Koperasi Merah Putih di NTB Jadi Pusat Perhatian DPRD Bali, Sinergi UMKM Jadi Sorotan

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rombongan DPRD Bali saat kunjungan ke Dinas Koperasi UKM NTB. Pimpinan dan anggota DPRD Bali diterima Sekretaris Dinas Koperasi UKM NTB, H. Amir, untuk membahas sinergi UMKM dan koperasi.

Rombongan DPRD Bali saat kunjungan ke Dinas Koperasi UKM NTB. Pimpinan dan anggota DPRD Bali diterima Sekretaris Dinas Koperasi UKM NTB, H. Amir, untuk membahas sinergi UMKM dan koperasi.

Mataram| SUMBAWAPOST.com- Sinergi kebijakan antarprovinsi dalam memperkuat peran koperasi dan UMKM kembali menguat. Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Bali melakukan kunjungan kerja sekaligus silaturahmi ke Dinas Koperasi UKM NTB.

Rombongan diterima Sekretaris Dinas Koperasi UKM NTB, H. Amir, mewakili Kepala Dinas, didampingi pejabat struktural dan fungsional, termasuk Kabid Pengawasan Koperasi, Kabid Pembinaan Koperasi, Kabid Pembinaan UKM, pejabat fungsional pengawas koperasi, Kasubbag Umum, serta KTU UPTD Balatkop UKM NTB, Selasa (24/2/2026).

Kunjungan ini bertujuan membahas peningkatan kapasitas DPRD serta koordinasi kebijakan, khususnya terkait sinergi koperasi sebagai penggerak UMKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah antara Provinsi Bali dan NTB.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Bali, Gede Kusuma Putra, menyoroti kompleksitas kondisi koperasi dan UMKM di Bali, terutama di tingkat desa. Hampir seluruh desa di Bali telah memiliki Lembaga Perkreditan Desa (LPD), koperasi, dan lembaga ekonomi masyarakat lainnya. Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih berpotensi menimbulkan dinamika baru, termasuk kekhawatiran persaingan usaha antar lembaga.

Baca Juga :  Buka IWFA 2025, Gubernur Iqbal Teriakkan Ambisi NTB: Makmur dan Mendunia Lewat Sport Tourism

“Kami melihat koperasi desa Merah Putih masih on progress. Tantangannya adalah bagaimana kehadirannya tidak justru membuat pelaku usaha ragu atau memilih ‘cari aman’ karena khawatir tumpang tindih dengan lembaga yang sudah ada,” ujar Gede Kusuma Putra.

Sementara itu, Fungsional Pengawas Koperasi, I Wayan Robi Setiawan, menyebutkan hingga 2025 terdapat 6.190 koperasi di 10 kabupaten/kota NTB, meliputi Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Khusus Koperasi Merah Putih, jumlahnya mencapai 1.166 koperasi, terdiri dari 1.021 desa dan 145 kelurahan.

Ia menegaskan, koperasi Merah Putih tidak dimaksudkan menjadi pesaing lembaga ekonomi desa seperti BUMDes atau LPD, melainkan untuk mengoptimalkan potensi lokal yang belum tergarap. “Semangatnya adalah kolaborasi, bukan kompetisi. BUMDes dan koperasi harus saling mengisi,” tegasnya.

Meski semangat kolaborasi tinggi, pembangunan fisik gerai koperasi Merah Putih menghadapi kendala, terutama keterbatasan lahan. Dari total 1.166 koperasi, baru sekitar 30 persen atau 300 koperasi yang memasuki tahap pembangunan fisik, bekerja sama dengan PT Agrina Pangga Nusantara serta didukung Korem dan Kodim setempat.

Baca Juga :  Yogyakarta Ngaji Etika ke NTB, Bareng Nadirah Al-Habsyi Cari Jurus Sakti Tegakkan Marwah Dewan

Kabid Pembinaan UKM, Baiq Yanuarlita Lestari, menambahkan bahwa sekitar 600 ribu UMKM di NTB didominasi sektor mikro, sementara pelaku usaha kecil dan menengah jumlahnya masih relatif sedikit.

Untuk meningkatkan kualitas UMKM, Pemprov NTB menyiapkan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM NTB sebagai pusat inkubasi bisnis. Tahun 2026 ini ditargetkan pra-inkubasi dengan merekrut sekitar 50 tenant UMKM.

“Kami membuka akses gratis bagi kelompok UMKM untuk memanfaatkan fasilitas PLUT, mulai dari dapur kuliner, ruang jahit, hingga ruang kerajinan,” jelasnya.

Kunjungan DPRD Bali ke NTB diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi kebijakan antarprovinsi, sekaligus menjadi ruang berbagi praktik baik dalam pengembangan koperasi dan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Perpres 4/2026 Disorot, Sawah NTB Beralih Fungsi, Direktur Mi6: Ini Sawah atau Real Estate Sih?
Soal Reklamasi Amahami, Persatuan Pemuda NTB Desak Kejati Tangkap Wali Kota Bima
Sekda NTB dari Madura, Bukan Putra Daerah-Iqbal Tuntut Pejabat Kerja ‘Extraordinary’
Nama Gubernur NTB Muncul di Sidang Kasus ‘Dana Siluman’ DPRD, Saksi Akui Terima Perintah
Daftar Lengkap Pejabat NTB Beserta Posisi yang Dilantik Iqbal: 6 Bulan Jadi ‘Tiket’ Bertahan atau Angkat Kaki
Ketua FKMHB Ungkap Indikasi Error in Objecto Aset Serasuba, DPRD Bima Sebut Tanah Bukan Milik Pemkot
Pria Asal Sumenep Madura, Abul Chair Resmi Jadi Sekda NTB, Iqbal Ungkap Proses Panjang di Balik Layar
Surati Menteri ESDM, Badko HMI Bali-Nusra Tolak Ekspor PT AMNT: Hilirisasi Jangan Dipermainkan
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 17:48 WIB

Perpres 4/2026 Disorot, Sawah NTB Beralih Fungsi, Direktur Mi6: Ini Sawah atau Real Estate Sih?

Jumat, 10 April 2026 - 17:01 WIB

Soal Reklamasi Amahami, Persatuan Pemuda NTB Desak Kejati Tangkap Wali Kota Bima

Jumat, 10 April 2026 - 09:58 WIB

Sekda NTB dari Madura, Bukan Putra Daerah-Iqbal Tuntut Pejabat Kerja ‘Extraordinary’

Kamis, 9 April 2026 - 22:38 WIB

Nama Gubernur NTB Muncul di Sidang Kasus ‘Dana Siluman’ DPRD, Saksi Akui Terima Perintah

Kamis, 9 April 2026 - 22:31 WIB

Daftar Lengkap Pejabat NTB Beserta Posisi yang Dilantik Iqbal: 6 Bulan Jadi ‘Tiket’ Bertahan atau Angkat Kaki

Berita Terbaru