Mendadak Dites Urine Usai Paripurna, Puluhan Anggota DPRD NTB Dinyatakan Negatif Narkoba

Avatar

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terlihat sejumlah anggota DPRD NTB mengikuti tes urine yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB usai rapat paripurna di Kantor Gubernur NTB. Pemeriksaan berlangsung tertib sebagai bagian dari deteksi dini dan upaya memastikan lingkungan legislatif bebas narkoba.

Terlihat sejumlah anggota DPRD NTB mengikuti tes urine yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB usai rapat paripurna di Kantor Gubernur NTB. Pemeriksaan berlangsung tertib sebagai bagian dari deteksi dini dan upaya memastikan lingkungan legislatif bebas narkoba.

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendadak menggelar tes urine terhadap anggota DPRD NTB usai mengikuti rapat paripurna di Aula Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Senin (22/6/2026) di Kota Mataram.

Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan penyalahgunaan Narkotika di lingkungan penyelenggara Negara.

Sebanyak 41 anggota DPRD NTB yang hadir dalam rapat paripurna langsung mengikuti pemeriksaan urine yang dilakukan petugas BNN NTB. Dari total 65 anggota dewan, sebanyak 24 orang tercatat tidak hadir karena berbagai agenda dan keperluan lainnya.

Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Provinsi NTB, Anggraini Ninik, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan dilakukan karena adanya dugaan penyalahgunaan narkoba di kalangan anggota dewan, melainkan sebagai langkah edukasi dan pencegahan.

“Ini salah satu bentuk deteksi dini dan kepedulian kita terhadap aparatur negara, termasuk anggota dewan. Jangan sampai ada penyalahgunaan narkotika di kalangan DPR. Ini juga menjadi bentuk kerja sama dengan pemerintah daerah dan dilaksanakan atas permintaan Ketua Dewan,” ujarnya.

Menurut Ninik, seluruh anggota DPRD yang hadir mengikuti pemeriksaan dengan tertib dan tanpa penolakan. “Ada 41 anggota dewan yang ikut sesuai daftar hadir dan semuanya mengikuti tes urine. Tidak ada penolakan, semua mengikuti dengan tertib dan situasinya kondusif,” katanya.

Meski hasil pemeriksaan telah diketahui, BNN belum mengumumkannya secara resmi kepada publik. Hasil tes terlebih dahulu akan disampaikan kepada pimpinan DPRD NTB untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

“Hasilnya sebenarnya sudah bisa diketahui, tetapi penyampaian hasil harus kepada pimpinan dewan terlebih dahulu. Untuk publikasi maupun pemberitaan hasilnya, kami serahkan kepada Ketua Dewan,” jelas Ninik.

Baca Juga :  DPRD NTB Marga Harun Warning Pemkab Dompu: Jangan Hanya Sidak, Tindak Tegas Pelanggar

Terkait anggota DPRD NTB yang belum mengikuti pemeriksaan karena tidak hadir dalam rapat paripurna, BNN menyerahkan sepenuhnya kepada pimpinan DPRD NTB untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan pelaksanaan tes susulan.

Ninik menambahkan, hingga saat ini BNN belum pernah menemukan anggota DPRD NTB yang terindikasi menyalahgunakan narkotika dalam pemeriksaan serupa yang pernah dilakukan sebelumnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama di tengah meningkatnya perhatian terhadap peredaran narkoba di NTB.

“Ini bukan karena kami mencurigai anggota dewan. Justru kami ingin memberi contoh kepada masyarakat bahwa deteksi dini penting dilakukan bersama-sama. Dewan adalah perwakilan rakyat, sehingga bisa menjadi teladan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika,” tandasnya.

Dilokasi, petugas BNN NTB melakukan pengambilan sampel urine terhadap puluhan anggota DPRD NTB untuk mendeteksi kemungkinan adanya kandungan zat adiktif, termasuk narkotika dan obat-obatan terlarang.

Kepala BNN Provinsi NTB, Brigjen Pol Marjuki, S.Ik., M.Si., menyampaikan bahwa hasil sementara pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel yang telah diperiksa masih dalam kategori negatif.

“Hasilnya untuk sementara negatif. Jadi belum ada yang positif,” tegas Marjuki kepada wartawan.

Menurutnya, hasil pemeriksaan dapat diketahui dengan cepat karena BNN memiliki alat pendeteksi yang mampu membaca sampel dalam waktu singkat.

