Lewat Voting Terbuka, DPRD Kota Bima Resmi Bentuk Pansus Aset Daerah

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kota Bima Syamsurih, SH, memimpin Rapat Paripurna pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Aset Pemerintah Kota Bima yang diputuskan melalui mekanisme voting terbuka di Ruang Sidang DPRD Kota Bima, Rabu (14/1/2026).

Ketua DPRD Kota Bima Syamsurih, SH, memimpin Rapat Paripurna pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Aset Pemerintah Kota Bima yang diputuskan melalui mekanisme voting terbuka di Ruang Sidang DPRD Kota Bima, Rabu (14/1/2026).

SUMBAWAPOST.com | Kota Bima-  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bima resmi membentuk Panitia Khusus (Pansus) Aset Pemerintah Kota Bima melalui mekanisme voting terbuka dalam Rapat Paripurna yang digelar di Ruang Sidang DPRD Kota Bima, Rabu (14/01/2026).

Rapat Paripurna tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih, SH, didampingi Wakil Ketua DPRD Ryan Kusuma Permadi, SH, dan Alfian Indrawirawan, S.Adm. Hadir mewakili Wali Kota Bima, Sekretaris Daerah Kota Bima Drs. H. Fakhruraji, ME, bersama Staf Ahli, para Asisten, Kepala OPD, Kepala Bagian, Camat, serta Lurah se-Kota Bima.

Agenda rapat difokuskan pada penyampaian pandangan fraksi-fraksi DPRD dan pengambilan keputusan terkait pembentukan Pansus Aset Pemerintah Daerah. Dalam forum tersebut, masing-masing fraksi menyampaikan sikap yang beragam.

Fraksi PAN (FPAN) melalui juru bicaranya Yogi Prima Ramadhan pada prinsipnya mendukung langkah Pemerintah Kota Bima dalam penelusuran aset daerah. FPAN berharap Satgas Aset yang telah terbentuk tetap bekerja secara optimal dengan komposisi yang lengkap.

“DPRD siap memberikan masukan dan memperkuat fungsi pengawasan terhadap upaya penelusuran aset yang dilakukan pemerintah daerah,” ujarnya.

Baca Juga :  Pj Gubernur Uraikan Prestasi Bumi Gora Dihadapan Wakil Rakyat Jelang HUT NTB ke-66

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG), Gina Andriani, menyatakan dukungan terhadap upaya pembenahan aset daerah dan tidak keberatan dengan pembentukan Pansus sebagai bagian dari penguatan fungsi pengawasan DPRD.

Di sisi lain, Fraksi Partai Demokrat (FPD) menyampaikan pandangan berbeda. Ketua FPD Sukri Dahlan, S.Sos menilai pembentukan Pansus belum bersifat mendesak karena Satgas Aset masih perlu diberi ruang dan waktu untuk bekerja.

“Kami masih mempercayakan proses penelusuran aset kepada Satgas Aset yang telah dibentuk,” ungkapnya.

Sikap tegas disampaikan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) yang secara resmi menolak pembentukan Pansus. Menurut FPKS, Satgas Aset telah dibentuk dengan melibatkan unsur lengkap, mulai dari Kejaksaan, Kepolisian, TNI, hingga unsur terkait lainnya. “Satgas sudah terbentuk dan sedang bekerja, kami menolak pembentukan Pansus,” tegas Asnah Madilau.

Perbedaan pandangan antarfraksi membuat jalannya rapat berlangsung dinamis. Hingga akhirnya, forum menyepakati pengambilan keputusan melalui mekanisme voting terbuka.

Baca Juga :  Comeback Wali Kota Bima! Buka Festival Ramadhan, Langsung Sentil Masalah Kota yang 'Kumuh dan Jorok'

Dari total 25 anggota DPRD Kota Bima, satu orang dinyatakan tidak hadir. Sebanyak 13 anggota menyatakan setuju dilakukan voting terbuka, sementara 11 anggota menghendaki voting tertutup.

Dalam hasil akhir pemungutan suara terbuka, 13 anggota menyetujui pembentukan Pansus Aset, 3 anggota menolak, dan 8 anggota menyatakan abstain. Dengan hasil tersebut, DPRD Kota Bima secara resmi menyetujui pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Aset Pemerintah Kota Bima.

Pembentukan Pansus Aset ini ditegaskan bukan untuk menangani satu aset atau kasus tertentu, melainkan bertugas melakukan identifikasi, penelusuran, pendataan, serta evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aset Pemerintah Kota Bima. Ruang lingkup kerja Pansus mencakup aspek administrasi, penguasaan, pemanfaatan, hingga pengamanan aset daerah.

Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih, SH, menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil mekanisme demokratis lembaga DPRD.

“Pembentukan Pansus ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat fungsi pengawasan, penataan, dan penyelamatan aset daerah agar dapat dimanfaatkan secara optimal bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Bima,” tegasnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Dompu Dapat Rapor Merah KPK, Tata Kelola Pemerintahan Era Bambang Firdaus Dipertanyakan
HMI Dompu Resmi Laporkan Rekomendasi Fraksi DPRD, BK Diminta Bertindak
Gubernur NTB Iqbal Ungkap Banyak Aset Provinsi Tak Tercatat dan Belum Bersurat
Gubernur Iqbal Bongkar Sistem Pendapatan NTB: Buruknya Secara Sistemik
Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan
Maluku Utara ‘Berguru’ ke NTB, Belajar Jurus Kelola Laut
Mori Hanafi Tagih Janji Pemerintah, Desak Kepastian Dana Gedung DPRD NTB 2027
ASN Dinas Pertanian NTB Disorot, Ada yang Tak Masuk Kerja hingga 93 Hari
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:54 WIB

Dompu Dapat Rapor Merah KPK, Tata Kelola Pemerintahan Era Bambang Firdaus Dipertanyakan

Jumat, 4 September 2026 - 15:05 WIB

HMI Dompu Resmi Laporkan Rekomendasi Fraksi DPRD, BK Diminta Bertindak

Jumat, 4 September 2026 - 11:26 WIB

Gubernur NTB Iqbal Ungkap Banyak Aset Provinsi Tak Tercatat dan Belum Bersurat

Jumat, 4 September 2026 - 10:00 WIB

Gubernur Iqbal Bongkar Sistem Pendapatan NTB: Buruknya Secara Sistemik

Jumat, 4 September 2026 - 01:10 WIB

Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan

Berita Terbaru