KEJAM! Debt Collector Bertindak Bak Preman, Warga Ketakutan, Forum Rakyat NTB Murka

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 11 Maret 2025 - 21:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, MATARAM – Aksi brutal debt collector (DC) di Lombok kian merajalela. Tak hanya menarik kendaraan dengan paksa, mereka juga diduga melakukan pemerasan terhadap pemilik kendaraan. Forum Rakyat NTB pun mengecam keras tindakan premanisme ini dan menuntut aparat segera bertindak.

Ketua Forum Rakyat NTB, Hendra, menegaskan bahwa aksi para DC ini bertentangan dengan hukum. “Ini tidak boleh terjadi! Kita ini negara hukum, bukan negara preman,” tegasnya. Rabu 12 Maret 2025.

Kasus terbaru terjadi di Polsek Sandubaya, Mataram, pada 11 Maret 2025. Saat wartawan tengah menginvestigasi maraknya aksi DC preman, sebuah mobil pick-up tiba-tiba dibawa ke Polsek oleh seorang debt collector berinisial M yang ternyata mantan narapidana. Tak lama kemudian, pihak dari BFI Finance datang menemui pemilik kendaraan.

Baca Juga :  Gugatan Rp105 Miliar Fihiruddin Lawan DPRD NTB Ditolak, Tim PH Menduga Majelis Hakim Cawe-cawe

Forum Rakyat NTB mencurigai adanya kongkalikong antara perusahaan pembiayaan dengan debt collector. “BFI diduga menyewa jasa DC untuk mengambil unit dengan cara premanisme! Ini jelas melanggar hukum,” geram Hendra.

Hendra juga mengungkap bahwa M bekerja di perusahaan DC, PT LNI, yang direkturnya, Ahmad Subandi, saat ini ditahan polisi karena kasus penganiayaan. “Ini membuktikan bahwa jaringan debt collector ini beroperasi dengan gaya preman. OJK NTB harus segera mengevaluasi BFI dan perusahaan finance lainnya sebelum konflik semakin besar,” tandasnya.

Sementara itu, pemilik mobil pick-up, Farhan, mengaku kendaraannya disita di tengah jalan oleh oknum DC saat sopirnya hendak mengisi BBM. “Driver saya dipaksa ikut ke kantor, kunci dicabut, dan mobil langsung dibawa ke gudang BFI. Saya datang ke kantor BFI, tapi mereka pura-pura tidak tahu keberadaan mobil saya,” ungkapnya dengan kesal.

Baca Juga :  Hendak Mutasi-Rotasi Ketika Pilkada, Pj Walkot Bima Dilaporkan ke Kemendagri

Sopir kendaraan juga mengaku diperdaya. “Mereka bilang cuma mau cek dan kasih surat, tapi begitu sampai di kantor, mobil langsung disita,” ujarnya.

Kasus ini semakin memperjelas wajah debt collector yang bertindak semena-mena tanpa takut hukum. Warga berharap aparat segera turun tangan agar praktik premanisme ini tidak semakin menjadi-jadi.

Berita Terkait

PDIP NTB Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Syariah Berujung Keputusan Bulat
Matadata Institute Siapkan 25 Rekomendasi untuk Pemerintahan Iqbal-Dinda, Ini Fokusnya
Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks
Warga Dompu Meninggal di Kontrakan Mataram, Polisi Ungkap Kronologi dan Sikap Keluarga
NTB Kembali Masuk 3 Besar Pariwisata Ramah Muslim Nasional, Sekda Ungkap Tantangan Berikutnya
Investor Arab Saudi Lirik Sembalun untuk Vila Ramah Muslim, Wagub NTB Gandeng MUI Perkuat Wisata Halal
UMKM Kerajinan Lombok Binaan Disperindag NTB Kantongi Kerja Sama Rp9 Miliar dengan Australia di TEI 2026
Wagub NTB Umi Dinda Jajaki Investasi Wisata Buatan untuk Dongkrak Ekonomi
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:54 WIB

PDIP NTB Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Syariah Berujung Keputusan Bulat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Matadata Institute Siapkan 25 Rekomendasi untuk Pemerintahan Iqbal-Dinda, Ini Fokusnya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Warga Dompu Meninggal di Kontrakan Mataram, Polisi Ungkap Kronologi dan Sikap Keluarga

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:20 WIB

NTB Kembali Masuk 3 Besar Pariwisata Ramah Muslim Nasional, Sekda Ungkap Tantangan Berikutnya

Berita Terbaru

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Menghadiri Kegiatan Silaturahmi Pemikiran dan Tasyakur Satu Tahun Matadata Institute di Mataram.

Pemerintahan

Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks

Sabtu, 17 Okt 2026 - 12:00 WIB