Koalisi Rakyat NTB Sodorkan 7 ‘Resep Obat Kuat’ untuk Polisi, DPRD dan Gubernur Agar Demokrasi Tak Impoten

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 21 September 2025 - 07:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Aksi damai Koalisi Rakyat NTB di Mapolda NTB tak hanya menyoroti kasus pembakaran Kantor DPRD pada 30 Agustus 2025, tetapi juga meluas pada isu-isu krusial lainnya. Suara lantang para orator bergantian memenuhi halaman Mapolda, menuntut keadilan yang lebih komprehensif.

Galang, perwakilan mahasiswa, menegaskan bahwa selain desakan utama soal pengungkapan fakta utuh pembakaran kantor DPRD dan pembebasan massa aksi, ada agenda besar lain yang tidak kalah penting.

“Koalisi Rakyat NTB juga menyoroti peningkatan transparansi kinerja Kepolisian, pergantian Kapolri, reformasi Polri, serta pembentukan tim independen dalam mengusut tuntas aksi demonstrasi Agustus 2025. Banyak kejanggalan dalam fakta pembakaran DPRD NTB, termasuk soal pengrusakan maupun penjarahan,” tegas Galang. Sabtu, (20/9) kemarin.

Hal senada disampaikan Yunita dari Tim LPW NTB. Ia mendesak Gubernur NTB membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) di tingkat daerah sebagai bentuk keseriusan negara dalam mengungkap tragedi Agustus 2025.

Baca Juga :  Brimob Polda NTB Turun Tangan Bantu Warga Korban Banjir Bandang Wera Bima

“Kita menuntut pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta untuk mengungkap aksi demo pada Agustus 2025,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, Taufan, Direktur LPW NTB, lewat orasi akademisnya menyoroti perlunya reformasi kelembagaan di tubuh Polri. Baginya, perbaikan sistem internal kepolisian, penguatan mekanisme pengawasan, serta transparansi dalam menangani kasus hukum adalah keharusan.

Ia mengingatkan masih banyak kasus besar yang hingga kini belum terselesaikan.

“Perlu tegas dalam usut tuntas kasus di balik pembakaran kantor DPRD Provinsi, agar fakta terang benderang, tidak ada anggapan atau desas-desus yang mengaburkan kebenaran. Kepolisian harus transparan, berimbang, dan tidak menyudutkan demonstran. Mereka berjuang untuk kemajuan bangsa ini,” tegas Taufan.

Sebagai penutup, Koordinator Umum Supriadin menegaskan bahwa aspirasi ini bukan sekadar protes, melainkan peringatan serius demi masa depan demokrasi NTB. Ia menyebut ada tujuh tuntutan utama Koalisi Rakyat NTB Jilid 1, yakni:

  1. Kepolisian harus merilis catatan aksi demo dan pembakaran DPRD NTB secara berimbang, tanpa hanya menonjolkan narasi penjarahan dan pengrusakan.
  2. Mendesak Gubernur NTB segera membentuk tim independen gabungan pencari fakta.
  3. Usut tuntas penyebab kebakaran Kantor DPRD NTB.
  4. Evaluasi gaji dan tunjangan DPRD Provinsi hingga kabupaten.
  5. Selesaikan kasus mandek di wilayah hukum Polda NTB, termasuk kematian Muardin (kasus Pilkades Ricuh Bima) dan Brigadir Nurhadi.
  6. Mengedepankan penyelesaian yang menekankan pemulihan keadaan, dengan membebaskan massa aksi yang ditetapkan sebagai tersangka dalam Aksi Agustus.
  7. Laksanakan reformasi kelembagaan: legislatif, sistem pemilu, kepartaian, serta desakan ganti Kapolri dan reformasi kepemimpinan Polri.
Baca Juga :  Aji Man Turun Tangan Tuntaskan 100 Hari Kerja: PKL Ditertibkan, Kota Bima Dipoles Jadi Spot Instagramable

“Semua ini kami sampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap arah demokrasi dan pembangunan di NTB agar lebih adil dan berpihak kepada rakyat,” tutup Supriadin.

 

Berita Terkait

Tak Sekadar Jual Produk, HNI Ajak UMKM NTB Naik Kelas Lewat Sertifikasi Halal
Rakernas ADVOKAI 2026 Resmi Dibuka, NTB dan ADVOKAI Kolaborasi Cetak 1.000 Paralegal untuk Indonesia
Akademisi FHISIP Unram Akan Galang Petisi, Desak Penanganan Transparan Dugaan Kekerasan Seksual di Kampus
NTB Darurat Kekerasan Seksual: Ketika Identitas Pulau Seribu Masjid Diuji
Di Tengah Persaingan Ketat Perguruan Tinggi, UNBIM Justru Dipercaya Raih Hibah Penelitian Nasional 2026
Miq Iqbal Bongkar Warisan Utang NTB, Kini Lunas 100 Persen dan Bidik Capaian BPK di Atas Target Nasional
BPK Apresiasi Transformasi Tata Kelola Keuangan Era Iqbal-Dinda, NTB Raih WTP ke-15 Berturut-turut
NTB Jadi Titik Awal Gerakan 1.000 Paralegal, Gubernur Iqbal: Akses Keadilan Harus Menjangkau Hingga Desa
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:55 WIB

Tak Sekadar Jual Produk, HNI Ajak UMKM NTB Naik Kelas Lewat Sertifikasi Halal

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:06 WIB

Rakernas ADVOKAI 2026 Resmi Dibuka, NTB dan ADVOKAI Kolaborasi Cetak 1.000 Paralegal untuk Indonesia

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:44 WIB

Akademisi FHISIP Unram Akan Galang Petisi, Desak Penanganan Transparan Dugaan Kekerasan Seksual di Kampus

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:49 WIB

NTB Darurat Kekerasan Seksual: Ketika Identitas Pulau Seribu Masjid Diuji

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:01 WIB

Di Tengah Persaingan Ketat Perguruan Tinggi, UNBIM Justru Dipercaya Raih Hibah Penelitian Nasional 2026

Berita Terbaru