Marjuki juga menjelaskan bahwa perbedaan warna urine peserta merupakan hal yang normal dan dipengaruhi oleh pola konsumsi makanan, minuman maupun penggunaan obat tertentu.

Baca Juga :  Bantuan Daging dari Turki-Australia Hidupkan Kembali Program Kasih Sayang untuk NTB

“Kalau banyak minum air putih, warna urine menjadi jernih. Kalau jarang minum, warna urine menjadi keruh. Dan kalau minumannya berwarna, itu disebabkan pengaruh makanan dan itu tidak masalah. Dan kalau itu diakibatkan mengkonsumsi obat-obatan akibat suatu penyakit, itu nanti akan ditelusuri obat apa yang diminum, apalagi jenis obat syaraf itu ada yang memang mengandung narkotika dan itu diperbolehkan,” jelas Marjuki.

Ia menambahkan, pelaksanaan tes urine akan terus dilakukan berdasarkan permintaan instansi pemerintah maupun lembaga lainnya.

“Jadi kita akan lakukan sesuai dengan permintaan instansi. Sebelumnya sudah dilakukan di Pemda Lombok Timur, untuk Pemprov nanti akan kita lakukan tes juga. Sementara untuk lembaga kepolisian, tesnya dilakukan oleh internal mereka sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua III DPRD NTB, H. Muzihir, menilai tes urine yang dilakukan BNN merupakan hal yang biasa dan sudah beberapa kali dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memastikan lingkungan legislatif tetap bersih dari narkoba.

“Hal biasa ini, hal seperti ini hampir tiap tahun. Hal ini untuk menjamin bahwa di lembaga legislatif ini juga menjamin bebas narkoba,” ujar Muzihir.

Ia bahkan mempersilakan BNN untuk melakukan pemeriksaan secara rutin apabila diperlukan.

“Silahkan tiap minggu kalau bisa. Silahkan BNN melakukannya. Tiap minggu bila perlu, kalau mampu BNN,” katanya.

Menurut Muzihir, pemeriksaan mendadak seperti yang dilakukan usai rapat paripurna tidak menjadi persoalan bagi anggota DPRD NTB.

“Kalau memang ada yang dicurigai. Dan ini mendadak, dan gak apa-apa, ini hal biasa,” tegasnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Gubernur NTB Turun Langsung ke Arena Panjat Tebing, Ketua FPTI Nadirah Al-Habsyi: Jadi Suntikan Semangat Atlet
Gubernur NTB Pastikan Pemerintahan Lombok Barat Tetap Berjalan Meski Bupati Jadi Tersangka KPK
Panitia Optimistis Shorinji Kempo Porprov XII Cetak Atlet Nasional, Hari Ketiga Berlangsung Sengit dan Sportif
Gubernur NTB Soroti Kontribusi Koperasi Masih 1,7 Persen, Tata Kelola dan Kepercayaan Publik Jadi PR Besar
Gubernur NTB Ajak Koperasi Tinggalkan Dualisme, Saatnya Bertransformasi Jadi Badan Usaha Modern
Wagub NTB dan Bupati Dompu Hadir, Hari Ketiga Shorinji Kempo Porprov XII Makin Semarak
Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah: Porprov Bukan Sekadar Rebut Medali, Tapi Merajut Persaudaraan
Di Tengah Dinamika Porprov, Ketua PERKEMI NTB Pilih Bangun Kebersamaan, Atlet hingga Wasit Dapat Saweran
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 00:52 WIB

Gubernur NTB Turun Langsung ke Arena Panjat Tebing, Ketua FPTI Nadirah Al-Habsyi: Jadi Suntikan Semangat Atlet

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:24 WIB

Gubernur NTB Pastikan Pemerintahan Lombok Barat Tetap Berjalan Meski Bupati Jadi Tersangka KPK

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:44 WIB

Panitia Optimistis Shorinji Kempo Porprov XII Cetak Atlet Nasional, Hari Ketiga Berlangsung Sengit dan Sportif

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:34 WIB

Gubernur NTB Soroti Kontribusi Koperasi Masih 1,7 Persen, Tata Kelola dan Kepercayaan Publik Jadi PR Besar

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:18 WIB

Gubernur NTB Ajak Koperasi Tinggalkan Dualisme, Saatnya Bertransformasi Jadi Badan Usaha Modern

Berita Terbaru