksi Nasional DAK JM 2027-2029, Pemda Minta Lanjutan Penataan Kawasan Kumuh Dorokarama II
Fahri Hamzah Resmikan Kawasan Dorokarama II Dompu, Desa Soro Kini Lebih Tertata dan Layak Huni
Harga LPG 3 Kg di Kota Bima Tembus Rp50 Ribu, Pemkot, Polisi dan TNI Perketat Pengawasan Distribusi
Berita ini 96 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 21:22 WIB

Lautan Manusia Padati Penutupan MTQ XXXI NTB 2026, Antusiasme Warga Buktikan Cinta Al-Qur’an

Senin, 15 Juni 2026 - 20:55 WIB

BBPOM Bongkar Ancaman Obat Ilegal di NTB, Rp3,9 Miliar DAK Disiapkan untuk Program Pangan Aman

Senin, 15 Juni 2026 - 20:54 WIB

Air Bersih dan Rinjani Jadi Sorotan Dunia, NTB Jalin Kolaborasi Strategis dengan Amerika Serikat

Senin, 15 Juni 2026 - 20:17 WIB

Wagub NTB Gandeng BBPOM, Desa Berdaya Jadi Senjata Baru Lawan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

Senin, 15 Juni 2026 - 20:15 WIB

Konjen AS Soroti Dampak Tambang di NTB, Wagub Umi Dinda Sambut Kolaborasi Pengawasan Kualitas Air

Berita Terbaru